Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
OSPEK



“Eh, iya Pak Aaron, saya mendengar kata-kata Pak Aaron.” Zachary berkata sambil tangannya yang lain, yang tidak memegang handphone menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak terasa gatal.


“Saya akan melakukan semua yang Pak Aaron minta.” Zachary kembali berkata agar Aaron merasa lega.


“Zachary, awasi kampus tempat Chiara kuliah di sana. Awasi jalannya Ospek yang dijalani oleh Chiara. Pastikan para seniornya tidak melakukan hal buruk padanya, apalagi menindasnya dan mencari-cari kesalahannya.” Perintah dari Aaron membuat Zachary tersenyum, melihat bahwa dari perintah Aaron itu terlihat jelas bagaimana inginnya Aaron melindungi istrinya.


(Ospek adalah Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus. Ini merupakan kegiatan awal bagi mahasiswa baru, kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Pada dasarnya, Ospek merupakan pintu ilmu bagi mahasiswa-mahasiswi. Pintu itu akan dibuka dan dicermati atau dipelajari secara saksama oleh mahasiswa-mahasiswi baru untuk memperdalam ilmunya.


Untuk tingkat sekolah SMP dan SMA ada kegiatan serupa Ospek dinamai MOS atau masa orientasi siswa dan MPLS atau masa pengenalan lingkungan sekolah. Dalam Ospek biasanya diadakan berbagai acara.


Adapun tujuan OSPEK adalah antara lain : Mengenal dan memahami lingkungan kampus sebagai suatu lingkungan akademis serta memahami mekanisme yang berlaku di dalamnya. Menambah wawasan mahasiswa baru dalam penggunaan sarana akademik yang tersedia di kampus secara maksimal).


Maklum saja pak Aaron mengkhawatirkan nona Chiara, karena nona Chiara gadis yang sangat cantik dan sangat menarik. Apalagi sifat nona Chiara yang membuat nona begitu mudah bergaul dan disukai oleh banyak orang, pasti membuat pak Aaron tahu akan banyak senior pria yang tertarik padanya.


Zachary berkata dalam hati sambil tersenyum.


“Tenang saja Pak Aaron, saya akan menjaga nona Chiara sebaik mungkin, dan tidak akan membiarkan kulitnya lecet sedikitpun, apalagi sampai ada yang menindas nona Chiara.” Zachary langsung menanggapi perkataan Aaron, dan berusaha menenangkan hati bosnya yang terlihat jelas mengkhawatirkan Chiara itu.


“Aku percayakan hal itu kepadamu Zachary, pastikan Chiara baik-baik saja selama Ospek, dan bantu dia sebisa kamu untuk setiap tugas yang diberikan selama Ospek, yang kadang para senior memberikan perintah dan tugas yang aneh-aneh.” Aaron berkata sambil menahan nafasnya.


Membayangkan bagaimana para senior yang biasanya memang sengaja mengerjai para mahasiswa baru yang sedang menjalani ospek, membuat hati Aaron merasa tidak tenang dan tidak terima.


Apalagi sama seperti pemikiran Zachary, Aaron tahu dengan jelas kecantikan Chiara yang pasti akan membuat para seniornya yang masih lajang sedikit banyak tertarik padanya.


Kalau pak Aaron begitu mengkhawatirkan nona Chiara, kenapa pak Aaron tidak pulang dan mendampingi nona Chiara, atau bahkan mengawasi langsung proses Ospek nona Chiara?


Zachary hanya berani menjawab dalam hati perkataan Aaron, tanpa berani mengucapkannya di depan Aaron secara langsung.


“Baik Pak Aaron.” Akhirnya justru hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir Zachary.


“Apa pak Aaron benar-benar tidak ada rencana untuk datang memberikan ucapan selamat kepada nona Chiara?”


“Tidak. Kirimkan semua hadiah dariku sebagai ganti dari ucapan selamat dariku. Karena aku benar-benar tidak bisa datang. Ada banyak pekerjaan di sini yang tidak bisa aku tinggalkan.” Aaron berkata sambil menggigit bagian bawah bibirnya, karena dia tahu bahwa kata-katanya barusan sungguh bertentangan dengan pikiran dan hatinya yang begitu merindukan sosok gadis yang begitu dicintainya itu.


# # # # # # #


Tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk Sarah dan Johnson, apalagi Chiara sendiri, Aaron yang hadir di tengah-tengah banyak orang hari itu, terlihat beberapa kali menahan nafasnya melihat bagaimana cantiknya Chiara dengan toga kelulusannya.


Biasanya toga memang dikenakan untuk acara wisuda untuk orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya. Akan tetapi dengan perkembangan jaman, untuk saat ini kelulusan anak setara SD, SMP dan SMA kadang juga mengadakan acara pelepasan siswa yang lulus dengan mengenakan toega)


Selamat untuk kelulusanmu my little girl, aku sungguh bangga padamu. Semoga kamu selalu sukses di masa depan. Aku yakin, kamu akan menjadi wanita sukses dan tangguh di masa depan. Untuk saat ini, aku hanya bisa mendukungmu dari jauh. Maafkan jika ketidak hadiranku di hadapanmu membuatmu kecewa. I love you my little girl.


Aaron berkata dalam hati, menatap Chiara dalam jarak yang sangat jauh dengan mata tajamnya, sehingga mereka yang mengenalnya tidak akan bisa mengenalinya.


Melihat bukan hanya kehadiran Sarah dan Johnson, namun juga tampak Grayson yang juga ikut menemani Chiara di hari pentingnya saat ini, membuat Aaron beberapa kali menarik nafas panjang karena merasakan sesak di dadanya, yang terasa begitu menyakitkan.


Ada sesuatu yang membuat hati Aaron merasa tidak nyaman melihat kehadiran Grayson di dekat Chiara, meski dengan alasan menemani kedua orangtuanya, membuat Aaron ingin berjalan mendekat dan menghalangi Grayson agar tidak terlalu dekat dengan Chiara.


Namun mengingat bagaimana hubungannya dengan Chiara yang sulit untuk bersatu, membuat Aaron memilih diam sambil melihat dari jarak jauh apa yang terjadi diantara mereka.


Setelah puas mengamati sosok Chiara, dan memastikan bahwa acara kelulusan gadisnya itu berjalan dengan lancar, akhirnya dengan berat hati, Aaron diam-diam kembali melakukan teleportasi untuk dapat segera kembali ke Amerika, membawa perasaan sedih dan galaunya, karena meskipun hatinya begitu ingin mendekati Chiara, logikanya langsung memberikan peringatan tegas padanya.


DUA BULAN KEMUDIAN


“Chiara!” Suara panggilan dari Grace membuat Chiara langsung menoleh.


“Eh, kamu sudah selesai? Jaka sepertinya juga sudah menunggu kita di depan pintu gerbang kampus.” Chiara berkata sambil menarik lengan Grace, dan memeluknya sambil mengajaknya berjalan ke arah gerbang kampus mereka untuk menemui Jaka.


Sore ini mereka berencana pulang bersama, agar bisa makan malam bersama.


Sebuah kegiatan yang sekarang sedikit sulit mereka lakukan bersama, tidak seperti ketika mereka SMA dulu, karena sekarang, jadwal kuliah mereka berbeda, disebabkan jurusan kuliah antara Grace dan Chiara yang berbeda, apalagi Jaka yang benar-benar kampusnya berbeda.


“Jaka….” Sesampainya di pintu gerbang, baik Grace maupun Chiara langsung menyapa Jaka yang tampak sedang fokus pada layar handphonenya.


“Chiara…” Sebuah suara laki-laki yang tiba-tiba menyapa Chiara, membuat Jaka yang awalnya ingin membalas sapaan Chiara langsung mengurungkan niatnya.


“Eh, Kak Brandon….” Mata Jaka dan Grace langsung menatap ke arah Brandon yang dulunya menjadi ketua Ospek di jurusan Chiara, dan sejak awal pertemuan mereka selalu mencari banyak alasan agar bisa mendekati Chiara.


“Kalian akan pergi kemana?” Brandon bertanya sambil memandang ke arah Grace dan Jaka secara bergantian.


Brandon yang seringkali berura-pura tidak sengaja bertemu dengan  Chiara, mau tidak mau akhirnya mengenal Jaka dan Grace sebagai dua orang yang merupakan sahabat Chiara, dan mereka juga akhirnya saling mengenal dan mengetahui nama satu dengan yang lain.