
“Bagaimana jika bu Mona menolak untuk melakukan pengalihan hak sebagai wali resmi nona Chiara? Dan…” Zachary berkata dengan nada ragu, karena dia hanya sedang mengandai-andai saja tentang bagaimana reaksi Mona.
Bagi Zachary, orang seperti Mona yang terlihat jelas santa menyukai uang dan serakah, pasti tidak akan dengan mudah untuk menyerahkan hak walinya pada Chiara yang selama ini membuatnya hidup enak tanpa perlu bersusah payah.
“Setelah aku sah menikah dengan Chiara, tidak ada yang lebih berhak menjadi wali Chiara selain aku. Jadi, jika dia menolak, aku akan membawanya ke ranah hukum. Siapkan tim pengacara terbaik kita jika sampai hal itu terjadi. Aku akan menjadi satu-satunya wali sah dari Chiara… apapun yang terjadi.” Aaron langsung memotong perkataan Zachary dengan wajah terlihat tidak perduli dengan keinginan Mona ataupun Raksa di masa depan tentang Chiara.
"Dan lalukan itu setelah hari pernikahan kami. Agar dia tidak melakukan hal bodoh untuk mencegah pernikahan kami." Aaron kembali melanjutkan perintahnya pada Zachary.
Zachary langsung menganggukkan kepalanya tanpa berusaha mengungkapkan pendapatnya lagi tentang pengalihan hak wali Chiara, begitu melihat Aaron yang terlihat sangat serius dengan apa yang baru saja dikatakannya.
“Pak… untuk masalah cek tadi….” Zachary langsung teringat tentang cek yang tadi sempat diberikan oleh Aaron pada Mona.
“Anggap saja itu pesangon untuk bu Mona, mskipun sebenarnya dia tidak pantas untuk menerima itu. Karena untuk bulan ini, terakhir kalinya dia akan memiliki kesempatan untuk mengambil milik Chiara. Ke depannya, aku tidak akan membiarkan sepeserpun uang milik Chiara berpindah ke tangannya. Dan pastikan itu dengan baik di masa depan. Awasi dengan benar agar tante Mona tidak bisa lagi memanfaatkan posisinya sebagai tante untuk bisa menekan Chiara.” Aaron berkata dengan nada suara terdengar tidak perduli posisi Mona sebagai tante Chiara, dengan wajah tanpa ekspresinya.
“Setelah ini, segera aturkan dan berikan salah satu rekening bank milikku, untuk diserahterimakan kepada Chiara. Jatah uang bulanan miliknya dari perusahaan orangtuanya, biarkan saja dia tetap menerimanya seperti baisanya, melalui rekening itu. Dan tambahkan juga uang bulanan dariku pribadi, sejumlah uang yang dia terima dari perusahaan papanya. Biarkan dia belajar mengatur keuangan miliknya sejak dini, agar kelak dia bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses.” Aaron kembali memberikan perintah kepada Zachary yang langsung mencatatnya dengan baik di tablet yang dipegangnya.
“Dan untuk ke depannya, karena aku akan pergi ke Amerika setelah pernikahan kami, pastikan kamu menjaga Chiara dengan baik Zac. Aku juga ingin sedikit demi sedikit kamu mengajarkan padanya bagaimana menjadi seorang pengusaha, agar dia bisa sukses di masa depan, dan tidak tergantung pada orang lain. Ajarkan padanya semua yang kamu tahu tentang bagaimana cara mengurus bisnis, apa saja yang harus dilakukannya agar bisnisnya berkembang dengan baik.” Perkataan Aaron membuat Zachary hampir saja mendesah pelan.
Mereka belum lagi menikah, dan nona Chiara baru saja menghembuskan angin segar dalam kehidupan pak Aaron, menciptakan suasana cerah di sekitar pak Aaron, tapi pak Aaron sudah mengingatkan kembali tentang rencananya untuk pergi ke Amerika, dua hari setelah pernikahan mereka. Andai saja pak Aaron mau lebih lama tinggal di sisi nona Chiara…. Ah, sayang sekali….
Zachary berkata dalam hati dengan sikap tidak rela begitu memikirkan Aaron dan Chiara yang akan langsung berpisah setelah acara pernikahan mereka.
Mungkin pak Aaron sengaja melakukan itu untuk menunggu nona Chiara menjadi dewasa dan siap menjadi pendamping yang layak untuknya. Lagipula, jika mereka sudah menikah, meskipun nona Chiara masih remaja, pasti sulit bagi pak Aaron sebagai laki-laki normal mengabaikan keberadaan nona Chiara sebagai istrinya yang sah. Pasti ini adalah rencana pak Aaron untuk bisa melindungi nona Chiara hingga dewasa. Benar-benar laki-laki yang bertanggung jawab dan mengagumkan.
Akhirnya Zachary kembali berkata dalam hati untuk menghibur dirinya sendiri, dengan memikirkan kemungkinan yang baik dan rencana Aaron, tentang kepergiannya setelah menikah dengan Chiara.
Tanpa Zachary tahu bahkan bukan hanya sekedar pergi menjauh ke Amerika, tapi Aaron berencana untuk langsung menceraikan Chiara 4 tahun kemudian, setelah dia kembali dari Amerika.
“Sepertinya prediksiku tentang waktu memilih gaun pengantin sudah melenceng jauh.” Aaron berkata sambil melirik ke arah jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 19:00 malam.
Padahal, awalnya Aaron berencana untuk pergi mengurus gaun Chiara selama 2 jam saja, terhitung dengan lama perjalanan mereka sampai mengembalikan Chiara ke rumahnya.
Bahkan awalnya Aaron berpikir, 2 jam adalah waktu yang cukup lama untuk sekedar memilih sebuah gaun pengantin untuk Chiara.
Aaron benar-benar tidak menyangka kalau pada akhirnya, dia sendiri yang membuat proses memilih gaun pengantin itu menjadi begitu lama, dan itupun tidak terasa lama bagi Aaron yang ternyata justru menikmati waktunya bersama Chiara.
Memikirkan tentang gaun pengantin, bayangan tentang bagaimana dengan gaun pengantin berpotongan dada rendah Chiara tadi mendekat ke arahnya dengan tubuh membungkuk tepat di depannya, dan juga bayangan gaun pengantin terakhir yang dikenakan Chiara, yang begitu memukau baginya, membuat Aaron menahan nafasnya tanpa sadar, dengan sedikit semburat warna merah tiba-tiba terlihat di wajahnya.
Beruntung sekali, sebelum Zachary menyadari perubahan pada sosok Aaron, ada sebuah panggilan telepon yang membuat konsentrasi Aaron pada ingatan yang mampu membuat emosinya terusik itu terpecah dan mengirim pikirannya kembali ke dunia nyata.
Mendengar nada suara panggilan telepon miliknya, Aaron langsung sedikit menjauh dari Zachary, dan membelakanginya, lalu menerima panggilan itu.
“Hallo, selamat malam.” Aaron langsung menerima panggilan salah satu telepon dari seseorang yang memang sedang ditunggunya, karena memang mereka berdua ada janji untuk membicarakan sebuah bisnis baru.
Tepat bersamaan dengan Aaron menerima panggilan telepon, tampak sosok Chiara yang sudah mengenakan kembali pakaiannya ketika tadi dia berangkat, berjalan keluar dari ruang fitting, mendekat ke arah Aaron dan Zachary.
“Aku sudah selesai Pak Zac.” Chiara berkata dengan nada cerianya.
“Maaf Nona, sepertinya acara pak Aaron dan Nona tidak bisa selesai tepat waktu, seperti yang saya katakan kemarin pada Nona Chiara.” Zachary langsung meminta maaf begitu Chiara keluar dari ruang fitting, dimana Zachary yang tadi sudah dipanggil kembali oleh Aaron, sudah berdiri tidak jauh dari Aaron dengan posisi saling membelakangi, sedang menerima panggilan telepon dari seseorang.
“Oh, tidak apa-apa Pak Zac, tidak perlu merasa sungkan. Tadi sepulang sekolah, aku sudah mengerjakan semua tugas sekolah untuk besok, jadi sore ini aku punya banyak waktu luang. Pak Zac tenang saja....” Chiara berkata sambil melirik jam di pergelangan tangannya.