Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
CHIARA YANG MENGUBAHKAN AARON



“Tentu saja kamu harus ikut, kan aku sudah mengiyakan ajakan mama Sarah? Apa kata mereka kalau aku ikut berlibur, sedang kamu tetap tinggal di apartemen?” Aaron berkata dengan senyum di wajahnya, tanpa ada niat untuk menegur Chiara, apalagi melepaskan lengannya dari pelukan Chiara.


Meskipun beberapa pegawai yang melihat Chiara yang bergelayut mesra pada lengan Aaron langsung menatap pemandangan itu dengan wajah tidak percaya, karena selama ini mereka tahu bagaimana dinginnya sikap Aaron kepada orang lain, dengan wajahnya yang selalu terlihat datar tanpa ekspresi.


Tapi siang ini, mereka seperti mimpi melihat CEO tampan mereka tersenyum manis pada sosok gadis cantik di sampingnya yang sikapnya tampak manja kepada Aaron.


“Eh, apa gadis itu istri pak Aaron yang ramai dibicarakan tadi di grup?”


“Sepertinya iya.”


“Lho, pakaian yang dikenakan kok berbeda, wajahnya juga berbeda?”


“Benar, perempuan yang tadi siang wajahnya terlihat jauh lebih tua, dengan pakaiannya yang terlihat seeekk…siii. Sedang yang itu penampilannya terlihat ceria dan muda, tapi elegan.”


“Setuju, wanita yang tadi memang sangat cantik, tapi yang sekarang juga cantik, dengan style yang berbanding terbalik.”


“Lalu yang mana yang istri pak Aaron?”


“Mana aku tahu?”


“Terus, darimana datangnya perempuan cantik yang sekarang sedang bersama pak Aaron? Kok kita tahu ya?”


“Dan juga, kemana perginya perempuan cantik yang tadi siang? Yang katanya istri pak Aaron?”


“Eh, kalian sadar tidak kalau mereka berdua, meskipun berbeda usia, tapi kedua perempuan itu wajahnya mirip?”


“Atau mungkin perempuan yang sekarang ini adalah adik dari istri pak Aaron?”


“Sembarangan, meskipun statusnya sebagai adik ipar, mana berani bersikap semanja itu pada pak Aaron?”


“Iya juga ya?”


Berbagai spekulasi langsung muncul tentang sosok Chiara yang memang terlihat jauh berbeda, baik dari cara berpakaian dan riasan wajahnya, antara Chiara yang datang tadi siang ke kantor, dan Chiara yang sekarang sedang berjalan sambil memeluk lengan Aaron, keluar dari kantor.


Perbedaaan penampilan Chiara yang cukup drastis, membuat para pegawai yang tadinya sempat bertemu sekilas dengan Chiara yang datang dan pergi terlihat bingung.


# # # # # # #


“Ah leganya, terimakasih ya Om.” Begitu Chiara duduk di dalam mobil, di bagian kursi penumpang, gadis itu langsung menunjukkan sikap lega dan mengucapkan terimakasihnya pada Aaron yang telah banyak memberikan dukungan padanya di pertemuan para pimpinan perusahaan papanya.


Karena mau tidak mau, ke depannya, saat usia Chiara sudah cukup matang, memang sudah seharusnya Chiaralah yang akan menjadi pemegang kepemimpinan tertinggi di tempat itu.


Dan keberadaan seorang Aaron Malverich yang dianggap sebagai raja di dunia usaha porperti, dengan kehebatan otak bisnisnya yang encer, membuat para pemimpin perusahaan milik papa Chiara tidak memiliki alasan untuk menolak rencana Aaron agar Chiara sedini mungkin mulai terlibat dan belajar tentang dunia bisnis.


“Apa kamu puas dengan hasil keputusan meeting hari ini?” Aaron bertanya sambil tersenyum, karena sebenarnya dari wajah Chiara, Aaron sudah tahu jawaban dari pertanyaannya barusan.


“Tentu saja Om. Dan aku bisa melihat kalau semua karena adanya Om Aaron.”


“Lho, aku hanya duduk diam di dekatmu, dan menjawab sedikit pertanyaan dari mereka.” Aaron berkata sambil menatap ke arah Chiara yang langsung tersenyum lebar karena jawaban Aaron barusan.


“Haduh Om, jangan merendah. Bahkan dengan tatapan mata Om Aaron yang seperti ini…..” Chiara berkata sambil mencoba menirukan bagaimana gaya Aaron saat menatap orang dengan tatapan tenang tapi tajam, membuat Zachary yang melihat tindakan Chiara melalui kaca spion hampir saja tertawa terbahak-bahak.


Sedang Aaron hanya bisa terdiam seribu bahasa melihat tindakan Chiara yang berusaha menirukannya itu.


“Siapa yang berani melawan Om Aaron?” Chiara melanjutkan kata-katanya dan tertawa senang.


“Pokoknya Om… Om Aaron yang paling keren, paling jagoan! Super deh Om Aaron.” Chiara berkata sambil mengacungkan kedua jempol jari tangannya, membuat Aaron akhirnya tersenyum.


“Pujianmu terlalu mengada-ada.” Aaron berkata pelan, dengan wajah terlihat sedikit malu-malu, membuat Zachary sedikit melongo, tidak menyangka dengan adanya Chiara, Aaron bisa menunjukkan sisi lain dari dirinya.


Sikap Aaron saat ini sudah seperti seorang anak ABG yang baru pertama kalinya mengalami apa itu jatuh cinta.


(Kata ABG ini merupakan kependekan dari kalimat Anak Baru Gede atau yang bisa juga disebut dengan anak yang sudah memasuki fase pertumbuhan remaja yang sedang pubertas.


Mereka adalah anak-anak muda yang baru dewasa atau remaja yang sangat-sangat ingin mendapatkan status dewasa mereka.


secara umum, ABG (Anak Baru Gede) atau secara formal dan baku disebut remaja ini diartikan sebagai fase dimana seorang manusia sudah memasuki usia mereka pada rentang usia belasan tahun. Saat manusia sudah memasuki fase remaja, mereka tidak bisa disebut anak-anak tetapi mereka juga belum pantas untuk disebut dewasa. Bisa dikatakan bahwa ABG atau remaja ini merupakan fase peralihan dari fase anak-anak menuju ke fase dewasa).


Wah… efek keberadaan nona Chiara di dekat pak Aaron benar-benar dahsyat. Setelah sekian lama.... Baru pertama kalinya aku tahu ada seseorang yang membuat pak Aaron bisa menunjukkan ekspresi dan emosinya.


Zachary berkata dalam hati sambil mengalihkan pandangan matanya dari kaca spion, karena dilihatnya Chiara yang tiba-tiba saja merapatkan duduknya ke arah Aaron, yang tanpa sengaja dilihat oleh Zachary, Aaronlangsung menelan ludahnya begitu melihat tindakan Chiara  yang menyebabkan tubuh mereka jadi menempel tanpa adanya jarak diantara mereka.


Dan posisi Chiara yang tiba-tiba menggerakkan tubuhnya ke samping, agar bisa menatap wajah Aaron dengan jelas, menyebabkan kedua bukit kembarnya kembali menempel di lengan Aaron yang langsung menahan nafasnya.


“Om Aaron… akhir pekan ini… liburan kita harus benar-benar istimewa ya, karena ini untuk pertama kalinya Om Aaron mengajakku berlibur, meskipun yang pertama mengundang kita adalah mama Sarah. Aku mau… menghabiskan banyak waktu berdua dengan Om Aaron.” Suara pelan dari Chiara membuat Aaron kembali terdiam tanpa mengucapkan sepatah katapun karena hatinya yang bergejolak hebat saat ini, karena kata-kata Chiara membuat pikirannya langsung mengelana jauh, membayangkan sesuatu yang belum berani dia lakukan bersama Chaira, meskipun tubuh dan pikirannya sangat-sangat menginginkan itu bisa segera terjadi antara dia dan Chiara.