Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
HARUS BERSABAR DULU



Dengan kejadian barusan, Aaron mulai berpikir untuk melihat seberapa besar medan magnet yang ada di tubuh Chiara, berharap ada penurunan level hingga dia memiliki kemungkinan untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih intim pada Chiara.


Akan tetapi, begitu melihat lampu indikatornya masih menyala di level yang paling atas, Aaron hanya bisa menghela nafasnya, dengan wajah menunjukkan sedikit kekecewaannya.


Apa yang sedang aku harapkan? Bahkan dia baru terlepas dari liontinnya kemarin, tidak mungkin medan magnet dalam tubuhnya langsung menghilang. Rasanya sungguh tidak sabar menunggu waktunya tiba aku bisa bebas menyentuhmu, dan menjadikan kamu milikku seutuhnya.


Aaron berkata dalam hati dengan tangannya yang tiba-tiba bergerak ke arah  Chiara sambil memiringkan tubuhnya, agar bisa melihat dengan jelas sosok Chiara yang masih tertidur.


Sejenak kemudian terlihat tangan Aaron bergerak ke wajah Chiara, mengelusnya dengan lembut menggunakan punggung telapak tangannya sambil menatap Chiara dengan tatapan penuh cinta.


Sebentar kemudian Aaron meraih handphone miliknya yang ada di meja nakas yang terletak di samping tempat tidur.


Lalu dengan gerakan hati-hati dan cukup pelan, Aaron sengaja mengambil foto Chiara yang sedang tertidur.


Lebih dari 5 kali Aaron mengambil gambar foto Chiara yang sedang tertidur, baru setelah itu dia mengamatinya dengan seksama, memilih salah satu gambar yang menurutnya terlihat paling baik, dimana wajah Chiara tampak paling cantik dan menggemaskan bagi Aaron, lalu menjadikannya sebagai wallpaper handphone milknya.


Setelah itu Aaron sibuk mengamati foto-foto antara dia dan Chiara yang tadi sempat diambilnya setelah makan siang, sebelum akhirnya ratusan kelopak bunga mawar yang menghiasi tempat tidur, dibersihkan oleh mereka agar mereka bisa nyaman duduk berselonjor di atas tempat tidur sambil menikmati tontonan drama korea.


Melihat foto-foto itu, Aaron jadi teringat bagaimana Chiara yang tiba-tiba saja tadi menyeretnya ke arah tempat tidur, dan mengajaknya berfoto berdua bersama Chiara dengan menampakkan bagian kelopak bunga mawar secara sengaja.


Aaron yang awalnya tampak canggung, akhirnya jadi ikut menikmati bagaimana Chiara yang dengan semangat dan wajah ceria, memintanya berfoto dengan berbagai gaya dengan background kamar yang sudah dihias seperti kamar pengantin itu.


Saat melihat salah satu foto yang diambil oleh Chiara tadi, Aaron menghentikan gerakan tangannya yang tadinya menggeser layar handphone untuk melihat foto yang lain.


Mata amber Aaron terpaku melihat salah satu foto dimana Aaron dan Chiara sama-sama duduk di pinggiran tempat tidur.


Chiara tampak dengan manja menyandarkan tubuhnya di dada Aaron, dan memaksa Aaron untuk membentuk simbol hati dengan kedua tangan mereka.


Di bagian samping mereka, tentu saja Chiara sengaja menunjukkan taburan kelopak mawar yang berbentuk hati di atas tempat tidur.


Aaron hanya bisa tersenyum melihat foto mereka berdua yang tampak romantis tadi.


Memikirkan itu, Aaron kembali mengelus wajah Chiara, kali ini dengan ujung-ujung jari tangannya.


Jari-jari Aaron itu bergerak lembut menyapu hampir seluruh wajah Chiara, mulai dari kening, pelipis, pipi, dan berakhir di bibir, dimana Aaron mengelus bagian itu cukup lama, memandanginya dengan pandangan takjub akan kecantikan gadis kecilnya.


Aku tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa hidup tanpamu. Maaf... karena sudah menjauh darimu selama dua tahun ini. Aku akan menebus waktu yang hilang itu, dengan selalu berada di sampingmu, dan membahagiakanmu.


Aaron berbisik dalam hati dengan bibir yang tersenyum, sekilas mengecup lembut bibir Chiara, sebelum akhirnya, tangan Aaron melingkari kepala Chiara, dan menepuk-nepuk lembut bagian paling atas bahunya, seperti sedang menina bobokan Chiara dalam dekapannya.


Dan Aaron melakukan gerakan itu cukup lama sampai dirasakannya tubuh Chiara yang sedikit bergerak.


"Mmmm...." Suara lenguhan pelan dari bibir Chiara disertai dengan gerakan tubuhnya yang bergerak ke samping, menjauh dari Aaron, membuat dengan cepat Aaron menarik tangannya, takut kalau-kalau tindakannya itu sudah mengganggu tidur nyenyak Chiara.


Setelah beberapa waktu Chiara, akhirnya dengan gerakan pelan mulai membuka matanya, dan menatap ke arah Aaron yang masih setia ikut berbaring di sisinya meski tidak tidur.


"Eh?" Chiara sedikit tersentak kaget begitu kesadarannya sudah pulih, dan matanya menatap ke arah Aaron yang berbaring di sampingnya, dengan posisi miring menghadap ke arahnya.


"Ahh... aku ketiduran ya Om?" Chiara bertanya dengan nada suara terdenga sedikit histeris, memyadari kalau dia yang mengajak Aaron menonton drama korea, ternyata justru ketiduran.


Dan memikirkan bagaimana Aaron yang ikut berbaring di sampingnya tanpa ikut tertidur, membuat jantung Chiara berdetak dengan keras.


Apa om Aaron terus mengamatiku selama aku tidur? Apa aku melakukan hal yang memalukan selama aku tidur? Apa aku tidur sambil mengeluarkan air liur? Atau mulutku terbuka dan mendengkur sambil tidur? Aduh.... malu sekali rasanya.


Berbagai pertanyaan langsung silih berganti memenuhi otak Chiara yang merasa malu melihat bagaimana dia bisa tertidur lelap di samping Aaron tanpa perduli dengan keberadaan Aaron.


Meski beberapa hari lalu di apartemen Chiara sudah pernah tidur berdua dalam satu tempat tidur bersama Aaron, tapi saat itu mereka hanya bersama di malam hari, yang pasti sudah sama-sama lelah dengan kegiatan mereka sepanjang hari, sehingga Chiara berpikir, Aaron pasti akan dengan cepat tertidur begitu tubuhnya menyentuh kasur, seperti yang selama ini dia alami.


Akan tetapi menyadari bahwa barusan dia tertidur di siang bolong, sedang dari wajah segar dan pakaian rapi Aaron menunjukkan kalau laki-laki tampan itu tidak sempat tertidur, membuat hati Chiara bergetar, membayangkan apa yang sudah dilakukan oleh Aaron selama berbaring di sampingnya, tanpa tertidur seperti dirinya.