Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MENUJU TEMPAT TINGGAL BARU



"Terimakasih untuk semuanya Om. Dan Om tidak perlu khawatir. Chiara tidak pernah menyalahkan Om untuk semua yang Chiara alami. Chiara juga sangat menyayangi Om Raksa yang sudah bersedia merawat Chiara, menggantikan papa dan mama. Kalau tidak ada om, mungkin kehidupan Chiara akan jauh lebih buruk dari yang sekarang." Chiara mengakhiri kata-katanya dengan memeluk Raksa dengan erat.


Mendapatkan pelukan hangat dari Chiara, Raksa hanya bisa menarik nafas panjang, berharap ke depannya hidup Chiara akan lebih baik dan lebih bahagia setelah menikah dengan Aaron.


Zachary yang sedari tadi mau tidak mau mendengar semua pembicaraan antara Raksa dan Chiara, tetap diam di tempatnya tanpa berani bergerak, apalagi ikut ambil andil dalam pembicaraan itu, kalau tidak ingin dianggap lancang.


Hah... paling tidak masih ada orang yang menyayangi nona Chiara dengan tulus di rumah ini. Bukan hanya sekedar karena menginginkan bagian dari harta kekayaan peninggalan orangtua nona Chiara.


Zachary berkata dalam hati sambil menghela nafas pelan.


"Chiara berangkat ya Om. Ayo Pak Zac, kita pergi sekarang." Setelah melepaskan pelukannya, Chiara kembali berpamitan pada Raksa yang langsung melambaikan tangannya pada Chiara, berusaha melepas kepergian gadis remaja itu dengan senyum di wajahnya, agar Chiara tidak merasa terbebani.


"Kamu harus bahagia Chiara, supaya aku tidak lagi memiliki penyesalan terhadap mendiang kak Cakra." Raksa berbisik pelan dengan tangan yang masih melambai ke arah Chiara, karena dilihatnya gadis remaja itu masih berulang kali menengok ke arahnya sambil berjalan di belakang Zachary.


Begitu Chiara dan Zachary sampai di tempat mobil yang digunakan Zachary untuk menjemput Chiara, mata Chiara sedikit menyipit dengan wajah terlihat heran, melihat mobil yang ada di depannya sekarang bukan mobil ferari merah milik Aaron yang biasa dikendarai Zachary untuk menjemputnya.


"Lho... Pak Zac? Mobil baru ya? Apa ini mobil milik Pak Zac?" Chiara yang melihat keberadaan mobil baru jenis sedan berwarna hitam itu, berkata dengan nada menggoda Zachary yang langsung tertawa kecil.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Zachary, Chiara langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di bagian belakang mobil, dan mengamati bagian interior mobil itu, dan langsung tertawa kecil begitu mencium bau khas mobil baru.


"Tidak Nona Chiara, mobil saya cukup satu saja, dan mobil itu sedang ada di parkiran kantor. Ini mobil yang sengaja dibelikan oleh pak Aaron untuk Nona. Mobil ini akan menjadi kendaraan pribadi Nona, untuk mengantar pergi atau menjemput Nona. Baik ke sekolah atau kemanapun Nona minta." Zachary yang sudah menyusul Chiara masuk ke dalam mobil, langsung memberikan penjelasan kepada Chiara.


"Ah, kenapa harus begitu? Om Aaron tidak seharusnya repot-repot membelikanku mobil seperti ini. Aku biasa memakai kendaraan umum kok. Dan aku terbiasa dengan itu." Chiara berkata dengan bibirnya yang sengaja dia majukan, membuat Zachary tersenyum geli setelah melihat wajah lucu Chiara dari kaca spion.


"Apa Nona kurang puas dengan mobil ini? Kalau dibandingkan dengan mobil ferari pak Aaron, mobil ini memang terlihat sederhana, tidak semewah mobil ferari itu, karena pak Aaron ingin Nona tidak hidup terlalu mencolok selama SMA, supaya perubahan hidup Noa tidak terlalu drastis dan menjadi pembicaraan banyak orang, dan mereka menjadi curiga dan menyelidiki kehidupan pribadi Nona. Kalau nanti Nona sudah kuliah dan bisa menyetir sendiri, pak Aaron berencana mengganti mobil Nona dengan yang lebih baik lagi." Mata Chiara terlihat membulat begitu mendengar kata-kata penjelasan dari Zachary.


Mana bisa mobil baru dengan jenis sedan seperti ini, semurah-murahnya, sesederhana-sederhanya, ya tentu saja masih saja termasuk golongan mobil mewah, dibilang hanya sebuah mobil sederhana oleh Zachary, membuat Chiara hanya bisa melongo.


"Sementara ini Nona tidak apa-apa kan memakai mobil ini? Apalagi nanti akan ada sopir yang mengantar jemput Nona jika diperlukan, jadi untuk sementara mobil ini akan dibawa oleh sopir pribadi Nona di kantor Malverich, jika Nona sewaktu-waktu membutuhkannya, Nona hanya tinggal menghubungi sopir itu." Mata Chiara yang awalnya sudah terbeliak, semakin lebar terbeliaknya mendengar perkataan dari Zachary.


Meskipun sebenarnya dia adalah anak orang kaya, tapi karena sikap dan perlakuan Mona padanya, Chiara tidak pernah merasakan perlakuan istimewa sebagai anak orang kaya selama 5 tahun ini.


Dan sekarang, Zachary membicarakan bagaimana kehidupan mewah yang akan dijalaninya setelah menikah dengan Aaron, membuatnya cukup kaget.


Apalagi sedari awal Aaron menawarkan bantuan dengan menikahinya, hanya sekedar pernikahan di atas kertas.


"Tapi kalau Nona tetap merasa tidak puas, saya akan bicarakan ulang dengan pak Aaron. Mungkin ada merk mobil tertentu yang Nona sukai? Atau Nona ingin mobil ferari seperti milik pak Aaron?" Zachary bertanya dengan nada menggoda ke arah Chiara yang dilihatnya masih melongo dengan mata terbeliak.


"Tidak! Tidak Pak Zac! Jangan katakan apapun pada om Aaron, Pak Zac!" Chiara langsung berteriak dengan sikap panik, tidak ingin dianggap sebagai orang yang rewel oleh Aaron yang baginya adalah seorang pahlawan dalam hidupnya.


"Tidak perlu mengatakan apapun pada om Aaron, Pak Zac. Biarkan saja om Aaron mengatur segala sesuatunya seperti yang dia inginkan. Om Aaron pasti tahu mana yang lebih baik untukku." Perkataan Chiara membuat Zachary tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Baik kalau begitu Nona. Besok Nona akan mulai diantar dari apartemen ke sekolah Noan Chaira, oleh sopir pribadi Nona. Nanti, setelah Nona selesai makan malam, saya akan membawa sopir Nona ke apartemen, dan memperkenalkannya pada Nona." Zachary berkata sambil melirik ke arah spion, dimana disana terlihat Chiara yang tampak mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Eh, Pak Zac... mmmm....'' Dengan suara ragu Chiara berkata dan langsung menghentikan bicaranya.


"Kenapa Nona? Ada yang ingin Nona tanyakan?" Zachary langsung menanggapi kata-kata Chiara.


"Ah... anu Pak Zac...." Akhirnya dengan wajah terlihat malu-malu, Chiara menghentikan bicaranya.


Rasanya sulit sekali untuk bibirnya mengeluarkan suara untuk menanyakan keberadaan Aaron yang sebenarnya sudah diharapkannya sejak tadi ketika Zachary menjemputnya.


"Pak Aaron sudah ada di apartemennya, membantu mengatur barang-barang Nona Chiara yang sudah diangkut tadi siang, sambil menunggu kedatangan Nona." Seolah mengerti apa yang ingin ditanyakan oleh Chiara, Zachary langsung menjelaskan dimana posisi Aaron sekarang.


"Iya Pak Zac... he he he." Chiara berkata sambil meringis dengan wajah sedikit memerah, cukup malu menyadari kalau Zachary bisa langsung tahu kalau dia sedang mencari keberadaan Aaron.


"Nona Chiara... kalau boleh tahu, menurut Nona orang seperti apa pak Aaron itu?" Pertanyaan yang tiba-tiba saja diucapkan oleh Zachary itu, cukup membuat Chiara kaget.