
Bau harum parfum yang khas, dan dimiliki oleh Aaron itu, membuat senyum di wajah Chiara langsung mengembang, dengan kepala yang langsung menoleh ke arah sumber bau harum itu.
Aaron yang baru saja keluar dari kamarnya dan berencana untuk mencari Chiara juga, langsung tersenyum begitu melihat sosok Chiara yang sedang memandang ke arahnya dengan senyumnya yang manis.
“Om… ternyata Om Aaron sudah mandi juga?” Chiara berkata sambil berjalan mendekat ke arah Aaron yang terlihat segar, dengan gaya rambut tanpa pomade rambut yang biasa digunakannya, sehingga menimbulkan kesan jauh lebih muda dari biasanya, tidak seperti saat Aaron berangkat ke kantor.
(Pomade merupakan produk penataan rambut yang ditujukan untuk membuat rambut Anda lebih lembap dan rapi. Pomade juga terbagi menjadi dua jenis, yakni oil based dan water based. Sesuai namanya, perbedaan dari dua jenis pomade ini terletak pada bahan dasar yang digunakan. Jenis oil based menggunakan minyak sebagai bahan dasarnya, sedangkan water based menggunakan air.
Tekstur pomade hampir sama dengan wax, hanya saja lebih lembut. Minyak rambut ini bisa membuat rambut tampak lebih lembut dan berkilau, serta melembutkan rambut yang kering dan susah diatur).
“Kan memang ini sudah hampir malam, langit bahkan sudah terlihat gelap, sudah waktunya untuk mandi. Di Indonesia, jangan berani-berani mandi hanya sekali kalau benar-benar ingin menjaga kesehatan dan kebersihan. Beda dengan di Amerika, apalagi saat musim dingin.” Aaron berkata sambil melangkah menuju ruang keluarga, dengan Chiara mengekor di belakangnya.
“He he he. Maaf Om, sejak menikah, aku masih jarang bertemu dengan Om Aaron, belum mengerti betul kebiasaan Om Aaron.” Chiara berkata sambil mempercepat jalannya agar bisa berada di samping Aaron.
Aaron sendiri begitu menyadari Chiara berjalan di belakangnya, sengaja memperlambat langkahnya agar Chiara bisa segera menyusulnya, dan mereka bisa berjalan dengan berdampingan.
“Lagipula, aku tidak mau kalah denganmu. Masak cuma kamu sendiri yang tampil cantik dan segar, sedang aku terlihat kusut?” Chiara langsung tertawa kecil mendengar godaan Aaron.
“Kemarilah…” Begitu sampai di ruang keluarga dan duduk di sofa, Aaron segera berkata sambil menepuk-nepuk sofa yang ada di sampingnya, memberi tanda bahwa dia sedang meminta Chiara untuk duduk di sana bersamanya.
“Chiara….” Aaron menyebutkan nama Chiara dengan lembut setelah istrinya itu duduk tepat disampingnya.
“Iya Om? Kenapa?” Chiara menjawab panggilan dari Aaron, sambil menatap ke arah Aaron dengan pandangan mata terlihat begitu bahagia.
“Mmmmmm…..” Aaron bergumam pelan dan menarik nafas dalam-dalam mendengar pertanyaan Chiara, mencoba menata hatinya untuk bisa merangkai kata-kata menjelaskan tentang siapa dan bagaimana dirinya, dan juga masalah yang harus dihdapinya sebagai manusia super, termasuk tentang pengaruh Chiara terhadapnya.
“Om Aaron… kenapa Om Aaron terlihat bingung? Apa sedang ada masalah besar yang sedang dihadapi oleh Om Aaron? Kalau boleh tahu, bisakah Om Aaron menceritakan pada Chiara? Mungkin aku bisa membantu Om Aaron? Aku akan melakukan apapun untuk Om Aaron, asal bisa membantu Om Aaron.” Kata-kata panjang dari bibir mungil Chiara membuat Aaron tersenyum, meskipun Chiara bisa melihat senyum itu cukup dipaksakan.
“Chiara… seperti apa yang sudah sempat kita bicarakan tadi…. Jika kita ingin pernikahan kita bukan lagi sekedar pernikahan yang didasarkan pada selembar surat kontrak, kita harus mulai belajar menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. Dan aku rasa itu harus dimulai dengan saling keterbukaan diantara kita, apa kamu setuju dengan itu?” Chiara yang mendengar pertanyaan dari Aaron, tanpa berpikir panjang langsung menganggukkan kepalanya tanpa terlihat ragu sedikitpun.
“Kalau begitu, kamu setuju bahwa sebagai suami istri, kita harus rela dan kekurangan dari pasangan kita, bukan sekedar menerima kelebihannya saja. Juga bersedia mendukungnya, agar bisa bersama-sama hidup bahagia?”
“Tentu saja Om Aaron….” Chiara langsung menjawab perkataan Aaron dengan cepat.
“Untuk masalah seperti itu, rasanya saat kita menikah, kita sudah mengucapkan janji untuk saling menguatkan dan tetap bersama baik dalam suka dan duka sampai maut memisahkan.” Chiara menambahkan kata-katanya sambil tersenyum.
“Dan untuk masalah kekurangan, sepertinya kekuranganku jumlahnya mungkin bisa 5 atau 10 kali lipat daripada kekurangan Om Aaron, yang bagiku, hampir tidak memiliki kekurangan, kecuali sudah mengabaikanku selama dua tabun ini.” Chiara kembali berkata sambil meringis, membuat Aaron tersenyum tipis.
“Maaf… bukan maksudku mengabaikanmu, tapi itu….”
“Bercandalah Om. Aku tahu Om Aaron adalah orang yang paling memperhatikanku meskipun tidak ada di sampingku seperti pak Zac dan juga mama Sarah. Dan bukan hanya tidak ada disampingku, tapi juga tidak pernah membalas pesanku selama setahun lebih. Tapi aku tahu, Om Aaron yang jauh di sana pasti juga sering memikirkan aku” Dengan percaya diri Chiara langsung memutus perkataan Aaron yang terlihat merasa bersalah.
“Ah, terimakasih untuk pikiran positifmu tentang aku.” Aaron berkata pelan dengan mata yang menatap hangat ke Chiara.
Sebagai seorang istri yang usianya masih begitu muda, Aaron tahu bahwa Chiara seingkali berindak ceroboh dan memiliki emosi yang kadang labil.
Akan tetapi, Aaron tahu pasti kalau istrinya itu, kadangkala, di suatu waktu bisa memiliki pikiran dewasa dibanding teman-teman seusianya.
Dan Aaron tahu, semua itu karena Chiara merupakan orang yang selalu mengeluarkan aura positif, karena kebaikan hatinya, yang seringkali kadang justru dimanfaatkan oleh orang lain, seperti Mona dan Revina.
“Sedari awal, meskipun saat itu aku belum mengenal siapa dan bagaimana Om Aaron, Aku tahu Om Aaron adalah orang yang sangat baik dan perduli padaku. Dan aku sangant beruntung, bukan hanya bisa menikah dengan Om Aaron, tapi ternyata Om Aaron juga mencintaiku.” Chiara berkata sambil tersenyum lebar, membuat Aaron yang mendengar pujian Chiara untuknya itu langsung berdehem pelan untuk mengusir salah tingkahnya.
“Kalau begitu… aku harus mulai jujur padamu, menceritakan apapun tentang siapa diriku di depanmu. Dan aku harap, kamu bisa mengerti semua tindakan yang aku lakukan, entah itu di masa lalu, sekarang, ataupun di masa depan.” Setelah mengakhiri kata-katanya, beberapa saat kemudian, Aaron memandang ke arah Chiara yang setelah menyatakan persetujuannya dengan menganggukkan kepalanya, melihat intens ke arah Aaron, menunggu apa yang akan dikatakan oleh Aaron selanjutnya.