
"Tidak. Hari ini aku sengaja mengosongkan jadwal kerjaku secara khusus, untuk bertemu George. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku. Tapi karena jadwal pertemuan kita dengan George maju jauh lebih pagi, aku jadi punya lebih banyak waktu untukmu." Mata Chiara sedikit membulat mendengar perkataan dari Aaron.
"Terus? Kita mau kemana sekarang Om Aaron?" Dengan manja Chiara berkata sambil memegang lengan Aaron dengan kedua tangannya, lalu bergelayut manja di sana, membuat Aaron langsung menarik nafas panjang.
Tindakan Chiara yang tiba-tiba langsung memeluk, mencium, dan bersikap begitu dekat dengannya, mau tidak mau selalu memberikan reaksi pada jiwa laki-laki Aaron yang sudah sekian lama memang memendam perasaaan cinta yang begitu dalam pada istri kecilnya itu.
"Om Aaron...." Suara panggilan dari Chiara dengan suara manjanya membuat Aaron tersadar dari lamunannya.
"Eh... ya Chiara...." Aaron menjawab panggilan Chiara dengan sedikit terbata-bata.
"Ah... Om Aaron sedang memikirkan siapa hayo...." Chiara yang melihat Aaron sedikit tergagap saat menjawab panggilannya, langsung menggoda Aaron yang langsung tersenyum melihat mata indah istrinya sedang menatapnya dengan wajah yang bagi Aaron terlihat begitu menggodanya.
Setelah mendengar info dari George yang menurutnya membawa secercah harapan pada hubungan mereka, membuat Aaron semakin ingin mencoba untuk lebih dekat secara fisik dengan Chiara, termasuk kembali menikmati manisnya bibir mungil yang sekarang sedang tersenyum di depannya.
Sayangnya, sekarang mereka masih di tempat umum, sebuah lobby hotel yang kalau sampai Aaron nekat melakukan itu, pasti akan menjadi berita besar.
Seorang CEO hebat dari grup Malverich mencium seorang gadis di depan umum, di lobby sebuah hotel mewah, pasti jadi makanan empuk untuk dijadikan breaking news.
Membayangkan itu membuat Aaron meringis dengan senyum tipis tersungging di wajahnya yang tampan.
"Siapa lagi kira-kira yang sedang aku pikirkan sekarang? Apa mungkin ada yang lain selain kamu?" Aaron berbisik pelan ke arah telinga Chiara disertai dengan hembusan nafasnya yang hangat menyapu daun telinga Chiara, yang akhirnya justru membuat dada Chiara bergetar hebat, dan telinganya terlihat merah seperti habis dijewer.
Ih.... Niat hati menggoda om Aaron, kenapa jadi aku yang digoda om Aaron? Ist... kenapa sejak kemarin, om Aaron semakin sering membuatku jantungan. Akh... aku benar-benar dibuat selalu berdebar-debar oleh om Aaron. Tapi... aku sukaaa....
"Om Aaron...."
"Hari ini kita pergi belanja dan juga packing pakaian untuk keperluan liburan besok." Aaron langsung memotong perkataan Chiara dan mengatakan tujuan mereka setelah ini.
"Hah? Pergi berdua dengan Om Aaron? Jalan-jalan? Untuk berbelanja?" Dengan tatapan mata tidak percaya, Chiara bertanya kepada Aaron yang langsung menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Chiara.
Aih... manisnya... romantis sekali.... kami benar-benar seperti sepasang kekasih yang akan pergi berkencan. Aku senang sekali bisa berduaan dengan om Aaron sepanjang hari ini. Eh... tapi bukan cuma hari ini. Besok mama Sarah mengajak kami berdua berlibur. Dan itu artinya akan lebih banyak waktu untuk aku bisa selalu berdua dengan om Aaron. Akh.... pasti menyenangkan, meskipun hanya sekedar mengobrol berdua dengan om Aaron, tapi aku suka... suka sekali.... Asal om Aaron selelu ada untukku, bisa berada di dekatnya saja sudah membuat aku sangat senang.
Chiara terus berkata-kata dalam hati tanpa henti-hentinya, menunjukkan betapa bahagianya dia saat ini.
Sebuah kebahagiaan yang baginya sulit untuk diungkapkannya, karena dia benar-benar tidak menyangka, setelah dua tahun boleh dibilang jarang sekali bertemu dan berkomunikasi dengan Aaron, sekarang tiba-tiba saja ada banyak waktu yang bisa dia habiskan bersama Aaron.
Suatu hal yang tidak pernah dia bayangkan selama dua tahun ini, dan sekarang dia mendapatkan kesempatan emas untuk itu.
Meskipun beberapa hari lalu Chiara sempat menghabiskan waktu di timezone untuk bermain sepuasnya bersama Aaron, tapi yang pasti suasana kali ini sungguh berbeda karena saat ini mereka sudah saling menyatakan perasaan cinta satu dengan yang lain.
“Besok kita akan berlibur di villa Malverich, aku ingin kamu menyiapkan semua kebutuhanmu, termasuk pakaian dan lain-lain, agar kamu bisa benar-benar menikmat liburan pertama kita sejak kita menikah.” Perkataan Aaron membuat Chiara langsung meringis.
Perkataan Aaron tentang liburan pertama setelah mereka menikah membuat ada getaran halus yang mengalir di dada Chiara saat ini, melihat bagaimana Aaron yang menganggap liburan besok adalah salah satu momen penting yang akan mereka lakukan sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.
“Kemana kita akan berbelanja Om Aaron? Apa Om ada ide?” Chiara dengan bersemangat, dengan wajah cerianya, langsung bertanya kepada Aaron.