
"Tidak masalah, kamu atur ulang jadwal meetingku besok, agar aku bisa bertemu dengan Angelina terlebih dahulu dan menyelesaikan urusan kami. Aku memang harus segera bertemu dengan Angelina besok." Aaron berkata dengan nada suara datar.
Sedang Chiara yang duduk di sampingnya, dengan wajah terlihat tidak sabar, menunggu sampai Aaron menyelesaikan panggilan teleponnya.
"Angelina akan datang ke Indonesia Om Aaron?" Pertanyaan Chiara yang langsung diucapkannya begitu Aaron menutup panggilan teleponnya, membuat Aaron langsung menoleh sekilas ke arah Chiara, lalu kembali fokus pada kemudi dan melepas earphone dari telinganya dengan tangan kirinya, sedang tangan kanannya berada di setir mobilnya.
“Iya, dan aku harus bertemu dengannya besok begitu dia datang.” Aaron memberitahukan kepada Chiara rencananya besok.
"Padahal Om Aaron sudah berjanji akan mengatur masalah aku yang akan mulai ikut terjun langsung ke bisnis perhotelan." Chiara langsung mencari cara untuk mencegah Aaron bertemu dengan Angelina.
"Kan sudah diaturkan dengan Zachary besok. Setelah bertemu dengan Angelina, aku akan mengajakmu untuk bertemu dengan para pemimpin perusahaan papamu." Tanpa menyadari adanya kilatan cemburu di mata Chiara, Aaron menanggapi perkataan Chiara.
"Kalau begitu, besok aku tidak ada jadwal ke kampus, berarti aku boleh menyusul Om Aaron ke kantor Om Aaron besok? Biar bisa lebih menghemat waktu? Kita bisa langsung berangkat bersama-sama dari kantor Om." Permintaan Chiara sempat membuat Aaron terdiam sejenak untuk berpikir.
"Idemu bagus juga. Datang saja besok jam 12, sekalian kita makan siang dulu di luar sebelum meeting dengan orang-orang perusahaan papamu." Begitu menyadari kalau ide Chiara bukan ide yang buruk, Aaron langsung menyetujui permintaan Chiara untuk datang ke kantornya besok.
Lihat saja besok, aku akan datang lebih awal, dan tidak akan membiarkan wanita seperti Angelina mengganggu suamiku.
Chiara berkata dalam hati dengan tekad bulat untuk menunjukkan pada Angelina, bahwa dia tidak akan membiarkan Aaron tergoda padanya.
"Om Aaron...."
"Hmmm... kenapa?"
"Apa besok Om Aaron harus bertemu dengan Angelina? Kan dia juga baru datang besok. Masak harus segera bertemu dengan Om Aaron? Tidak bisakah lewat telepon saja?" Meski niatnya Chiara tidak ingin Aaron bertemu langsung dengan Angelina, tapi karena tidak mungkin dia mengatakan sejujurnya kepada Aaron, Chiara mencoba membuat agar Aaron tidak perlu bertemu dengan Angelina.
"Iya, banyak hal yang harus aku bicarakan dengannya, dan harus bertatap muka langsung dengannya, karena banyak hal penting yang mau aku tugaskan padanya selama aku tidak ada di Amerika. Apalagi aku tidak berencana kembali ke Amerika dalam waktu dekat." Kata-kata Aaron membuat kening Chiara langsung berkerut.
"Apa itu artinya Om Aaron akan kembali lagi ke Amerika lagi meskipun tidak sekarang? Tidak dalam waktu dekat?" Pertanyaan Chiara yang terdengar mulai bernada tinggi, membuat Aaron kembali menoleh dan tersenyum.
Dengan sikap Chiara, tanda-tanda yang ditunjukkan padanya, Aaron bukannya tidak tahu kalau gadis kecil yang sudah menjadi istri sahnya itu, sudah jatuh cinta padanya, sehingga tidak heran bagi Aaron, kalau kehadiran Angelina membuat Chiara merasa tidak nyaman.
Sayangnya, untuk saat ini Aaron belum bisa dan belum berani berterus terang kepada Chiara, bahwa dia membutuhkan sosok Angelina berkaitan dengan keberadaan para manusia super yang ikut bergabung dalam kelompoknya.
"Tentu saja ada saatnya aku harus pergi ke Amerika untuk melakukan pengecekan bisnisku di sana. Tapi bukan berarti aku akan menetap lagi di Amerika." Aaron berkata sambil mengacak pelan rambut di puncak kepala Chiara yang level emosinya langsung sedikit menurun mendengar janji dari Aaron.
"Atau kamu mau ikut bersamaku saat aku ke Amerika nanti? Kamu bisa sekalian berlibur di sana." Penawaran Aaron membuat mata Chiara sedikit terbeliak dengan wajah tidak percayanya, juga menimbulkan bias merah di wajahnya, karena ajakan Aaron itu mengingatkannya pada pembicaraan di meja makan tadi pagi tentang rencana bulan madu.
"Kalau sudah ada rencana ke sana, aku akan memberitahumu, agar kamu juga bisa bersiap-siap untuk bisa ikut kesana." Tanpa menunggu jawaban dari Chiara, Aaron langsung berkata, seolah-olah Chiara pasti menjawab iya untuk penawarannya.
Yes! Om Aaron mengajakku ke Amerika? Tentu saja aku akan ikut dengannya! Yes!
Chiara bersorak kegirangan dalam hati, serasa mendapatkan jackpot besar, membuat hatinya yang tadi kesal setelah mendengar nama Angelina, tiba-tiba menghilang begitu saja rasa kesal itu.
Setelah mendengar bahwa Aaron tidak akan kembali meninggalkannya ke Amerika lagi menjadi hal yang sangat membuat Chiara bahagia, ajakan Aaron ke Amerika adalah hal paling membahagiakan berikutnya.
Dan Chiara berharap, ke depannya akan ada banyak hal bahagia yang bisa dia alami bersama dengan Aaron.
Setelah sekilas melirik Aaron, Chiara hanya terdiam sambil mengalihkan wajahnya dari jangkauan mata Aaron, untuk menutupi wajah bahagianya dan memerahnya saat ini.
"Kita sudah sampai." Suara Aaron membuat Chiara tersadar dari pikirannya yang sedang membayangkan alangkah senangnya dia ketika dia benar-benar diajak pergi ke Amerika oleh Aaron kelak.
"Eh, iya Om...." Dengan suara terdengar pelan karena belum bisa mengendalikan dirinya yang sedang bahagia karena ajakan Aaron ke Amerika tadi, Chiara berkata sambil sedikit menundukkan wajahnya yang masih terlihat malu-malu.
Aaron yang melihat tingkah istri kecilnya itu hanya bisa tersenyum tipis sambil sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kalau sudah selesai, hubungi aku, biar aku jemput." Aaron berkata sambil tangannya bergerak, membantu Chiara untuk melepas sabuk pengamannya.
Gerakan Aaron yang tiba-tiba membantunya melepas sabuk pengaman, sehingga buku-buku jari Aaron menyentuh pinggangnya membuat tubuh Chiara sedikit tersentak, dan langsung membuatnya menghentikan gerakan tangannya karena kaget, dan juga karena dadanya yang ikut-ikutan berdisko di dalam sana.
"Ah... eh... terimakasih Om Aaron." Chiara berkata dengan suara terdengar gugup, apalagi perkataannya ditanggapi dengan senyum dari Aaron disertai dengan tatapan hangat dari mata amber Aaron yang terlihat begitu indah.
Ya Tuhan... kenapa om Aaron tampan sekali sih? Bisa-bisanya ada pria setampan om Aaron di dunia ini.
Chiara berkata dalam hati sambil memandang Aaron tanpa berkedip, membuat akhirnya Aaron yang merasa tidak nyaman, berpikir kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan wajahnya.
"Kenapa dengan wajahku Chiara? Apa ada kotoran? Atau sesuatu yang mengganggu bagimu?" Aaron berkata sambil mendekatkan wajahnya ke Chiara.
"Tidak! Justru wajah om Aaron terlihat tampan sekali hari ini. Eh, tidak! Om Aaron selalu terlihat sangat tampan. Sampai nanti Om. Terimakasih sudah mengantarku." Dengan polosnya Chiara berkata dengan ucapan yang sangat cepat, sambil bergerak cepat, langsung keluar dari mobil Aaron, tanpa berani memandang sedikitpun ke arah Aaron, yang benar-benar tidak menyangka bagaimana barusan Chiara memuji ketampanannya dengan mata menatap kagum ke arahnya, tanpa dibuat-buat.
Meskipun setelah sadar dengan apa yang dikatakannya barusan, dengan wajah memerah, Chiara buru-buru berusaha melarikan diri dari hadapan Aaron.