Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
TIDAK DIANGGAP



Siapa lagi laki-laki berwajah bule yang tiba-tiba muncul tanpa diundang ini? Ternyata di sekitar Chiara banyak sekali laki-laki tampan yang tidak aku kenal. Siapa tadi nama laki-laki itu? Diego? Kenapa nama itu terasa sedikit familiar ya? Apa dia calon suami Chiara yang sudah ditemukan oleh tante Mona untuk menggantikanku? Aku harus segera meminta orang untuk menyelidiki siapa sebenarnya laki-laki bernama Diego itu. Dan apa hubungan laki-laki itu dengan Chiara. Apa benar dia memiliki hubungan khusus dengan Chiara dan merusak rencanaku terhadap Chiara.


Romi kembali bertanya-tanya dalam hati begitu melihat sosok Diego yang langsung bersikap akrab kepada Chiara dan teman-temannya, menunjukkan kalau Diego cukup mengenal baik mereka semua, kecuali dia tentunya.


"Wah, sedang menikmati gelato tanpa aku ya? Hoi Jaka... kemarin bagaimana game kita, apa kelompok kita menang kemarin? Aku tertidur semalam, jadi tidak bisa ikut join. Kepalaku sakit semalam." Diego berkata sambil menepuk bahu Jaka yang menengadahkan kepalanya untuk melihat ke arah Diego.


"Menang dong...." Jaka berkata sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Diego yang langsung tertawa.


"Eh, sakit kepala kenapa? Gara-gara apa?" Jaka bertanya kepada Diego yang masih berdiri di sampingnya, sedang Zachary berdiri di samping Chiara, menunggu waktu untuk dia dapat berbicara dengan Chiara.


"Siapa lagi yang bisa membuatku sakit kepala kecuali Aaron? Dia memberiku banyak sekali tugas untuk mempelajari semua masalah yang timbul pada bisnis baru kami, membuat waktu bersenang-senangku tersita banyak." Diego mengeluh sambil melirik ke arah Chiara yang langsung menatap ke arahnya begitu dia menyebutkan nama Aaron.


Sudah seperti mantra sihir saja nama Aaron bagi Chiara. Setiap ada nama Aaron disebutkan, fokus Chiara langsung mengarah ke orang yang menyebutkan nama Aaron. Ck ck ck... Aaron ini sungguh beruntung bisa menikah dengan gadis yang begitu cantik, dan sepertinya Chiara begitu tergila-gila padanya.


Diego berkata dalam hati, dan menahan dirinya untuk tidak terkikik geli melihat wajah penasaran Chiara begitu dia menyebutkan nama Aaron barusan.


"Eh, Chiara, pak Zachary ada perlu tuh denganmu." Diego langsung mengalihkan pembicaraan, memberi kesempatan pada Zachary untuk bicara dan segera mencari cara agar Chiara segera menjauh dari Romi, sedang Diego sendiri berniat melanjutkan untuk membahas masalah game dengan Jaka.


"Ya Pak Zac? Ada apa?" Chiara langsung bertanya sambil menoleh ke arah Zachary yang menuliskan sesuatu melalui layar teblet miliknya, dan disodorkannya ke arah Chiara.


Tadi teman nona, Jaka mengirimkan pesan singkat kepada pak Diego, mengatakan kalau ada pengganggu, MANTAN CALON SUAMI nona Chiara dulu, pak Romi. Dan kebetulan saya sedang membicarakan pekerjaan dengan pak Diego di restoran yang letaknya tidak jauh dari tempat ini. Pak Diego langsung mengajak saya ke sini begitu membaca pesan dari teman nona. Benar-benar celaka kalau sampai pak Aaron mengetahui pak Romi masih berusaha mendekati nona.


Penjelasan Zachary melalui tulisan di layar tablet membuat Chiara tersenyum, apalagi saat Chiara membaca kata-kata "mantan calon suami" yang dituliskan Zachary sengaja dengan huruf kapital dan tebal.


Ini sudah kedua kalinya pak Romi berusaha mendekati nona Chiara. Yang pertama dulu beliau sepertinya berusaha menggunakan pengaruhnya di sekolah untuk menekan nona. Apakah nona baik-baik saja sekarang? Kalau om Aaron nona mendengar hal ini, beliau pasti akan merasa tidak suka dan tidak tenang karena khawatir.


Chiara melanjutkan membaca pesan dari Zachary yang mengkhawatirkannya. Dan itu bisa dimaklumi oleh Chiara yang tahu bahwa Zachary memang mendapat perintah khusus dari Aaron untuk selalu menjaganya selama dia berada di Amerika.


Dengan gerakan cepat, Chiara meraih handphonenya dan membalas tulisan Zachary melalui pesan singkat, agar yang lain tidak bisa mengetahui apa yang sedang dibicarakan Chiara dan Zachary saat ini.


Kalau begitu jangan katakan apapun pada om Aaron pak Zac. Lagipula sekarang pak Zac dan Diego sudah datang ke tempat ini. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi pak Zac... segera cari alasan untuk bisa mengajakku pergi dari sini. Aku tidak mau berlama-lama di tempat ini.


Pesan dari Chiara langsung membuat Zachary bedehem pelan.


Kebetulan saya sedang membutuhkan nona untuk membicarakan persiapan pesta ulang tahun nona Chiara besok. Jika ada sesuatu yang kurang, saya bisa segera mengaturkan untuk nona. Pak Aaron ingin pesta besok menjadi pesta yang akan selalu dikenang oleh nona, karena setelah besok, nona mulai memasuki usia dewasa.


Zachary kembali membalas pesan dari Chiara, membuat Grace yang sedari tadi ikut membaca pesan mereka yang saling berbalasan tersenyum geli, apalagi ketika sudut mata Grace menangkap sosok Romi yagn terlihat gelisah dan tidak nyaman karena semua orang sedang sibuk sendiri dengan yang lain, tanpa melibatkannya sama sekali.


"Nona, sebaiknya kita pergi sekarang sebelum malam, supaya waktu istirahat Nona tidak terganggu." Zachary berkata sambil menutup tablet di tangannya dan mundur selangkah agar Chiara bisa leluasa untuk bergerak dan bangkit dari duduknya.


"Oke Pak Zac. Kita pergi sekarang. Ayo Grace, Jaka, kalian bilang akan membantuku hari ini kan?" Tanpa memandang sedikitpun ke arah Romi yang tampak mengepalkan salah satu tangannya, yang ada di pangkuannya, dan tertutup oleh meja, sehingga hanya Jaka yang duduk tepat di sebelahnya yang bisa melihat kejadian itu.


Dan Jaka justru tersenyum geli melihat bagaimana Romi yang terlihat begitu kesal karena kehadirannya dianggap sebagai angin lalu oleh semua orang yang hadir disitu.


Kalian benar-benar tidak menganggap keberadaanku. Cepat atau lambat, aku akan menemukan info siapa Diego dan apa hubungan laki-laki itu dengan Chiara.


Romi berkata dalam hati sambil mengalihkan wajahnya ke samping, dengan bibirnya mengeluarkan sebuah desisan pendek.


"Oke oke.... Jangan khawatir Chiara. Aku akan ikut denganmu. Bagaimana denganmu Diego?" Jaka berkata sambil memandang ke arah Diego.


"Pasti ikutlah... ayo...." Tanpa berpikir panjang Diego langsung menjawab, dan berjalan mendekat ke arah Chiara, sengaja melakukan itu untuk memberi tanda pada Romi bahwa Chiara sudah tidak sendiri lagi, meskipun yang menjadi suami Chiara adalah Aaron sepupunya.


"Lain kali kalau terjadi hal seperti ini lagi, hubungi saja Aaron. Karena bagi Aaron, mengusir Romi dan keluarganya dari kota ini sama mudahnya dengan menginjak semut atau menepuk nyamuk-nyamuk nakal yang berusaha menggigitmu." Diego berbisik pelan kepada Chiara yang langsung melotot.