Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
RENCANA HEALING



“Hati-hati. Kamu akan pergi bersama Imelda kan?” Aaron bertanya dengan tangannya yang mencekal tangan Chiara, seolah begitu sulit baginya melepas kepergian istrinya itu.


“Iya, tapi Om Aaron janji mulai minggu depan, apa aku boleh sekali-sekali menyetir sendiri?” Dengan suara pelan Chiara bertanya kepada Aaron yang dulu pernah menjanjikan jika dia sudah kuliah dan cukup umur dia akan diperbolehkan untuk membawa mobilnya sendiri saat kuliah.


Karena itu sejak beberapa waktu yang lalu Chiara sudah merencanakan untuk suatu ketika saat dia menyetir sendiri mobilnya, sepulang kuliah dia bersama Grace dan Jaka ingin pergi bertiga untuk bisa healing bersama, setelah mereka sibuk selama beberapa bulan ini menyelesaikan ujian mereka di SMA dan diteruskan dengan kesibukan mereka mempersiapkan kuliah mereka.


(Dengan kerusakan fisik atau penyakit yang diderita oleh suatu organisme, penyembuhan melibatkan perbaikan jaringan hidup, organ dan sistem biologis secara keseluruhan dan dimulainya kembali fungsi, yang biasanya disebut dengan proses healing.


Singkatnya, 'healing' secara harfiah memiliki arti 'mengobati' atau 'menyembuhkan'. Dalam percakapan bahasa gaul di Indonesia, kata 'healing' merujuk pada aktivitas untuk mengobati rasa sedih, meluapkan segala emosi, atau melepaskan semua beban yang menumpuk di dalam hati).


Dalam kesempatan berbeda, Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Galang Lufityanto juga mengakui bahwa konsep healing sering dimaknai dengan liburan atau staycation. Healing itu proses membuat psikologis kita jadi sehat lagi atau proses menyembuhkan, mengobati diri secara psikologis).


“Eh…” Aaron langsung menahan nafasnya mendengar perkataan Chiara.


Aku benar-benar menyesal sudah pernah menjanjikan hal seperti itu pada Chiara. Harusnya sampai kapanpun aku tidak mengijinkannya untuk menyetir sendiri. Bagaimana kalau terjadi sesuatu saat dia menyetir? Bagaimana kalau dia sudah hati-hati dalam menyetir, tapi orang lain yang bersikap sembarangan. Bagaimana kalau....


Aaron berkata pelan dalam hati dengan penuh penyesalan.


“Om Aaron jangan coba-coba untuk menarik kata-kata Om Aaron lho ya.” Seolah bisa membaca pikiran Aaron, Chiara buru-buru mengingatkan Aaron yang hanya bisa tersenyum kecut karena itu.


"Bukan begitu... aku hanya tidak ingin ada apa-apa di jalan saat kamu menyetir." Aaron berkata pelan, berusaha menyampaikan alasannya pada Chiara.


"Padahal pak Zac pasti sudah melaporkan ke Om Aaron kan hasil kursus menyetirku tahun lalu? Aku janji deh, akan sangat.... hati-hati saat menyetir." Perkataan Chiara membuat Aaron terdiam, sambil mengernyitkan dahinya.


"Ayolah Om... jangan terlalu khawatir, aku kan bukan anak kecil lagi. Atau mungkin... kalau Om Aaron tetap khawatir, aku akan bawa Om berkeliling dengan aku yang menyetir. Kalau Om Aaron merasa aku belum bisa dilepaskan, aku akan berlatih lagi." Ide dari Chiara membuat wajah Aaron kembali terlihat cerah.


"Boleh juga usulmu. Kalau begitu, akhir pekan ini, kita berkeliling berdua dengan mobilmu. Atau akmu mau membawa mobilku?" Aaron langsung menyetujui ide dari Chiara.


"Lho... kan sebentar lagi kamu akan dapat gaji karena sudah mulai bekerja di hotelmu? Lagian kemana uang bulanananmu selama 2 tahun ini? Kalau sekedar lecet, sepertnya kamu masih mampu membayarnya." Kata-kata Aaron membuat Chiara yang sudah berdiri agak jauh dari posisi duduk Aaron kembali berjalan mendekat ke arah Aaron, memegang kedua lutut Aaron dengan kedua telapak tangannya dan membungkungkukan tubuhnya, mendekatkan bibirnya di bibir Aaron.


"Bagaimana kalau aku membayarnya dengan hal lain Om?" Chiara berkata pelan sebelum akhirnya mengecup sebentar bibir Aaron yang hanya bisa menahan nafasnya, karena tindakan Chiara yang langsung membuat dadanya berdetak keras seperti genderang perang.


Tangan Aaron berusaha meraih tubuh Chiara agar lebih mendekat ke arahnya, untuk memperdalam ciuman mereka, tapi Chiara tiba-tiba menegakkan tubuhnya kembali.


"Waktuku sudah terlalu mepet. Aku harus ke kampus sekarang Om." Chiara berkata sambil menjauh kembali dari Aaron yang hanya bisa terdiam dengan dadanya yang masih berdetak keras.


“Aku pergi dulu ya Om. Baik-baik ya selama di kantor, kerja dengan benar, jangan melirik para karyawan perempuan yang cantik ya.” Aaron sedikit tersenyum begitu mendengar nasehat dari Chiara, yang bukan hanya sekedar nasehat, tapi menunjukkan istrinya itu ternyata memiliki rasa cemburu juga dengan karyawan yang lain.


“Mana ada perempuan yang lebih cantik dari istriku.” Aaron langsung menjawab perkataan Chiara sambil membalas lambaian tangan Chiara yang sudah membuka pintu kantor Aaron, dan langsung keluar setelah memberikan kissbye untuk Aaron.


Chiara keluar dari ruangan Aaron sambil tersenyum dengan wajah bahagianya.


Beberapa karyawan yang baru kembali dari jam istirahatnya, langsung menyapa Chiara sambil dengan cara menganggukkan kepalanya, setelah itu mereka justru terlihat saling berbisik, untuk membicarakan tentang perempuan cantik yang baru keluar dari kantor Aaron itu.


Meski sudah dua kali ini Chiara mengunjungi kantor Aaron, tapi belum semua orang tahu tentang statusnya sebagai istri Aaron, sehingga kehadirannya masih menjadi tandada tanya besar bagi banyak orang di sana.


Begitu Chiara sudah keluar dari kantornya, senyum di wajah Aaron langsung menghilang, wajahnya kembali terlihat dingin dan serius.


Aku harus segera meminta penjelasan Zachary tentang siapa dirinya dan kenapa begitu lama dia menyembunyikan kebenaran itu.


Aaron berkata dalam hati sambil melirik ke arah handphonenya.