Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERSIAPAN



Dan tidak hanya Grace, Jaka maupun Chiara tampak menatap sekelilingnya dengan tatapan terpesona.


Seluruh gedung itu, baik bagian atap dan dinding, semuanya tertutup dengan kain berwarna putih dengan hiasan kain berwarna emas, yang memberikan kesan mewah dan anggun.


Belum lagi di bagian atas tergantung puluhan lampu kristal yang membuat pemandangan ruangan itu tampak semakin wah.


Hampir di seluruh sudut ruangan, terlihat adanya rangkaian bunga segar yang dirangkai dengan begitu indahnya, memadukan beberapa macam bunga yang tidak hanya indah, tapi menyebarkan aroma harum begitu orang memasuki area gedung untuk acara pernikahan Aaron dan Chiara besok.


Karena selain harum yang ditbarkan oleh rangkaian bunga hidup itu, di ruangan itu sengaja dipasang pengharum ruangan dengan aroma bunga, yang disempurnakan dengan aroma terapi, membuat siapa yang menghirup bau harumnya bisa merasa tenang, nyaman, dan juga merasa bahagia.


(Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan minyak essensial atau sari minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga).


"Kalau suatu hari kelak aku menikah, aku juga mau tempat pesta seperti ini.... Mauuu....!" Grace berkata dan mengakhiri kata-katanya dengan nada suara yang terdengar lebih tinggi, membuatnya seperti berteriak.


“Hust… pelankan suaramu, jangan membuat malu….” Jaka segera berbisik pelan ke telinga Grace yang langsung terlihat memberengut karena teguran Jaka.


“Kan cuma kalian berdua yang mendengar kata-kataku.” Grace membalas bisikan Jaka dengan suara pelan juga, dengan sikap tidak perduli.


“Aduh… meskipun om Aaron ada di depan sana, tapi kita kan tidak tahu kalau ternyata suaramu yang seperti guntur itu didengarnya, Kan tidak enak kalau om Aaron sampai berpikir kalau ternyata teman-teman Chiara ternyata sangat kampungan.” Mendengar perkataan Jaka, Grace langsung melotot, dan dengan gerakan cepat tangannya bergerak ke arah lengan atas, tangan Jaka, dan mencubitnya dengan sekeras mungkin, bahkan memlintir cubitannya dengan wajah gemas.


“Auw… aduh… auw….! Sakit…!” Jaka langsung berteriak kesakitan begitu mendapatkan cubitan dari Grace, membuat Aaron dan Zachary yang berada tidak jauh dari sana langsung menoleh.


Tapi begitu Aaron dan Zachary melihat jeritan itu berasal dari Jaka yang dicubit oleh Grace, baik Aaron dan Zachary langsung mengabaikannya, dan kembali berkonsentrasi dengan pihak EO (Event Organizer) yang tadinya sedang melakukan pembicaraan serius terkait persiapan dan detail jalannya acara pernikahan yang akan dilaksanakan besok di tempat ini.


Apa mau dikata... mereka memang masih anak-anak, masih remaja. Wajar saja mereka bertingkah konyol seperti itu.


Zachary berkata dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum geli.


Sekilas diliriknya wajah Aaron yang terlihat datar, tapi jelas tidak memperlihatkan keberatan dengan apa yang baru saja terjadi.


“Aduh… kalian jangan ribut dong… malu didengar oleh om Aaron…” Chiara langsung berbisik pelan ke arah kedua temannya yang masih telrihat saling melotot dan saling menyalahkan satu dengan yang lain.


"Iya Chiara, maaf, gara-gara Jaka sih...." Grace berkata dengan wajah merasa bersalahnya.


"Eh... enak saja, kamu kan yang tiba-tiba teriak tidak jelas...." Jaka langsung menanggapi perkataan Grace.


"Eits... sudah... sudah... jangan diteruskan lagi dong." Chiara buru-buru melerai mereka agar tidak melanjutkan perdebatannya.


"Kalian berdua, EO ingin memberikan petunjuk tentang tugas kalian besok." Tiba-tiba saja Zachary sudah berada di dekat mereka, dan mengajak Jaka dan Grace menemui EO acara pernikahan Aaron dan Chiara besok.


Chiara yang menoleh ke arah EO yang masih berbicara dengan Aaron, bisa melihat kalau dari arah lain, tampak seorang laki-laki tampan dan memiliki kemiripan dengan Aaron di bagian mata dan hidungnya, berjalan mendekat ke arah Aaron.


"Nona Chiara, EO juga akan menjelaskan alur acara besok kepada Nona." Chiara masih menatap dengan wajah bertanya-tanya ke arah laki-laki yang sudah berdiri tepat di depan Aaron, sehingga tidak menyadari perkataan Zachary padanya.


"Eh, iya Pak Zac...." Chiara yang sedikit tersentak segera menoleh ke arah Zachary dan menjawab dengan cepat perkataan Zachary.


"Ayo kita kesana Nona untuk mendengarkan penjelasan dari EO." Zachary langsung mempersilahkan Chiara untuk ikut bergabung bersama EO, dan yang lain, termasuk Aaron, yang sejak Zachary berjalan untuk memberikan info pada Chiara, sudut matanya sesekali tampak melirik ke arah Chiara.


"Ah, calon pengantin wanita sudah datang. Kalau begitu kita bisa lanjutkan permbicaraan kita tentang susunan acara besok." Seorang wanita cantik, yang menjadi EO untuk acara itu, segera menymabut kedatangan Chiara dengan senyum ramahnya.


"Eh, tunggu sebentar...." Tiba-tiba saja terdengar sebuah suara yang langsung memutus perkataan dari EO tersebut.


Semua mata langsung menatap ke arah Diego yang baru saja memotong perkataan EO itu.


"Ya Pak Diego? Apa ada yang salah?" Zachary langsung bertanya pada Diego yang tampak memandang ke arah Chiara dengan senyum manisnya.


"Kenalan dulu dong. Diego Malverich." Tanpa menjawab pertanyaan dari Zachary, Diego tampak mengulurkan tangannya pada Chiara yang sedikit tertegun, tapi sebentar kemudian, menyambut uluran tangan Diego dengan hangat.


"Chiara. Chiara Indarto." Chiara mengucapkan nama lengkapnya sambil memandang ke arah Diego yang masih menjabat erat tangan Chiara.


"Pak Diego ini adalah sepupu pak Aaron Nona." Zachary berkata sambil menyodorkan sesuatu kepada Diego dengan cara menempelkannya di lengan Diego yang sedang menjabat tangan Chiara, agar Diego segera melepaskan tangan Chiara.


Karena Zachary yang paling tahu, saat ini mata Aaron sedang menatap tajam ke arah tangan Diego dan Chiara yang saling bertaut cukup lama itu, karena Diego dengan sengaja menahan tangan Chiara agar tetap dalam genggamannya, dengan senyum licik di wajahnya, berusaha menggoda Chiara dengan caranya sebagai seorang casanova yang biasa menaklukkan hati banyak gadis selama ini.


Sayangnya Chiara yang terlalu polos hanya bisa tersenyum dengan sikap canggung, karena sebenarnya, dia berusaha keras untuk menarik tangannya kembali, tapi tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan Diego.


"Apa ini Zachary?" Mau tidak mau akhirnya Diego melepaskan jabatan tangannya pada Chiara yang langsung mundur selangkah, menjauh dari Diego, karena dengan sikap Diego yang berusaha menahan tangannya, justru membuat Chiara merasa sedikit takut, meskipun Diego hanya sekedar menggoda calon istri Aaron yang baginya terlihat sangat menggemaskan itu.


Di satu sisi, Chiara memang terlihat begitu cantik, tapi di sisi lain, gadis remaja itu terlihat begitu imut bagi Diego, membuatnya ingin menggoda gadis itu.


Belum lagi Aaron yang sejak memutuskan menikah dengan Chiara, bisa dengan jelas dirasakan oleh Diego perubahan sikapnya yang menunjukkan kalau Chiara, sudah menjadi sosok yang begitu istimewa bagi Aaron yang dikenal Diego selalu bersikap dingin pada siapapun, apalagi jika orang itu adalah wanita.