Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
HARAPAN TERHADAP GRAYSON



“Kalau begitu kamu pergi kesana lagi saja Chiara. Dan kali ini ajak juga Aaron bersamamu. Agar otaknya tidak hanya dipenuhi dengan bisnis dan uang.” Tanpa diduga oleh Aaron, Johnson justru mengatakan hal seperti itu dengan senyum hangat yang dia tujukan pada Chiara, menunjukkan Johnson juga begitu menyayangi Chiara, sama seperti Sarah.


“Aku setuju. Kalian sejak menikah belum pernah pergi berlibur berdua. Sekarang waktunya menikmati bulan madu kalian yang tertunda.” Sarah langsung menimpali perkataan Johnson dengan sikap terlihat begitu bersemangat, mendukung penuh jika Chiara pergi berlibur bersama Aaron, bahkan melakukan perjalanan bulan madu.


"Eh." Baik Aaron dan Chiara langsung saling berpandangan mendengar perkataan dari Sarah dan Johnson, dan tentu saja wajah Chiara terlihat memerah.


"Tapi Ma, om Aaron baru saja kembali dari Amerika, pasti banyak hal yang harus dikerjakan. Aku juga baru akan mulai masuk kuliah." Chiara mencoba berkelit dengan memberikan alasan yang baginya cukup masuk akal.


"Untuk Aaron, mama tidak perlu khawatir. Jangan meragukan kemampuan suamimu Chiara. Hanya dengan dia berlibur beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, pasti perusahaan tetap akan berjalan dengan baik. Apalagi ada Angelina dan Zachary yang pasti akan membantunya mengurus semuanya." Sarah berkata sambil memandang ke arah Aaron dan Chiara sambil tersenyum, tanpa menyadari pujian Sarah terhadap kehebatan Angelina cukup mengusik hati Chiara.


"Tapi memang sedikit merepotkan untuk Chiara, karena di baru akan mulai masuk kuliah. Tapi rencana bulan madu bisa disiapkan sejak sekarang saja. Mungkin 2-3 bulan lagi baru dilakukan." Johnson ikut menyatakan pendapatnya.


"Ah, benar juga kata papa kalian. Kalau begitu, mulai sekarang kalian siapkan dengan baik bulan madu kalian. Dan aku harap, sepulang dari sana mama bisa mendengar adanya kabar baik tentang calon cucu mama...." Sarah berkata dengan mata terlihat berbinar-binar penuh harap.


"Ehem...." Aaron langsung berdehem kecil dan meraih gelas di depannya, meneguk air putih di dalam gelas itu untuk menyembunyikan rasa kagetnya atas perkataan Sarah, yang berhasil membuatnya tersedak oleh ludahnya sendiri.


Chiara sendiri langsung sedikit menunduk dengan wajah terlihat begitu memerah karena perkataan Sarah.


"Aduh, kalian ini kenapa masih malu-malu kucing begitu. Umum kan, dengan pernikahan kalian yang sudah hampir 2 tahun, kalian berdua sudah waktunya mulai memikirkan anak. Kami berdua juga ingin segera menimang cucu. Syukur-syukur Grayson segera menyusul kalian untuk menikah. Anak itu cukup membuat mama khawatir juga karena tidak segera menjalin hubungan dengan gadis yang bisa dijadikannya istri." Sarah berkata sambil mulai bersiap untuk mengambil makanan untuk sarapan.


Mendengar kata-kata Sarah, membuat Aaron sedikit termenung. Bukan perkataan tentang cucu yang jelas-jelas belum bisa dipenuhi oleh Aaron, tapi tentang Grayson, adik tirinya yang selalu bersikap antipati padanya.


Sebelum kematian Jasmine, meskipun tidak terlalu dekat, hubungan Grayson dan Aaron baik-baik saja, sampai tragedi hari itu membuat Grayson menuduh Aaron sebagai penyebab kematian Jasmine.


Aaron sedikit menahan nafasnya, dan mencoba meningat kembali kejadian buruk, sebelum dia bertemu dengan sosok Chiara yang sejak awal sudah mengusik, bahkan mencuri hatinya.


"Om... Om Aaron...." Suara panggilan dari Chiara membuat Aaron yang sedang melamun sedikit tersentak, membuat ingatan di masa lalu itu kembali menghilang, dan langsung menoleh ke arah Chiara yang sedang memandangnya dengan tatapan mata cerianya.


"Mmmm?" Aaron bergumam pelan, menyahuti panggilan dari Chiara.


"Tuh, mama Sarah sedang bertanya pada Om Aaron." Perkataan Chiara membuat Aaron mengalihkan pandangan matanya kepada Sarah.


"Kenapa Ma? Maaf, tadi sedang tidak fokus aku." Sarah langsung tersenyum mendengar jawaban Aaron.


Karena mereka berdua sama-sama akan terdiam. Untuk Grayson akan terdiam dengan wajah marah dan tidak sukanya, sedang Aaron, akan terdiam dengan wajah dingin tanpa ekspresinya.


"Ah, itu... sebelum kesini, mama sempat berbicara dengan Grayson, sepertinya dia sedang berusaha menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan kimia yang ada di Irlandia. Kata papa, perusahaan itu merupakan salah milik perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kita di Amerika?" Sarah kembali mengulangi perkataannya yang tadi sempat tidak didengar oleh Aaron.


"Apa yang Mama ingin aku lakukan untuk Grayson?" Aaron langsung bertanya kepada Sarah tanpa basa-basi, seolah tahu pasti yang sedang diinginkan Sarah.


"Aku tidak memintamu membantu Grayson, karena kamu tahu adikmu yang keras kepala itu selalu ingin menunjukkan kalau dia bisa melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang-orang dari Grup Maleverich. Aku hanya ingin kamu melakukan penyelidikan tentang kondisi pabrik kimia itu, karena mama sempat mendengar kalau di dalam intern perusahaan itu sedang terjadi kericuhan." Apa yang diucapkan Sarah membuat Aaron menatap dalam-dalam ke arahnya.


"Kalau aku melakukan itu, apa Mama pikir Grayson tidak akan tersinggung karena aku ikut campur dalam bisnisnya?" Pertanyaan Aaron membuat Sarah terdiam untuk beberapa saat.


Akan tetapi jika Sarah mengingat tentang kemampuan Grayson dalam memilih patner bisnis belum sehebat Aaron, mau tidak mau sebagai seorang ibu, dia juga ingin anaknya selalu berhasil dalam usahanya.


"Anggap saja hari ini mama yang sedang meminta bantuan padamu, bukan Grayson." Akhirnya Sarah tetap bersikeras, membuat Aaron yang menghormati wanita yang sudah merawatnya sejak mama kandungnya meninggal itu menghela nafasnya.


Aaron tahu kalau dia memenuhi permintaan Sarah, dan suatu ketika Grayson mengetahuinya, adik tirinya itu pasti akan marah dan tersinggung.


Tapi jika dia menolak keinginan Sarah, Aaron juga tidak bisa melakukan itu, karena rasa hormat Aaron kepada Sarah.


"Kalau Mama yang meminta, aku akan melakukannya. Tapi, aku tidak akan ikut campur dengan kemarahan Grayson." Aaron akhirnya menyatakan persetujaannya.


"Mau sampai kapan Grayson bersikap kekanak-kanakan seperti itu. Mau tidak mau dia memang harus mengakui kehebatanmu dalam menjalankan bisnis. Dia juga harus mulai memikirkan untuk bergabung dengan Grup Malverich yang papa lihat semakin berkembang di bawah kepemimpinanmu." Johnson berkata untuk mendukung keputusan Aaron, sekaligus permintaan Sarah pada Aaron.


"Pa, harusnya kamu mulai membicarakan tentang hal itu kepada Grayson, agar dia mulai mempersiapkan dirinya. Bagaimanapun, dia adalah keturunan pendiri Grup Malverich, sudah seharusnya dia ikut terlibat dalam bisnis Grup Malverich, dan menjadi tangan kanan Aaron." Sarah berkata sambil memandang lurus ke arah Johnson yang wajahnya terlihat tetap datar.


"Kalau saja berbicara dengan Grayson semudah yang kamu katakan, sejak dulu dia pasti sudah bergabung bersama Aaron. Kamu tahu betapa keras kepalanya Grayson." Sarah hanya bisa terdiam mendengar perkataan Johnson, karena dia tahu pasti, bukan hanya Grayson, Aaron pun laki-laki yang jika sudah memutuskan sesuatu, sulit untuk digoyahkan.


Dan semua anak-anak kita bertingkah seperti itu, karena ada sifat yang diturunkan dari orangtuanya, terutama yang berdarah Malverich.


Sarah berkata dalam hati sambil menatap ke arah Chiara, satu-satunya orang yang boleh dibilang dengan pesonanya, bisa sedikit demi sedikit mengikis sikap keras kepala dan dingin para pria di keluarga Malverich.


Untuk saat ini, sepertinya Sarah justru hanya bisa berharap kalau kehadiran Chiara, suatu ketika bisa meruntuhkan dinding pembatas antara Aaron dan Grayson, karena meskipun berbeda ibu, mereka sama-sama memiliki darah Malverich yang mengalir pada tubuh mereka, dan seharusnya itu tidak membuat mereka terus bersiteru.