
Meskipun Grayson di seberang sana beberapa kali mengernyitkan dahinya saat menerima panggilan telepon dari Sarah, akan tetapi semua perintah Sarah dia iyakan tanpa membantahnya sama sekali.
Mama dan papa akan menginap di rumah Chiara beberapa hari? Apa yang sudah terjadi? Tumben sekali mereka berdua berpikir untuk menginap di sana? Ah, mungkin seperti yang dikatakan mama, karena bu Ida dan Tia sedang tidak ada di tempat secara bersamaan.
Grayson yang tidak mengetahui kepulangan Aaron ke Indonesia, hanya bisa menebak-nebak dalam hati.
Mama memang sangat menyayangi Chiara, dia pasti khawatir karena Chiara harus tinggal sendiri tanpa ada yang menemaninya beberapa hari ke depan. Dan papa yang selalu ada bersama mama, tidak heran dia juga ikut menginap di sana.
Grayson kembali berkata dalam hanti sambil tersenyum, karena membayangkan wajah cantik dan sikap ceria Chiara yang sudah membuat semua orang di rumah itu menyukainya.
# # # # # # # #
“Semua sudah beres, kalau begitu, kita bisa mengobrol santai sambil menunggu pakaian ganti kami datang.” Sarah berkata sambil melirik ke arah bagian dalam apartemen Aaron.
“Ada makanan ringan di sini Chiara?”
“Ada Ma. Sebentar.” Chiara segera menjawab pertanyaan Sarah sambil bangkit dari duduknya.
Zachary yang mendapatkan lirikan dari Aaron, dengan sigap langsung menyusul Chiara yang berjalan ke arah dapur.
“Nona apa yang bisa saya bantu?” Zachary yang mengekor di belakang Chiara segera menawarkan bantuan.
“Eh, Pak Zac, sebelum pergi bu Tia membuatkan aku beberapa kue dan dimasukkan ke kulkas.” Chiara berkata sambil membuka kulkas dan melongokkan kepalanya ke dalam kulkas.
“Biarkan saya yang memanaskannya di mocrowafe Nona. Nona kembali ke ruang keluarga saja supaya bisa mengobrol dengan yang lain, terutama om Aaron Nona. Kan sudah setahun lebih Nona tidak bertemu dengan pak Aaron.” Zachary yang mengucapkan kata-katanya dengan nada menggoda membuat senyum malu-malu tersungging di bibir mungil Chiara.
(Microwave adalah alat elektronik dapur dengan fungsi yang hampir sama seperti oven, hanya saja microwave menggunakan gelombang elektromagnetik untuk memanaskan dan memasak makanan. Pada microwave, makanan akan menyerap gelombang mikro elektromagnetik yang berfrekuensi 2.450 MHz dengan panjang sekitar 12,24 cm.
Pada oven, panas yang dihasilkan yakni berasal dari listrik. Kemudian suhu panas tersebut perlahan akan menyebar dan cenderung mematangkan makanan. Biasanya, oven juga akan disertai dengan kipas untuk meratakan panas pada makanan.
Pada microwave, kecepatan dalam memanaskan cenderung dapat lebih cepat. Sebab, gelombang elektromagnetik hanya cukup berpusat pada ruang kecil saja).
Untuk waktu yang tidak sebentar, mereka semua mengobrol sambil menikmati makanan ringan di atas meja, sampai orang suruhan dari rumah keluarga Malverich datang, membawa semua barang yang dibutuhkan oleh Sarah dan Johnson untuk menginap di apartemen Aaron malam ini.
“Kalau begitu Zachary, tunjukkan pada kami kamar tamu yang bisa kami tempati, karena kami ingin beristirahat. Dan aku pikir, Aaron yang baru datang hari ini juga pasti ingin segera beristirahat di kamarnya.” Sarah berkata sambil menjauhkan tubuhnya dari sofa yang dia duduki, disusul oleh Johnson, sedang Zachary, dengan sigap segera mendekat ke arah Sarah dan Johnson, bersiap menunjukkan kamar tamu untuk mereka.
Sebelum Zachary menunjukkan kamarnya, lebih dahulu Zachary melirik ke arah Aaron yang segera menggerakkan pupil matanya, untuk menunjukkan kamar mana yang harus ditunjukkan oleh Zachary, yang pastinya bukan kamar yang selama ini ditempati oleh Chiara, agar tidak menimbulkan banyak pertanyaan, kenapa di kamar itu ada banyak barang-barang milik Chiara.
Di apartemen mewah milik Aaron itu, memang bukan hanya dua atau tiga kamar di sana.
Karena meskipun kedua kamar itu dianggap sebagai kamar tamu, karena Aaron sendiri tidak pernah membiarkan orang lain menginap di sana, kedua kamar itu belum pernah digunakan sama sekali.
Begitu Johnson dan Sarah pergi diantar oleh Zachary dan orang yang mengantar barang-barang pesanan Sarah yang diambil dari rumah Malverich, baik Aaron dan Chiara justru terdiam seribu bahasa dengan sikap tubuh yang terlihat canggung, seolah mereka sedang disidang oleh guru BP di sekolah karena sudah melakukan kesalahan.
“Om Aaron….”
“Chiara…..”
Baik Aaron dan Chiara sama-sama memanggil nama, membuat Aaron dan Chiara kembali sama-sama terdiam.
“Kamu duluan.”
“Kamu duluan.”
“Eh….”
“Eh….”
“Lho?”
“Lho?”
Lagi-lagi mereka berkata secara bersamaan, membuat akhirnya mereka saling melempar senyum geli.
“Kalau begitu, aku saja yang duluan.” Akhirnya Aaron berkata dengan cepat, membuat Chiara langsung menganggukkan kepalanya.
“Begini Chiara, jangan marah atau tersinggung ya, tapi kehadiran mama dan papa, terpaksa…. Untuk beberapa waktu ini… kita harus tidur dalam satu kamar. Eh… tapi jangan salah paham… jangan berpikir macam-macam… aku juga sebenarnya tidak ingin….” Aaron berkata dengan terpatah-patah, karena merasa tidak enak harus memaksa Chiara tinggal bersama dengannya dalam satu kamar karena kehadiran kedua orangtuanya saat ini, memaksa mereka harus membuat seolah-olah pernikahan mereka seperti sebuah pernikahan normal, sama dengan seperti yang dipikirkan orang lain.
“Tidak apa-apa Om Aaron. Memang kita harus melakukannya agar tidak membuat mereka kecewa.” Chiara langsung menanggapi perkataan Aaron, berusaha agar Aaron tidak perlu merasa bersalah karena hal itu.
“Aku juga tidak mau mama Sarah kecewa jika tahu selama ini kita sebenarnya tidak benar-benar tidur dalam satu kamar.” Perkataan selanjutnya dari Chiara membuat Aaron tersenyum lega.
“Ada baiknya beberapa barang penting yang kamu butuhkan, kamu pindahkan ke kamarku, agar mereka tidak curiga kalau kamu dan aku tidur dalam kamar yang berbeda.” Aaron berkata dengan setengah berbisik, sambil melirik ke arah yang lain pergi, khawatir kalau tiba-tiba saja mereka muncul dan mendengar pembicaraan mereka bedua.
“Siap Om… kalau begitu aku akan pindahkan sekarang barang-barangku.” Gerakan Chiara langsung terhenti karena Aaron yang tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya.
“Jangan sekarang… aku khawatir mereka kembali dan melihat kamu memindahkan barang-barangmu. Nanti aku akan membantumu kalau mereka sudah benar-benar tertidur.” Aaron berkata sambil melepaskan cekalan tangannya di pergelangan tangan Chiara, yang memberikan perasaan hangat yang mengalir pada hati Chiara.