
"Eh... mau kemana kamu Grayson?" Sarah yang melihat Grayson bergegas masuk ke dalam rumah kembali, menuju kamarnya, membuat Sarah menegurnya.
"Sebentar Ma! Ada yang harus aku selesaikan sebentar." Jawaban Grayson yang diucapkannya sambil meninggalkan Sarah, hanya membuat Sarah menarik nafas panjang sambil mengangkat kedua bahunya, tidak mengerti dengan apa yang sedang direncanakan oleh Grayson sekarang.
Chiara akan datang untuk makan malam? Aku harus segera membatalkan rencana makan malamku diluar. Toh, kami masih bisa berkumpul untuk makan malam besok atau lusa, sedang Chiara, jarang-jarang dia punya waktu untuk makan malam bersama kami di sini.
Grayson terus berkata dalam hati sambil berjalan ke arah kamarnya, berniat membatalkan janjinya dengan temannya malam ini, agar dia bisa makan malam bersama keluarganya dan Chiara.
Begitu Grayson keluar kembali dari kamarnya, Sarah sudah tidak lagi berada di ruangan depan, dan Chiara terlihat baru turun dari mobilnya yang dikendari oleh Imelda, sopir pribadinya yang baru.
Ketika pertama kali Chiara tahu bahwa Restu sudah digantikan dengan Imelda, Chiara berniat protes kepada Aaron.
Tapi begitu Zachary memberitahu dan meyakinkannya bahwa Aaron melakukan itu karena tidak ingin ada laki-laki yang terlalu dekat dengannya, akhirnya dengan wajah malu-malu Chiara membatalkan niatnya untuk memprotes tindakan Aaron itu, justru merasa senang mendengar pendapat Zachary bahwa Aaron cemburu kepada Restu.
Apalagi mulai hari ini nanti, Imelda ikut tidur di apartemen, bersama bu Ida dan Tia, sehingga sewaktu-waktu Chiara membutuhkannya, dia bisa langsung menemui Imelda.
"Eh, kamu sudah datang Chiara?" Grayson yang melihat sosok Chiara langsung mendekat.
Dan begitu melihat adanya sopir perempuan yang membukakan pintu mobil Chiara, Grayson sedikir mengernyitkan dahinya.
"Permisi Nona, saya akan memarkirkan mobil terlebih dahulu."
"O, iya Imelda, parkirkan saja di sebelah sana." Chiara berkata sambil menunjuk ke arah tempat parkir milik keluarga Malverich yang di dalamnya sudah berjajar rapi, 4 mobil di sana.
"Sopir baru?" Grayson langsung bertanya begitu sosok Imelda sudah kembali masuk di dalam mobil.
"Iya, om Aaron mengganti sopirku yang lama."
"Apa sopirmu yang lama membuat masalah? Kenapa tiba-tiba Aaron menggantinya?" Dengan wajah penasaran Grayson bertanya kepada Chiara sambil melangkah masuk ke dalam rumah, mengikuti langkah-langkah Chiara.
"Tidak tahu alasan tepatnya. Cemburu mungkin." Chiara berkata sambil terkikik geli.
Meski bagi Chiara itu hanya sebuah kata-kata candaan, tapi cukup membuat Grayson terdiam beberapa saat.
Aaron cemburu pada Restu? Apa yang terjadi? Apa itu artinya Aaron mencintai Chiara? Sehingga tidak membiarkan laki-laki lain berada di dekatnya?
Grayson bertanya-tanya dalam hati sampai tidak menyadari Sarah sudah berada di depan mereka dan langsung memeluk Chiara, seolah sudah begitu lama tidak bertemu.
"Grayson! Ayo!" Ajakan dari Chiara spontan membuyarkan lamunan Grayson yang terlihat sedikit menghela nafasnya karena ada rasa tidak rela membayangkan jika benar Aaron sudah jatuh cinta pada Chiara seperti dirinya.
"Lho? Grayson mau keluar? Wah, kalau begitu aku harus segera memberikan ini...." Chiara berkata sambil merogoh tas yang dibawanya, bermaksud mengambil proposal kerjasama titipan dari Revina tadi.
"Eh, aku tidak jadi keluar kok." Grayson berkata sambil memegang tengkuknya, membuat Sarah tersenyum senang, akhirnya mereka bisa makan malam bersama satu keluarga.
Sayang sekali Aaron tidak ada disini. Pasti akan sangat menyenangkan kalau putra sulungku itu juga ada di sini sekarang. Suasana hangat di rumah ini pasti akan sempurna kalau Aaron ada di sini.
Sarah berkata dalam hati sambil tersenyum bahagia, karena kehadiran Chiara yang selalu membuat suasana ceria membuat Sarah begitu bersemangat.
"Lho kenapa? Janjian dengan siapa? Calon istri ya?" Chiara berkata dengan nada menggoda sambil menyodorkan proposal di tangannya, membuat Grayson mengernyitkan dahinya, lalu menjitak pelan kening Chiara.
"Calon istri yang manalagi? Apa ini?" Pertanyaan Grayson membuat Chiara meringis, sambil mengelus-elus keningnya yang baru saja dijitak oleh Grayson.
"Proposal ajakan kerjasama dari tante Mona dan Revina." Mata Grayson sedikit melotot mendengar perkataan Chiara.
Wah... mereka berdua ternyata belum menyerah ya. Sekarang justru memanfaatkan Chiara untuk bisa menemuiku. Aku bahkan menolak mereka salah satu alasannya karena perlakuan buruk mereka pada Chiara di masa lalu. Tapi gadis polos ini sepertinya tidak berpikir sejauh itu. Sekarang dia justru membawa proposal itu bersamanya. Ck ck ck ck....
Grayson berkata dalam hati tanpa berani menunjukkan wajah tidak sukanya, takut Chiara tersinggung, karena bagaimanapun mereka adalah satu-satunya keluarga bagi Chiara.
Dan Grayson tentu saja tidak berani menceritakan bagaimana dia sudah beberapa kali sengaja menolak untuk bertemu dengan mereka berdua yang datang ke kantornya.
"Ooo, mereka mengirimkan proposal untukmu Grayson?" Sarah yang memang waktu di pesta ulang tahun Chiara mengatakan pada Mona bahwa Grayson sedang mencari mall untuk diajaknya kerjasama ikut melihat ke arah proposal itu.
"Terserah kamu mau bekerjasama dengannya atau tidak. Yang penting mereka minta aku menyerahkan proposal itu. Jangan terbeban dengan masalah ini. Kalau memang kamu tidak cocok, tidak perlu dipaksakan, tolak saja penwaran kerjasama itu jika tidak menguntungkan." Chiara berkata sambil tersenyum ke arah Grayson yang langsung tertawa kecil.
Ternyata Chiara tidak sebodoh yang aku kira. Dia gadis yang cukup cerdas dan ternyata bisa menilai situasi dan kondisi dengan baik. Dia sepertinya tahu kalau aku tidak akan cocok dengan mall mereka yang kurang terurus. Bekerjasama dengan mereka sama artinya dengan menyongsong kegagalan yang sudah terlihat jelas di depan mata.
Grayson berkata dalam hati sambil memandangi sosok Chiara yang selalu saja membuat hatinya terasa hangat.
"Kamu tahu kalau mall tantemu untuk kondisinya sedang kembang kempis. Melakukan investasi di sana berarti siap mendapatkan kegagalan sebelum mengusahakan apapun." Grayson berkata sambil meletakkan proposal itu di meja yang ada di ruang keluarga, dan terus berjalan ke arah meja makan bersama Sarah dan Chiara.
"Aku tahu tentang itu. Karena itu, kamu tidak perlu merasa sungkan untuk menolak kerjasama itu. Hanya saja... tolong aku untuk memberikan jawaban resmi kepada mereka. Supaya mereka tidak menuduhku menahan proposal itu, dan tidak memberikannya padamu." Wajah memohon Chiara yang membuatnya tampak imut membuat Grayson berdehem pelan, sambil sedikit mengalihkan wajahnya yang dia tahu terasa sedikit memerah, karena dia bisa merasakan adanya hawa panas yang menjalar di pipinya.
Sial... wajah Chiara terlihat begitu cantik dengan mata puppy dog eyesnya. Hah, kenapa juga kamu adalah gadis yang menjadi istri Aaron?
Grayson berkata dalam hati sambil menghela nafas dengan sikap sedikit frustasi, karena meskipun dia begitu membenci Aaron, tapi jika kedua orangtuanya, terutama Sarah tahu jika dia menyukai istri Aaron... pasti akan terjadi hal buruk pada Sarah.
Grayson tidak bisa membayangkan bagaimana susahnya hati Sarah yang sejak dulu menyayangi Aaron seperti anaknya sendiri itu, dan menganggap Aaron sebagai anak sulungnya, seolah dialah yang sudah melahirkan Aaron.