Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
BENAR-BENAR ISTRI AARON



“Maaf… maafkan saya Nona, saya benar-benar tidak tahu kalau Anda adalah istri pak Aaron.” Dengan wajah panik, petugas front office itu segera meminta maaf kepada Chiara.


Zachary yang mendengar permintaan maaf dari pegawai itu hanya berdiam diri, membiarkan Chiara yang menjawab, sambil menatap ke arah Chiara yang dandanannya hari ini membuat Zachary mengernyitkan dahinya dengan wajah heran, karena baru kali ini dia melihat bagaimana penampilan Chiara yang meskipun terlihat cantik, baginya juga terlihat sangat aneh.


Penampilan Chiara hari ini bagi Zachary justru tidak menunjukkan karakter asli Chiara.


Aduh nona, kenapa dengan penampilan anda hari ini? Wah... bisa-bisa pak Aaron membuat perintah agar semua pegawai pria tidak boleh memandang anda lebih dari satu detik kalau cara berpakaian anda seperti ini. Setelah cukup lama mengenal pak Aaron, kenapa nona belum mengerti juga kalau suami nona adalah seorang pencemburu berat. Dan bisa-bisa aku akan mendapatkan imbas paling besar karena aku harus mengantar anda ke kantor pak Aaron.


Zachary yang sudah tahu bagaimana sikap Aaron terhadap Chiara selama ini, meski tidak pernah diperlihatkan di depan Chiara secara langsung, berkata dalam hati, lebih fokus kepada penampilan baru Chiara daripada pegawai front office yang sedang meminta maaf kepada Chiara.


Di meja front office, dua petugas front office lainnya langsung terbeliak begitu melihat adanya panggilan telepon dari ruangan CEO mereka.


"Selamat siang Pak Aaron." Dengan berusaha bersikap profesional, salah satu dari mereka menjawab panggilan telepon dari ruang CEO mereka.


"Infokan kepada bagian front office yang lain. Aku sedang menunggu kedatangan istriku. Terima kedatangan istriku dengan baik, karena istriku baru pertama kalinya datang ke kantor kita. Langsung antarkan ke ruanganku. Namanya Chiara, Chiara Indarto. Dia akan datang pukul setengah 12 nanti." Perkataan Aaron membuat pegawai itu memandang ke arah temannya yang sedang meminta maaf pada Chiara.


Benar-benar celaka! Ternyata wanita cantik itu benar-benar istri pak Aaron. Ya Tuhan... tolong agar kami bisa selamat dari bencana hari ini.


Pegawai front office itu berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya.


"Ba... baik Pak Aaron." Pegawai itu dengan sedikit nada gugup menjawab perkataan Aaron, tanpa berani mengatakan dengan jujur bahwa sekarang ini, orang yang dimaksudkan oleh Aaron, sudah datang ke kantor, dan sempat membuat mereka salah paham dan berpikir kalau gadis cantik itu sedang mengaku-ngaku sebagai istri Aaron.


"Oke kalau begitu. Aku akan meeting dengan nona Angelina di ruang meeting. Jika istriku datang, biarkan dia menunggu di kantorku, atau ruang istirahat yang ada di kantorku." Aaron mengakhiri kata-katanya dengan segera menutup panggilan teleponnya, karena dilihatnya Angelina sudah masuk ke ruang meeting dimana Aaron yang tadinya menelpon bagian front office sambil memelototi semua data keuangan langsung mengalihkan pandangan matanya dari layar laptopnya.


Dan hal itu justru membuat pegawai front office itu menjadi salah tingkah dan canggung, juga merasa tidak enak hati, setelah mengetahui tentang siapa wanita cantik yang sempat mereka ragukan statusnya itu.


Dengan bergegas, pegawai front office yang menerima panggilan telepon dari Aaron barusan segera keluar dari meja front office, dan mendekat ke arah temannya yang sedang bersama Chiara dan Zachary.


"Maaf Pak Zachary, pak Aaron baru saja menghubungi front office, dan mengatakan kalau istrinya, nona Chiara Indarto datang kami diminta untuk mengantarnya ke kantornya. Sekarang beliau sedang ada meeting dengan nona Angelina." Pegawai front office itu berkata sambil melirk ke arah Chiara dengan pandangan takut-takut, karena merasa temannya sudah melakukan sebuah kesalahan besar pada istri pimpinan tertinggi mereka.


"Maafkan saya Nona, maaf... saya...." Petugas front office yang tadi sempat menghalangi Chiara untuk masuk kembali mengucapkan permintaan maafnya kepada Chiara, dengan membungkukkan dan menegakkan tubuhnya beberapa kali, dengan kedua tangan saling bertaut di depan perutnya.


"Eh... jangan begitu... tidak apa-apa. Kamu memang melakukan itu karena tugasmu." Chiara yang merasa tidak enak, langsung memotong perkataan petugas front office itu.


Kedua petugas front office yang berada di dekat Chiara itu langsung terdiam, dengan matanya menatap ke arah Chiara yang tampak tersenyum ke arah mereka.


Kedua pegawai itu benar-benar tidak menyangka kalau istri bos besarnya itu sikapnya ternyata sangat ramah dan juga pemaaf, tidak sombong seperti beberapa orang kaya dan orang penting yang kadang memiliki janji temu dengan Aaron.


Apalagi, semua orang di kantor itu tahu siapa Aaron... CEO tampan berwajah dingin dan datar tanpa emosi, yang boleh dibilang sangat jarang tersenyum, meskipun sikapnya tidak sombong.


Tapi sikap terlalu pendiam dari Aaron, seringkali membuat para pegawai bersikap canggung di dekatnya.


Sehingga sikap ramah dan ceria Chiara, yang merupakan istri dari CEO mereka, cukup membuat mereka kaget, sekaligus senang dan kagum.


"Maaf No...."


"Kan sudah aku bilang, tidak apa-apa. Tenang saja, aku tidak akan memberitahukan kepada om Aaron tentang kejadian ini." Chiara berkata sambil tersenyum lebar, karena dia bisa menebak apa yang sedang dipikirkan dan ditakutkan oleh apra pegawai itu dari wajah bersalah mereka.


Mendengar perkataan Chiara itu, kedua petugas front office itu langsung menarik nafas lega, termasuk satu pegawai front office lainnya yang masih berdiri di balik meja kerjanya.


Zachary yang sudah mengenal baik bagaimana sosok Chiara yang memang ramah, ceria, dan baik hati itu hanya tersenyum kecil, tidak merasa heran kalau Chiara bersikap seperti itu pada orang lain.


"Kalau begitu, biar aku yang mengantar nona Chiara ke kantor pak Aaron, kalian kembali saja ke tempat kalian." Zachary berkata sambil tersenyum, memberi tanda kepada mereka bahwa semua akan baik-baik saja, seperti yang dikatakan oleh Chiara sebelumnya.


"Ayo Pak Zac, antar aku ke kantor om Aaron." Chiara berkata sambil melempar senyum ke arah mereka berdua.


"Terimakasih Nona, Pak Zachary." Kedua wanita itu segera kembali ke tempatnya setelah mengucapkan terimakasihnya kepada Chiara dan Zachary yang langsung berjalan ke arah lift dimana tadi terakhir Chiara melihat sosok Angelina.


"Eh, tidak aku sangka, wanita cantik itu benar-benar istri pak Aaron. Cantik dan ramah, tidak terlihat sombong sama sekali, baik hati juga. Sifatnya sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan pak Aaron yang dingin dan begitu pendiam. Istri pak Aaron terlihat murah senyum dan ceria." Salah satu petugas front office itu berkata dengan menghela nafas lega, sekaligus bersyukur, pekerjaannya di kantor Malverich yang memberinya gaji cukup tinggi bisa tetap dia pertahankan, karena Chiara tidak memperpanjang dan mempermasalahkan kejadian tadi.


Jika saja itu orang kaya dan berpengaruh lain yang sombong, dan tidak mudah memaafkan, pegawai itu tidak yakin sampai sore nanti dia akan tetap bisa menjabat di posisinya sekarang.