
"Jangan khawatir Nona, setelah Nona menyelesaikan semua buku itu, saya akan menyiapkan buku yang lainnya." Chiara langsung tertawa mendengar perkataan Zachary yang sudah seminggu ini setiap sore mengajarkannya banyak hal.
Minggu lalu Zachary sedikit mengajari Chiara pengetahuan dasar tentang seluk beluk bagaimana cara menjadi pemimpin yang berhasil.
"Pak Zac... apa om Aaron dulunya sejak SMA juga belajar tentang buku-buku managemen seperti ini?" Zachary langsung menghela nafasnya mendengar pertanyaan dari Chiara.
"Bukan sejak SMA Nona. Saya baru mengenal pak Aaron setelah beliau bekerja dan saat itu mencari asisten pribadi. Tapi saya dengar, sejak SMP pak Aaron sudah dituntut untuk mempelajari semua hal tentang bisnis keluarganya, karena beliau anak sulung dari keluarga Malverich. Di sudah dipercaya orangtuanya mengerjakan laporan keuangan sejak masih di bangku SMA. Beliau pagi sekolah, sore mengerjakan laporan keuangan perusahaan, meskipun tidak semua laporan keuangan." Mata Chiara langsung melotot mendengar penjelasan dari Zachary.
"Wah... semuda itu sudah masuk dalam perusahaan? Dan terjun langsung disana? Om Aaronku memang hebat." Chiara berkata sambil tersenyum bahagia.
Sudah sejak seminggu ini Chiara berpisah dari Aaron, dan seperti permintaan Aaron, tidak sekalipun sejak Aaron mengirimkan pesan itu, Chiara berusaha untuk mengirimnya pesan.
Chiara memilih untuk tetap diam, menahan dirinya sebisa mungkin untuk dapat menghormati keputusan dari Aaron.
Justru bagi Chiara, pesan Aaron itu menjadi semangat baginya untuk belajar dan bekerja keras, agar dia bisa melewati waktu 4 tahun ini dengan baik, dan membuat Aaron mengakuinya keberhasilan dari usaha kerasnya.
Tapi membicarakan tentang Aaron dengan Zachary, bagi Chiara itu adalah obat rindu yang cukup mujarab.
Chiara begitu bersemangat saat Zachary menceritakan apapun tentang Aaron. Entah masa kecilnya, kebiasaannya, makan kesukaannya, caranya bekerja dan memimpin orang, keputusan-keputusan yang pernah dibuatnya.
Semua hal yang diceritakan Zachary padanya tentang Aaron, membuat Chiara begitu bersemangat, dan bisa membuat rasa rindunya terhadap Aaron sedikit terobati.
Zachary sendiri, yang bisa melihat dengan jelas bagaimana suka dan bersemangatnya Chiara saat dia menceritakan apapun tentang Aaron, membuat Zachary seringkali memang menyelipkan cerita tentang Aaron saat memberikan pelajaran tentang managemen kepada Chiara, agar gadis itu semakin bersemangat untuk belajar.
Dengan tingkat kecerdasan Chiara, Zachary merasa ikut bersemangat memberikan pelajaran pada Chiara yang begitu cepat menyerap semua pelajaran yang dia berikan.
Bahkan di luar ekspektasinya, Chiara selalu dapat menyelesaikan tugas-tugas darinya sebelum batas waktu yang sudah ditentukan oleh Zachary.
Setiap hari setelah memberikan pelajaran pada Chiara, Aaron akan langsung meminta Zachary melakukan meeting via online dengannya, untuk melaporkan apa saja yang dipelajari oleh Chiara dan bagaimana perkembangan Chiara dalam mempelajari semua hal yang sudah diatur oleh Aaron dengan baik itu.
"Tidak ada yang pernah meragukan kehebatan pak Aaron dalam bekerja. Karena itu semua orang yang berkerja di bawahnya selalu merasa bangga bisa bekerjasama dengannya. Selama menjadi sekretarisnya, saya tidak pernah sekalipun menemukan adanya keputusan pak Aaron yang salah atau berakibat merugikan perusahaan. Belum pernah ada satupun proyek yang gagal, yang dikerjakannya. Entah besar atau kecil, pak Aaron akan selalu menunjukkan hasil yang baik untuk semua proyek yang dikerjakannya. Apalagi Nona Chiara tahu, meskipun pak Aaron tidak banyak bicara dan juga seringkali bersikap dingin, tapi dari tindakannya, dia selalu perduli pada orang lain." Mendengar bagaimana Zachary yang begitu memuji-muji Aaron, membuat Chiara tertawa kecil.
"Kenapa Nona tertawa? Apa ada yang lucu?" Zachary yagn benar-benar serius dengan apa yang diucapkannya jadi merasa aneh melihat Chiara tertawa setelah mendengar perkataannya.
"Tidak Pak Zac, tidak ada yang salah. Hanya saja... Pak Zac terlihat begitu mengagumi om Aaronku. Kalau Pak Zac adalah seorang perempuan, aku pasti akan cemburu melihat bagaimana cara Pak Zac bercerita tentang sosok om Aaron yang mengagumkan itu." Mendengar perkataan Chiara, akhirnya Zachary ikut tertawa geli.
"Tidak perlu cemburu pada siapapun Nona. Toh pada akhirnya, sekarang yang merupakan istri sah dari pak Aaron adalah Nona Chiara." Zachary berkata sambil meraih spidol whiteboard berwarna hitam, dan berjalan mendekat ke arah papan tulis, di depan Chiara, untuk memulai pembelajaran mereka.
"Pak Zac...." Panggilan dari Chiara membuat gerakan tangan Zachary terhenti sebentar di udara, dan dia langsung menoleh ke arah Chiara.
"Pak Zac... tapi... om Aaron baik-baik saja kan disana?" Dengan ragu Chiara bertanya kepada Zachary yang baru tahu dari Chiara 3 hari lalu bahwa Aaron melarangnya untuk mengirimkan pesan padanya, apalagi telepon, yang tentunya Chiara tidak berani untuk melakukan itu setelah muncul larangan dari Aaron tentang masalah pesan itu.
Untuk itu, Chiara memaksa Zachary berjanji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang hal itu, agar tidak ada orang yang curiga tentang pernikahan palsu mereka, dan Zachary sudah berjanji untuk tetap tutup mulut, karena dia sendiri sebenarnya ingin agar Aaron dan Chiara ke depannya bisa bersama sebagai suami istri yang sebenarnya.
Meski Chiara bertekad untuk memenuhi permintaan Aaron untuk tidak menghubungi atau berkirim pesan, bukan berarti Chiara berhenti untuk mencari info tentang bagaimana kabar dan kondisi Aaron melalui orang-orang yang bisa dia korek infonya, termasuk keluarga Aaron dan juga Zachary.
"Om Aaron Nona Chiara baik-baik saja. Hanya saja, sudah begitu lama om Aaron Nona tidak pernah mengunjungi kantor yang ada di Amerika untuk waktu yang lama. Mungkin karena itu beliau sangat sibuk sekarang ini. Pasti banyak orang yang ingin bertemu dengan beliau, entah para pegawai dengan membawa laporan mereka, atau rekan bisnis untuk membicarakan kerjasama." Zachary dengan cepat langsung menjawab pertanyaan Chiara, berusaha membuat Chiara untuk tidak merasa sedih karena tindakan Aaron yang melarangnya untuk menghubunginya sementara ini.
Padahal Zachary bisa melihat bagaimana setiap harinya dengan wajah penasarannya, Aaron selalu menanyakan pada Zachary bagaimana kondisi Chiara hari ini, sebelum Zachary mulai memberitahukan padanya tentang perkembangan belajar Chiara.
Selama ini, Zachary yang sudah cukup lama melayani apapun keperluan Aaron, termasuk melaporkan banyak hal pada Aaron, baik yang berhubungan dengan pekerjaan ataupu keluarganya, bisa melihat bagaimana sikap Aaron sungguh berbeda jika itu laporan Zachary itu tentang Chiara.
Aaron yang selama ini terlihat tenang dan cenderung dingin, tidak bisa menyembunyikan bahwa berita apapun tentang Chiara membuatnya begitu tertarik, yang bagi Zachary mata Aaron terlihat selalu berbinar saat nama Chiara disebutkan diantara mereka.