Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEKALAHAN ALDRICH



“Om Aaron, kenapa diam saja? Apa karena Om Aaron masih begitu khawatir padaku? Semuanya kan sudah baik-baik saja. Kalau Om Aaron terus bertindak seperti itu, aku malu, dilihat banyak orang, meskipun aku jadi merasa seperti Loise Lane dalam film.” Chiara kembali berbisik pelan kepada Aaron yang memilih untuk tetap diam.


(Loise Lane adalah karakter wanita dalam komik/film Superman, yang merupakan kekasih yang pada akhirnya menjadi istri Superman. Dan adegan mesra diantara keduanya yang membuat para pembaca atau penonton ikut terbawa suasana dan mengaganggap itu sebagai part komik/film paing romantis dan cukup ikonik adalah ketika Superman menggendong Loise Lane sambil melesat terbang ke angkasa).


Bahkan tanpa memperdulikan protes dari Chiara, Aaron mengelus-elus lembut bagian belakang pinggang Chiara, suatu tindakan mesra yang boleh dibilang hampir tidak pernah ditunjukkan Aaron di depan orang lain, apalagi di depan banyak orang seperti saat ini.


Dan itu sukses membuat wajah Chiara memerah dengan spontan, dan membuat Chiara menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.


Apalagi jika boleh jujur, Chiara saat ini juga begitu merindukan Aaron, ingin bersikap manja dan bergelayut mesra di lengan kokoh suaminya, seperti yang biasanya dia lakukan saat bersama Aaron, hanya saja dia merasa malu jika harus terlihat begitu agresif di depan banyak orang, meskipun sebenarnya, Chiara tahu hampir semua dari mereka adalah orang-orang Eropa, yang tidak akan ambil pusing dengan sikap mesra atau manja yang akan dia tunjukkan.


Angelina yang melihat itu hanya bisa menahan nafasnya sekilas, lalu mengalihkan pandangan matanya dari mereka berdua dan berusaha mengalihkan perhatiannya dengan memandang ke arah Jack yang sebelumnya sempat memanggil namanya dan mengajaknya berbicara tentang apa yang harus dilakukan dengan beberapa orang dari mereka yang mengalami luka-luka meskipun hanya beberapa luka ringan.


Meskipun Angelina sudah memutuskan untuk tidak lagi mengharapkan balasan cinta dari Aaron yang begitu mencintai Chiara, tapi bagi Angelina yang sudah belasan tahun memendam rasa cintanya pada Aaron, menghilangkan rasa cinta itu tentau saja butuh waktu, tidak bisa dalam hitungan minggu, apalagi hari.


Aku ikut merasa lega melihat Chiara baik-baik saja. Meskipun berat, aku akan berusaha untuk ikut bahagia untuk hubungan kalian berdua. Semoga Chiara benar-benar bisa menjadi pendamping terbaik bagi Aaron sebagai pengusaha sukses sekaligus pimpinan dari kelompok manusia super kami.


Angelina berkata dalam hati sambil menyunggingkan senyumnya ke arah Jack, sebelum menjawab pertanyaan Jack.


Apapun itu, terserah kamu mau berkata apa, yang penting kamu harus terus bahagia, dan menjaga emosimu, demi bayi dalam kandunganmu, agar bertumbuh sehat dan sempurna.


Aaron berkata dalam hati sambil tersenyum dan menatap ke arah Chiara dengan tatapan penuh cinta dan juga kerinduan yang begitu besar dan dalam yang hampir saja membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir mungil istri kecilnya itu, kalau saja tidak ingat saat ini mereka masih dalam suasana pertempuran, dan ada begitu banyak orang di sekitar mereka.


“Aduh Om, jangan melihatku seperti itu dong? Aku jadi grogi.” Melihat bagaimana cara Aaron menatapnya, Chiara langsung berbisik pelan ke telinga Aaron yang langsung tertawa kecil, merasa geli dengan sikap salah tingkah Chiara padanya, yang merupakan suaminya sendiri.


Rasanya ingin sekali Aaron mengatakan pada Chiara tentang berita besar, tentang kehamilan Chiara yang bahkan tidak disadari oleh Chiara sendiri.


Namun Aaron memilih untuk tetap diam saat ini, dan akan menceritakan tentang hal itu, saat mereka hanya berdua, di tempat dan waktu yang tepat, meskipun Aaron sudah tidak sabar melihat wajah bahagia Chiara jika tahu tentang hal itu.


# # # # # # # #


“Apa sistem penangkal petir itu benar-benar berfungsi pada Aldrich? Seperti yang sudah dituliskan kakakku di jurnal penelitiannya?” Zachary yang sudah ikut bergabung di dekat Aaron langsung bertanya sambil melirik ke arah lubang tempat Aldrich terjebak di sana.


“Entah itu petir yang tercipta oleh alam, ataupun petir yang timbul karena kemampuan Aldrich, mereka memiliki ciri-ciri yang sama, sehingga cara menangkalnya pun bisa dilakukan dengan hal yang sama, meskipun ada beberapa modifikasi yang diperlukan karena ada sedikit perbedaan.” George berkata dengan nada bangga setelah apa yang dikerjakannya berhasil dengan sukses.


“Aaron, kita harus memindahkan Aldrich dari lubang itu, dan memindahkannya bersama anggota kelompoknya yang lain.” George berkata kepada Aaron yang dari tatapan matanya sedari tadi tidak pernah mau lepas dari Chiara, membuat Chiara merasa semakin salah tingkah karena sifat possesif Aaron yang tampak begitu kentara hari ini.


Dengan kekuatannya telekinesisnya, Jack menggerakkan kurungan penutup lubang tempat Aldrich terkurung tanpa menyentuhnya.


Setelah itu, dengan gerakan super cepat Aaron bergerak, menarik tubuh Aldrich dari dalam lubang itu, dan memindahkannya ke sebuah tempat seperti kurungan berbentuk bujur sangkar, dengan dindingnya dikelilingi jeruji besi, yang di bagian luarnya dilapisi dengan rangkaian penangkal petir, untuk menahan kekuatan Aldrich.


“Mask men! Dan kalian semua! Tunggu pembalasanku!”


“Tunggu kehancuran kalian!”


"Aku tidak akan pernah tinggal diam!"


“Matilah kalian semua!”


“Orang-orang tidak berguna!”


“Beraninya memperlakukanku seperti binatang! Beraninya mengurungku!”


Dengan wajah terlihat marah dan beberapa kali mengeluarkan geraman, Aldrich terus berteriak-teriak, dan berusaha mengguncang-guncangkan jeruji besi yang mengurungnya, meskipun dia tahu, kali ini usahanya akan sia-sia saja.


Aaron sendiri, setelah mengurung Aldrich, langsung kembali mendekati sosok Chiara, membawanya mendekat lagi ke arah teman-temannya.


“Pak Aaron….” Suara panggilan dari Zachary membuat Aaron menoleh dan memandang ke arah Zachary yang wajahnya menunjukkan ingin berbicara dengan Aaron.


“Kenapa Zachary?” Aaaron langsung berjalan mendekat ke arah Zachary, dengan tangan yang terus menggandeng erat tangan Chiara, tanpa melepasnya sedikitpun.


“Ah, itu Pak Aaron. Tanpa sengaja ketika sedang membuka-buka buku-buku peninggalan kakak saya beberapa waktu yang lalu, tanpa sengaja saya menemukan sebuah surat yang terselip diantara buku-buku itu."


"Surat? Darimana datangnya surat itu? Dan untuk siapa?" Aaron langsung bertanya dengan wajah bertanya-tanya.


“Untuk Aldrich…” Zachary menjawab dengan suara dan wajah ragu, sambil tangannya merogoh ke arah kantong celananya, dan mengambil sebuah amplop surat berwarna pastel dari dalam sana.


Dari penampakan fisiknya, amplop surat itu terlihat jelas sudah berusia cukup lama, karena sudah tidak secerah dan semulus warna aslinya.