
Selain itu, Mona juga bukan orang bodoh yang berani melawan Sarah, sedangkan matanya sedang fokus pada Grayson yang baginya merupakan kantung penghasil uang baginya, jika Revina bisa menjadi pasangannya.
"Tidak masalah Bu Sarah, selama Aaron tetap memperhatikan Chiara kami dengan baik." Akhirnya Mona berkata dengan sikap manis, sambil melirik ke arah Grayson yang sedang menyerahkan sebuah kotak hadiah kepada Chiara.
"Semoga kamu suka. Aku sengaja membelinya langsung dari Paris. Simpan dengan baik. Awas saja kalau kamu menghilangkannya." Chiara langsung meringis mendengar ancaman dari Grayson yang mengucapkan kata-katanya sambil tersenyum.
"Terimakasih Grayson. Aku pasti suka karena seleramu pasti bagus." Chiara menanggapi kata-kata Grayson setelah meletakkan kado pemberian Grayson di atas tumpukan kado-kado yang lain.
Kata-kata pujian dari Chiara membuat senyum di wajah Grayson semakin mengembang, dan hati yang merasa bangga sekaligus berdebar-debar.
"Ah, aku lupa memberitahumu, hari ini aku sudah meminta asistenku untuk mengirimkan novel yang kemarin kamu ceritakan padaku." Grayson berkata kepada Chiara yang matanya langsung terlihat berbinar.
"Wahhh.... hebat, padahal novel itu belum terbit di Indonesia, bahkan di Amerika masih belum banyak toko yang menjualnya, tapi aku sudah merasa begitu penasaran. Terimakasih ya." Chiara berkata sambil bertepuk tangan pelan, membuat wajah Grayson terlihat semakin terlihat cerah dan bangga.
Apalagi Grayson yang sebenarnya tidak sengaja mendengar Chiara begitu menyukai novel yang berasal dari Amerika itu, berhasil menjadi orang pertama yang mencarikan novel itu untuk Chiara.
Meskipun hal itu akhirnya cukup merepotkan asisten pribadi Grayson, melihat senyum manis dan bahagia Chiara sore ini, bagi Grayson, itu adalah bayaran yang lebih dari cukup untuknya.
Padahal untuk mendapatkan buku itu, asisten Grayson harus menghubungi penerbitnya, karena di toko langsung habis terjual saat hari pertama peluncuran kemarin.
Bukan hanya itu, asisten Grayson harus bersusah payah menyusul penulis novel itu, yang sedang melakukan perjalanan keluar kota, agar bisa mendapatkan tanda tangan, yang dibubuhkan langsung di halaman pertama novel itu.
Setelah itu, asisten Grayson harus mengirimkannya melalui penerbangan paling cepat yang ada, agar secepat mungkin novel itu sampai di tangan Grayson, untuk bisa dia berikan kepada Chiara, sebagai hadiah ulang tahun yang lain, selain akesoris rambut bertahtakan berlian asli, yang dia berikan pada Chiara sebagai hadiah ulang tahun.
Mona yang melihat sosok Grayson sedang berbincang santai dengan Chiara, berjalan satu langkah ke depan mendekati Sarah yang juga sedang memandang ke arah Grayson dan Chiara sambil tersenyum bahagia melihat keakraban kedua orang itu.
"Omong-omong, aku dengar dari beberapa teman, Grayson sedang mencari mall untuk diajak kerjasama dengannya." Mona berkata kepada Sarah begitu dia ingat tujuan lain dia datang, selain menghadiri pesta ulang tahun Chiara yang membuat hatinya cukup panas karena ternyata pesta itu terlihat sangat mewah, dan banyak orang terlihat begitu akrab dan menyayangi Chiara.
"Benar, dia sudah menerima penawaran dari beberapa mall untuk rencana kerjasama mereka." Mona tersenyum mendengar jawaban dari Sarah.
Meskipun bisnis kuliner yang direncanakan Grayson bukan bisnis besar, hanya untuk menyalurkan hobinya, tapi bagi Mona akan sangat disayangkan kalau dia melewatkan kesempatan yang bisa membuat Revina menjalin komunikasi dengan Grayson jika mereka terlibat bisnis bersama.
"Ah, Bu Mona juga memiliki bisnis mall yang cukup besar ya. Sebentar... Grayson...." Grayson yang awalnya masih sibuk bercanda dengan Chiara langsung menoleh mendengar panggilan dari mamanya.
Mona berkata dalam hati sambil menatap Grayson dengan senyum lebar di wajahnya.
Biarpun di hari pernikahan Aaron dan Chiara, Mona sudah sempat melihat sosok Grayson, tapi suasana yang begitu ramai, dan juga Mona yang sibuk kesana kemari untuk mengajak bicara beberapa orang yang dikenalnya sebagai orang penting dan berpengaruh, membuatnya tidak sempat mendekati Grayson.
Sekarang, begitu Mona bisa melihat Grayson dari dekat, dia harus mengakui bagaimana pesona Grayson yang tidak kalah dari Aaron, kakak laki-lakinya.
Dan yang membuat Mona merasa lebih nyaman saat berdekatan dengan Grayson dibandingkan dengan Aaron adalah sikap Grayson yang terlihat jauh lebih ramah dibandingkan dengan Aaron yang bergitu pendiam dan dingin.
Melihat dan memikirkan tentang siapa Grayson, membuat hati Mona measa senang, seolah sudah menemukan tambang uang yang sangat berharga saat ini.
"Ya Ma...." Grayson segera menjawab panggilan Sarah.
"Ini, tante Chiara, Bu Mona juga memiliki bisnis mall. Mungkin kalian bisa berbincang sebentar." Sarah langsung memperkenalkan Mona pada Grayson yang langsung mengulurkan tangannya ke arah Mona.
"Apa kabar Grayson? Aku dengar kamu sedang tertarik dengan bisnis kuliner? Bagaimana kalau kamu bekerja sama dengan mall milik kami? Kami akan memberikan tempat yang terbaik yang kami bisa. Tentunya dengan perhitungan biaya yang akan saling menguntungkan diantara kita berdua." Mona berkata sambil menjabat tangan Grayson dengan sikap percaya diri.
"O, masalah itu... mungkin hari Senin depan, Bu Mona bisa menghubungi kantorku dan membuat janji temu untuk membicarakan tentang hal itu." Grayson berkatasambil mengambil kartu namanya dari dalam dompetnya, dan mengulurkannya pada Mona.
"Baik. Terimakasih. Senin aku akan datang kesana bersama dengan anak perempuanku Revina...." Mona berkata sambil tangannya bergerak ke arah punggung Revina dan sedikit mendorongnya agar tubuh Revina mendekat ke arah Grayson, yang tampak kaget dan langsung mundur selangkah begitu melihat itu.
"Oke, silahkan menghubungi kantor. Maaf, ada banyak hal yang sedang aku bicarakan dengan Chiara. Untuk masalah bisnis, lain waktu kita bahas lagi." Grayson yang sudah melihat tanda-tanda kurang menyenangkan dari tindakan Mona, langsung berpamitan dan kembali mendekat ke arah Chiara untuk melanjutkan candaan mereka bersama Grace dan Jaka yang sudah bergabung ketika Grayson pergi menemui Mona dan Revina.
Bagus, aku sudah melakukan hal hebat dengan membuka jalan antara Grayson dan Revina. Selanjutkan tinggal mencari cara bagaimana agar Grayson sering-sering bertemu dengan Revina, dan membuat Grayson tertarik pada Revina.
Mona berkata pada dirinya sendiri dalam hati dengan tatapan mata bangga, merasa berhasil menemukan sumber keuangan baru untuknya.
Dan laki-laki tampan yang berdiri di sana itu... Diego Malverich, laki-laki lajang dan kaya lainnya.... Dia juga merupakan pilihan terbaik buat Revina. Hah! Keluarga Malverich memang dipenuhi dengan para laki-laki tampan yang sukses, impian para wanita. Siapapun yang bisa mendapatkan salah satu dari pria tampan itu, akhir hidupnya pasti akan berlimpah dengan uang.
Mona kembali berkata dalam hati, sambil mengalihkan pandangan matanya dari Diego, dan berusaha untuk kembali fokus pada Sarah, untuk melanjutkan pembicaraan, agar dia bisa semakin akrab dengan Sarah, yang pastinya akan memberinya banyak keuntungan di masa depan, jika dia bisa mendekati Sarah secara pribadi.