Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PELUKAN PERPISAHAN



Laki-laki tampan itu tampak bangkit dari duduknya, berusaha untuk tidak banyak melihat ke arah Chiara, agar hatinya tidak goyah dan terasa semakin berat.


"Eh, Aaron, mau kemana kamu?" Suara Sarah yang tiba-tiba langsung menghentikan langkah Aaron menuju pintu keluar apartemennya.


"Iya... kenapa Ma?" Aaron terpaksa kembali membalikkan tubuhnya, dan melihat ke arah Sarah yang berdiri tepat di dekat Chiara, membuatnya mau tidak mau jadi menatap ke arah Chiara juga.


"Kok langsung nyelonong pergi? Kamu tidak berpamitan dengan Chiara dulu? 4 tahun lho kalian bakal tidak bertemu. Ayo, berikan pelukan dulu kepada Chiara." Wajah Aaron langsung terlihat salah tingkah begitu mendengar pemintaan dari Sarah, sedang Chiara, kedua pipinya sudah seperti kepiting rebus karena malunya.


"Ayo dong... daripada nanti di bandara baru berpamitan, kalian bakal malu dilihat banyak orang. Apalagi kalau ada diantara kalian yang pakai acara menangis bombay segala." Diego langsung menyambung perkataan Sarah yang membuat yang lain tersenyum geli dan menganggukkan kepala tanda setuju dengan pendapat Diego.


Aaron harus benar-benar menata hatinya sambil melangkah ke arah Chiara yang dilihatnya terlihat begitu tegang.


"Aku pamit dulu. Jaga diri baik-baik selama aku tidak ada di sini." Akhirnya Aaron berkata lirih sambil dengan gerakan kikuk memeluk tubuh Chiara yang tanpa diduganya langsung mengangkat kedua tangannya, melingkarkannya di leher Aaron sambil berjinjit untuk dapat mengimbangi tingginya tubuh Aaron, dan memeluk leher Aaron dengan begitu erat, membuat Aaron yang tidak menyangka dengan gerakan Chiara yang tiba-tiba saja membalas pelukannya sedemikian erat dan hangat, hampir saja tersentak kaget.


"Om Aaron juga harus jaga diri baik-baik selama di sana. Jaga kesehatan Om Aaron, jangan lupa untuk makan dan beristirahat. Jangan terus-terusan memikirkan tentang pekerjaan. Kalau ada waktu, hubungi Chiara ya Om. Om Aaron harus hati-hati selama di perjalanan... Bukan... bukan hanya di jalan, Om Aaron harus berhati-hati dimanapun Om Aaron berada... Kata orang di Amerika negara bebas dan juga sangat berbahaya.... Om Aaron harus...." Chiara yang suaranya terdengar semakin tersendat akhirnya tidak lagi mempu melanjutkan kata-katanya.


"Huaa...." Tiba-tiba saja Chiara menangis keras, membuat Sarah menyipitkan matanya, merasa ikut sedih mendengar tangisan Chiara yang terlihat jelas kalau dia tidak rela Aaron pergi meninggalkannya.


Zachary yang awalnya ingin menertawakan kecerewetan Chiara ketika memberikan kata-kata perpisahannya pada Aaron jadi ikut merasa kasihan begitu melihat tangis keras Chiara yang kepalanya dia sembunyikan di dada bidang Aaron.


Aaron sendiri terlihat tidak ada niat untuk menegur atau mengingatkan Chiara bahwa airmatanya sudah membuat pakaiannya basah.


Dengan gerakan pelan, justru akhirnya Aaron menepuk-nepuk lembut punggung Chiara yang masih memeluk lehernya dengan begitu erat, seolah tidak ingin melepaskan pelukannya dari Aaron.


Maaf Chiara... maafkan aku.... Tapi aku harus pergi untuk kebaikan kita berdua. Maaf karena aku terpaksa muncul di hadapanmu setelah sekian lama membiarkanmu tidak mengetahui tentang keberadaanku. Maaf karena aku memaksakan diri untuk menikahimu. Kalau sampai sekarang kamu tidak mengenalku, mungkin kamu tidak akan merasa sesedih ini karena kepergianku.


Aaron berkata dalam hati, sambil menahan nafasnya.


Pada akhirnya, melihat bagaimana Chiara menangisi kepergiannya, Aaron hanya bisa meletakkan dagunya di atas kepala Chiara, dengan tangan tetap menepuk-nepuk lembut punggung Chiara yang berada dalam pelukannya, yang terlihat jelas begitu enggan melepaskan pelukan lengannya yang melingkar di leher Aaron, meskipun kakinya yang berjinjit sudah mulai terasa pegal.


"Sudah Chiara, jangan menangis lagi, kan Aaron tetap akan menghubungimu.... Tenang ya, dia tidak mungkin melarikan diri darimu. Kalau iya, kita akan kejar dia sama-sama." Sarah akhirnya megnucapkan sedikit kata-kata candaan untuk menghibur Chiara, sambil mengelus salah satu lengan Chiara yang pelan-pelan akhirnya mau melepaskan pelukannya pada leher Aaron.


Bagi Sarah, sikap Chiara yang menunjukkan sisi kanak-kanaknya sangat bisa dimaklumi olehnya.


Dan ketika Chiara mulai merasa nyaman dan bahagia dengan keberadaan Aaron, tiba-tiba harus berpisah dari Aaron, bagi Sarah, untuk anak seusia Chiara, hal itu pasti tidak mudah untuknya.


"Om... jangan lupakan Chiara ya...." Dengan masih sesenggukan menahan tangisnya, Chiara berkata kepada Aaron sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap ke arah Aaron yang langsung menghela nafasnya mendengar permohonan dari Chiara.


"Jangan konyol, mana mungkin aku melupakanmu."


My little girl... my little bride... my everything....


Aaron meneruskan kata-katanya dalam hati tanpa berani mengucapkanya di depan yang lain, apalagi Chiara, yang selama ini sebisa mungkin Aaron selalu menyembunyikan perasaannya terhadap gadis kecilnya itu.


"Janji ya Om... Chiara akan jadi anak baik selama Om pergi, jadi Om harus kembali pada Chiara." Untuk saat ini Aaron hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar permintaan Chiara padanya.


Melihat anggukan kepala dari Aaron, Chiara langsung menyungingkan senyumnya dengan wajah terlihat kembali ceria.


Maafkan aku my little girl... kumohon... jangan pernah jatuh cinta padaku. Aku tidak pantas untuk mendapatkan cintamu yang begitu tulus dan murni itu.


Aaron berkata dalam hati dengan penuh penyesalan dan dada yang terasa begitu menyakitkan, karena setelah berada di Amerika, dia sudah menyusun berbagai rencana agar hubungannya dengan Chiara bisa menjauh, sehingga 4 tahun lagi saat dia mengajukan perceraian, Chiara akan langsung menyetujuinya tanpa beban.


"Kalau begitu, kita berangkat sekarang, sebelum Om Aaron terlambat." Chiara berkata dengan nada ceria, dan langsung menarik lengan Aaron, membuat yang lain melongo karena melihat begitu cepatnya keceriaan Chiara kembali karena anggukan kepala dari Aaron.


"Eh Nona Chiara...." Zachary yang melihat itu dengan cepat langsung menyusul Chiara yang sudah menarik lengan Aaron dan mengajaknya keluar dari apartemen.


"Kenapa Pak Zac? Bukannya kata Pak Zac sudah waktunya untuk Om Aaron berangkat ke bandara sekarang?" Chiara langsung bertanya kepada Zachary sambil terus mengajak Aaron berjalan menuju lift, diikuti oleh yang lain.


"Iya Nona, tapi tidak perlu sampai terburu-buru seperti itu." Zachary berkata sambil tersenyum, sedang Chiara langsung tertawa mendengar perkataan Zachary.


"Tidak apa-apa pak Zac, semakin cepat om Aaron pergi, berarti om Aaron akan semakin cepat kembali ke tempat ini." Chiara berkata dengan suara terdengar begitu ceria, membuat Aaron hanya bisa terdiam tanpa berani menatap ke arah Chiara, bahkan Aaron sengaja mengalihkan wajahnya ke samping, agar Chiara tidak bisa melihat wajahnya yang terlihat galau saat ini.


"Ah, begitu ya, benar juga." Akhirnya Zachary mengiyakan kata-kata Chiara sambil menyusul masuk ke dalam lift, setelah Johnson, Sarah dan Diego masuk ke dalam lift.