
"Tunggu sebentar." Wanita yang merupakan EO acara itu berkata sambil mengangkat tangannya ke atas, dan meraih veil (kerudung) pengantin Chiara yang masih terbuka, dan meraihnya, untuk kemudian menutupnya, sehingga wajah Chiara tertutup dan terlihat samar.
"Ayo Nona Chiara, pangeran tampanmu sudah menunggumu di luar. Jangan biarkan dia menunggu terlalu lama dan tidak sabar sehingga menyusulmu ke tempat ini." EO itu kembali berkata sambil tersenyum dengan wajah bahagianya, seolah ikut merasakan kebahagiaan kedua calon pengantin.
"Sebentar...." Brenda berkata sambil membantu Chiara mengangkat ekor gaun pengantinnya yang cukup panjang dan melebar, memenuhi lantai di sekitarnya.
Gerakan Brenda segera diikuti oleh Grace yang ikut membantu merapikan dan mengangkat ekor gaun pengantin Chiara.
"Oke girls... Let's go."
Dengan langkah lambat Chiara berjalan sambl berusaha menenangkan debaran di dadanya yang membuatnya beberapa kali menarik nafas panjang, dan juga mengigit bagian bawah bibirnya.
Jika saja tidak ingat kalau dia sudah dirias dengan sedemikian cantik sebagai seorang pengantin, rasanya Chiara ingin membasahi bibirnya, bahkan mungkin membasahi bibirnya dengan lidahnya untuk menghilangkan, atau paling tidak mengurangi rasa gugup dirinya.
Sayangnya Chiara tahu jika dia berani melakukan itu, dia akan merusak riasan wajahnya sendiri, dan dia tentu saja tidak ingin melakukan hal yang bisa membuatnya tidak tampil sempurna di depan Aaron.
Begitu Chiara memasuki area gedung utama tempat pernikahannya, dari tempatnya berjalan sekarang, Chiara bisa melihat di ujung sana, tampak Aaron berdiri dengan setelan jasnya yang berwarna putih sedang berdiri tegak menatap lurus ke arahnya, terlihat selain tampan, juga gagah dan menawan.
Aduh jantungku.... kenapa om Aaron terlihat begitu keren dan mempesona dengan jas pengantin yang dipakainya?
Chiara melenguh dalam hati menyadari semakin dia berjalan mendekat ke arah Aaron, debaran di dadanya semakin menggila.
Sedang Aaron yang sedang berdiri di ujung sana, begitu sosok Chiara melangkah memasuki ruangan, tampak langsung menahan nafasnya, dan menelan ludahnya dengan begitu susah payah karena dengan mata supernya, bahkan sebuah veil tidak bisa menghalangi pandangan mata Aaron untuk melihat betapa cantiknya wajah Chiara di balik veil itu dengan begitu jelas dan detail.
Aaron bisa melihat betapa cantiknya Chiara dengan matanya yang bulat dan selalu terlihat ceria, dengan alis yang melengkung sempurna yang menaungi maata indah itu, bulu mata lentik, hidung mancung dan juga bibir mungilnya yang membuatnya sungguh terlihat imut bagi Aaron, yang seringkali membuat tubuh Aaron panas dingin karena harus seringkali menahan diri agar tidak mencoba untuk menyentuh bibir itu dengan jari-jari tangannya, dan mengelusnya lembut.
Wajah cantik Chiara meskipun tampak tegang dan begitu gugup, membuat Aaron tidak bisa mengendalikan reaksi tubuhnya saat melihatnya, dimana tiba-tiba untuk pertama kalinya, dia merasa begitu gugup dan salah tingkah, jantungnya serasa berdetak kencang seperti genderang perang, dan kedua tangannya yang sedang terkepal erat di samping tubuhnya terasa sedikit basah dan dingin.
Diego yang berdiri tegak di samping Aaron sebagai groomsmen, begitu melirik ke arah Aaron yang wajahnya tampak tegang sekaligus gugup membuatnya hampir saja tertawa geli.
Begitu Chiara memasuki ruangan pesta itu, sebuah lagu mengalun lembut mengiringi langkah-langkah anggun dan pelannya.
Sebuah lagu dari David Pomeranz dengan judul On This Day terdengar lembut dinyanyikan oleh seorang penyanyi yang merupakan salah satu anggota keluarga Malverich, membuat bulu kuduk Chiara berdiri karena begitu menghayati arti dari lirik lagu yang mengalun lembut itu.
On This Day - David Pomeranz
Here we stand today (Di sini kita berdiri hari ini)
Like we always dreamed (Seperti yang selalu kita impikan)
Starting out our live together (Memulai hidup kita bersama)
Light is in your eyes (Cahaya di mata mu)
Love is in our hearts (Cinta dalam hati kita)
I can't believe you really mine forever (Tidak bisa ku percaya kau benar-benar menjadi milikku selamanya)
Been rehearsin' for this moment all my life (Oh, sudah berulang kali aku berlatih untuk saat-saat ini dalam hidupku)
So don't act surprise (Jadi aku tidak akan terkejut)
If the feelings start to carry me away (Jika rasa ini membawa ku pergi)
*On this day *( Di hari ini)
I promise forever (Aku berjanji selamanya)
On this day (Di hari ini)
I surrender my heart (Aku menyerahkan hatiku)
Here I stand, take my hand (Di sini aku berdiri, sambut tanganku)
And I will honor every word that I say (Dan aku akan menghormati setiap kata yang aku ucapkan)
Not so long ago (Di waktu yang lalu)
This earth was just a field (Bumi ini hanya sebuah tempat)
Of cold and lonely space (yang dingin dan ruangan yang sepi)
Without you (Tanpa mu)
Now everything's alight( Kini semua bercahaya)
Now everything's revealed (Kini semua terungkap)
And the story of my life (Dan cerita hidupku)
Is all about you (Semuanya adalah tentang mu)
So if you feel the cold winds (Jika kau merasakan angin yang dingin)
Blowing through your nights (Berhembus melalui malammu)
I will shelter you (Aku akan menaungi mu)
I'm forever here to chase your fears away (Aku di sini selamanya menghilangkan rasa takut mu)
On this day (Di hari ini)
I promise forever (Aku berjanji selamanya)
On this day (Di hari ini)
I surrender my heart (Aku menyerahkan hati ku)
Here I stand, take my hand (Di sini aku berdiri, sambut tangan ku)
And I will honor every word I say (Akan ku hormati setiap kata yang aku ucapkan)
On this day (Di hari ini)
Oh, I've been rehearsin' for this moment all my life (Oh, sudah berulang kali aku berlatih untuk saat-saat ini dalam hidup ku)
So don't act surprised (Jadi aku tidak akan merasa terkejut)
If the feeling starts to carry me away (Jika rasa mulai membawa ku pergi)
On this day (Di hari ini)
I promise forever (Aku berjanji selamanya)
On this day (Di hari ini)
I surrender my heart (Aku menyerahkan hatiku)
Here we stand, like I planned (Di sini kita berdiri, seperti yang aku rencanakan)
Please say you'll always look at me this way (Kumohon katakanlah kau akan selalu melihat ku seperti ini)
Like on this day (Seperti di hari ini)
On this day (Di hari ini)
Bahkan kata-kata dalam lagu itu membuat Chiara hampir saja tidak bisa menahan airmatanya.
Bagi Chiara, dia begitu ingin bahwa kata-kata dalam lagu itu merupakan ungkapan isi hati dari Aaron, yang dari tempatnya tampak berdiri tanpa bergeming sedikitpun dan sedang menatap ke arah Chiara tanpa berkedip sedetikpun sejak gadis kecilnya itu berjalan ke arahnya dengan langkah pelan dan anggun, dengan gaun pengantin berwarna putih yang membuatnya terlihat elegan.