
"Nona, apa semua tas itu bisa saya pindahkan ke kamar Nona?" Tia segera menwarkan diri untuk membereskan barang-barang belanjaan Chiara.
"Boleh, kamu pindahkan saja, kecuali yang 2 itu." Chiara berkata sambil menunjuk ke arah 3 buah tas kertas berukuran cukup besar, berisi barang-barang yang dia beli untuk Anna dan putri kecilnya yang cantik.
"Om Aaron... apa besok kita bertemu pak Zac? Aku mau menitipkan barang-barang yang aku beli untuk kak Anna dan anaknya." Aaron yang sedang fokus pada layar handphonenya langsung menoleh ke arah Chiara begitu mendengar pertanyaan Chiara.
"Besok kita pasti bertemu dengan Zachary, karena aku memintanya untuk ikut berlibur bersama kita bersama istri dan anaknya." Mata Chiara langsung terbeliak mendengar perkataan Aaron.
"Serius Om Aaron?"
"Tentu saja. Mama Sarah juga cukup dekat dengan Anna kan? Mama yang meminta aku mengajak Zachary juga, karena dia juga sudah lama tidak mengobrol dengan Anna dalam suasana santai. Dulu sebelum kita menikah, mama bahkan sering mengajak Anna keluar berdua sekedar untuk menemaninya makan siang atau berbelanja." Mata Chiara berbinar senang mendengar perkataan Aaron, tanpa mengetahui bahwa Sarah sengaja meminta Zachary dan Anna ikut karena sedang merencanakan sesuatu.
Sedang Aaron sendiri, tidak keberatan dengan ide mamanya mengajak Zachary dan Anna ikut berlibur, karena itu bisa menjadi alasan untuk dia dan Chiara untuk tidak tidur dalam satu kamar, karena Chiara pasti ingin menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan Anna dan bermain-main dengan putri Zachary.
Villa keluarga Malverich merupakan villa dimana dalam satu lokasi ada tiga bangunan villa mewah yang terpisah cukup jauh satu dengan yang lain.
Tiap bangunan villa memiliki 3 kamar mewah lengkap dengan semua fasilitasnya yang tidak kalah dengan hotel.
Bahkan diluar ketiga bangunan itu, ada satu bangunan lagi yang dikhususkan untuk tinggal para penjaga, tukang kebun, asisten rumah tangga, dan juga tukang masak yang bertugas untuk menjaga dan merawat villa mewah berukuran lebih dari 3 hektar itu.
Dengan adanya 3 bangunan villa mewah yang terpisah itu, jadi memudahkan jika ada beberapa keluarga yang berlibur di sana, mereka bisa tinggal sendiri-sendiri dengan masing-masing-masing keluarga mereka.
Keikutsertaan Zachary dan Anna, membuat Aaron berencana untuk tinggal di bangunan yang berbeda dengan Johnson dan Sarah, sehingga jika dia dan Chiara tidak berada dalam satu kamar, Sarah tidak akan tahu dan tidak akan curiga.
Sedang Zachary tentu saja tidak akan berani mengatakan apapun tentang hal itu kepada Sarah, karena bagaimanapun, bos besarnya adalah Aaron.
Dan Aaron yakin, Zachary adalah orang yang bisa dipercaya untuk menjaga rahasia, terbukti dengan selama dua tahun ini, Zachary tidak pernah memberitahukan kepada siapapun termasuk keluarga Aaron, tentang pernikahan kontrak antara Aaron dan Chiara.
"Wah, pasti menyenangkan kalau kak Anna dan Lila bisa ikut." Chiara menyebutkan nama istri dan anak Zachary dengan wajah terlihat senang.
"Terimakasih ya Om, sudah mengajak mereka untuk menemaniku. Liburan kali ini pasti akan seru...." Chiara berkata sambil bangkit dari duduknya, dan langsung bergelayut mesra di lengan Aaron
Aaron berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang, berusaha membiasakan diri agar jantungnya tidak langsung berdetak tidak terkendali setiap kali Chiara bersikap manja padanya seperti sekarang ini.
"Mama Sarah yang meminta Zachary dan Anna ikut berlibur, bukan aku." Aaron berkata pelan sambil berjalan menjauhi ruang tamu, dengan Chiara yang masih bergelayut manja di lengannya.
"Ah, tetap saja keputusan akhir ada pada Om Aaron. Kalau Om Aaron tidak mengijinkan, mana berani pak Zac dan kak Anna berani ikut berlibur menerima permintaan mama Sarah." Chiara tetap menganggap bahwa Aaron lah yang berperan penting dalam keputusan untuk Zachary dan Anna bisa ikut berlibur bersama keluarga Malverich.
"Pintar sekali analisamu." Aaron berkata sambil mengacak lembut rambut Chiara yang langsung tertawa kecil dengan wajah cerianya.
Karena tepat seperti yang diperkirakan oleh Chiara, Aaron tadi sedang sibuk membalas pesan dari Sarah yang meminta ijin darinya untuk mengajak Zachary dan Anna beserta putri kecil mereka untuk ikut berlibur ke villa Malverich.
Aaron yang sebelumnya juga menerima email dari salah satu anak buahnya yang ada di Amerika yang merasa kesulitan karena Angelina tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi, merasa tidak ada salahnya jika Zachary ikut berlibur bersamanya, sekalian mereka berdua bisa membahas rencana ke depan selama Angelina tidak ada.
Sebab, keputusan Aaron sedang ditunggu oleh para pemimpin yang ada di kantor Amerika, dan itu membuat Aaron langsung menyetujui permintaan Sarah tanpa berpikir panjang.
"Karena pak Zac kan di bawah Om Aaron langsung sebagai bosnya." Chiara berkata dengan nada cerianya.
"Sudah malam, sebaiknya kamu beristirahat sekarang." Aaron yang sudah berada dekat dengan pintu kamarnya, berkata kepada Chiara yang baru saja melepaskan pelukan tangannya dari lengan Aaron.
"Om Aaron... sebelum tidur... bolehkah...." Chiara berkata dengan ragu sambil mengalihkan tatapan matanya karena malu.
Aaron yang melihat sikap aneh Chiara, jadi mengernyitkan dahinya.
Apa yang sedang diinginkan Chiara? Jangan bilang kalau dia ingin aku menciumnya. Bagaimana kalau nanti aku jadi menginginkan lebih dari sekedar itu setelah menciumnya? Ist! Kenapa pikiranku jadi ke arah sana terus?
Aaron berkata dalam hati sambil menelan kasar ludahnya karena pikirannya yang sudah melayang kemana-mana karena perkataan dan sikap Chiara.
"Itu Om... kalau boleh... aku ingin melihat Om Aaron mengeluarkan kemampuan super lain dari Om Aaron, seperti tadi pagi… Boleh?” Setelah mengucapkan permintaannya, Chiara mencoba memberanikan diri menatap memandang ke arah Aaron dengan tatapan berharapnya.