
Chiara masih sibuk mengamati gaun itu sambil tangannya menyentuh beberapa batu kristal dan permata yang terpasang di gaunnya yang indah itu dengan ujung-ujung jari tangannya.
Meskipun wajah Aaron tampak masih begitu muda, tapi Julia yang tahu bahwa usia Aaron yang sebenarnya sudah mendekati kepala 3, bisa menebak bahwa usia Chiara pasti terpaut cukup jauh dengan Aaron, sehingga membuatnya merasa begitu penasaran kenapa Aaron Malverich, yang bisa mendapatkan wanita tipe apapun sebagai istrinya, justru menjatuhkan pilihan pada gadis kecil seperti Chiara.
Namun begitu Julia kembali mengamati Aaron yang wajahnya tampak lebih ceria, dan pandangan matanya terlihat lebih hidup saat dia memandang ke arah Chiara, Julia langsung tahu bahwa Chiara merupakan gadis istimewa yang bisa membuat Aaron yang biasanya terlihat tidak memiliki emosi, dan terlihat dingin, terlihat berbeda saat berada di dekat gadis kecil itu.
“Gaun ini merupakan salah satu gaun koleksi terbaru dan terbaik kami. Tadinya, aku tidak berani mencobanya untuk nona Chiara, karena gaun ini masih ada beberapa bagian yang harus disempurnakan. Ada beberapa kristal yang belum terpasang di bagian punggung gaun.” Julia mencoba menjelaskan tentang gaun yang sedang dikenakan oleh Chiara saat ini.
Dan berusaha menjelaskan kepada Aaron kenapa dari awal gaun itu tidak dicobakan oleh Julia untuk Chiara.
“Apa dalam 2 atau 3 minggu ini, gaun itu bisa siap?” Aaron langsung bertanya sambil memandang ke arah Chiara yang tampak jelas begitu menyukai gaun itu.
“Kalau memang Pak Aaron sudah memilih gaun itu, kami akan mengusahakan yang terbaik yang kami bisa.” Julia berkata dengan nada optimis, karena baginya, memenuhi keinginan keluarga Malverich adalah sebuah prioritas, mengingat bagaimana mereka adalah salah satu pelanggan VIP butik miliknya itu, yang biasanya rela merogok kocek mereka cukup dalam untuk membeli koleksi-koleksi butiknya.
“Baik, usahakan yang terbaik untuk gaun itu agar bisa tampil maksimal saat dikenakan oleh nona Chiara.” Kata-kata Aaron membuat Chiara yang mendengarnya langsung tersenyum senang.
Om Aaron perhatian sekali padaku, dan juga rencana pernikahan kami. Dengan kebaikan om Aaron dan perhatiannya itu, bagaimana bisa 4 tahun lagi aku melepaskan om Aaron dan membiarkannya menjadi milik perempuan lain?
Chiara berkata dalam hati, dan mulai heran dengan dirinya yang baru saja mengenal Aaron, tapi sudah begitu menyukai sosok laki-laki itu, seolah-olah mereka sudah saling mengenal untuk waktu yang lama.
“Bagaimana untuk jas pengantinnya Pak Aaron?” Julia langsung menanyakan tentang jas yang akan dikenakan oleh Aaron di hari pernikahannya, yang sesuai rencana awal, akan dipesan di butik itu juga.
“Sepertinya tidak hari ini, karena sepertinya nona Chaira sudah terlihat lelah. Besok aku akan kembali ke sini. Chiara, apa kamu besok akan ikut kesini lagi, atau aku saja yang memutuskan sendiri untuk jasnya?” Mendengar pertanyaan dari Aaron, mata Chiara terlihat berbinar cerah.
Tentu saja aku akan ikut om! Mana mungkin aku melewatkan kesempatan untuk pergi dengan om Aaron. Lagian, aku mau melihat bagaimana tampannya om Aaronku mengenakan jas pengantinnya!
Chiara langsung berteriak dalam hati dengan bersemangat.
“Kalau boleh, aku mau ikut Om.” Dengan cepat Chiara menjawab pertanyaan dari Aaron.
“Oke, besok di jam yang sama, aku akan menjemputmu. Kalau ada waktu, sekalian besok kita melihat-lihat sepatu juga. Aku akan membuat janji untuk itu.” Aaron kembali menjelaskan tentang rencananya besok bersama Chiara.
Julia yang melihat itu hanya bisa tersenyum, sambil berjalan menyusul Chiara, untuk membantunya melepas gaun pengantinnya, tidak ingin membiarkan Aaron terlalu lama menunggu Chiara berganti pakaian.
Begitu Chiara kembali ke kamar fiiting untuk terakhir kalinya, Aaron langsung memanggil Zachary melalui panggilan telepon.
“Ya Pak Aaron….” Tidak lebih dari 1 menit, Zachary yang sengaja standby di di balik pintu ruangan tempat Aaron berada, sudah muncul di hadapan Aaron.
“Zachary, besok aturkan di waktu yang sama, untuk menjemput nona Chiara, karena besok aku akan memilih jas pengantinku. Dan ada kemungkinan, jika waktunya cukup, kami akan mencari sepatu juga.” Aaron berkata sambil melirik ke arah Zachary yang langsung menganggukkan kepalanya, karena sudah mengerti tentang apa yang harus dilakukannya untuk rencana Aaron besok, yang lagi-lagi cukup membuatnya terheran-heran.
Kebiasaan Aaron yang Zachary tahu, dia tidak suka jika ada orang lain yang ikut campur dalam urusannya menentukan pakaian yang akan dikenakannya.
Tapi dengan mengajak Chiara besok, berarti Aaron akan mengijinkan Chiara untuk ikut memilih jas pengantin untuknya, dan itu artinya, dia akan membiarkan Chiara mengeluarkan pendapatnya tentang apa yang akan dikenakannya.
“Lalu, setelah ini aku ingin mengajak makan malam Chiara. Apa kamu ada ide kira-kira dimana tempat yang bisa membuatnya nyaman dengan makanan yang kira-kira sesuai dengan seleranya?” Pertanyaan Aaron padanya, membuat Zachary mengernyitkan dahinya dengan wajah sedikit kaget.
Biasanya, Aaron tidak pernah menanyakan pendapat Zachary tentang tempat makan yang akan dia kunjungi.
Baik saat dia merencanakan makan bersama dengan keluarga ataupun rekan bisnis.
Selama ini, Aaron menjadi satu-satunya orang yang akan mengambil keputusan, tanpa perduli apakah yang diajaknya menyukai tempat itu atau tidak.
Meskipun tentu saja tempat yang menjadi pilihan Aaron adalah tempat-tempat istimewa yang tidak mungkin tidak disukai orang, tapi biasanya Aaron tidak pernah meminta pendapat orang lain dalam memutuskan tempat untuk makan.
Tentu saja, begitu mendengar bagaimana Aaron berusaha mencari tempat makan sesuai dengan selera Chiara, membuat Zachary sedikit terpaku.
“Ah, bagaimana kalau nanti Pak Aaron tanyakan saja langsung kepada yang bersangkutan. Karena terus terang, saya belum terlalu mengenal nona Chiara, jadi saya belum tahu selera dan makanan kesukaan nona Chiara.” Zachary langsung menjawab begitu, karena diapun tidak ingin salah pilih dalam menentukan sesuatu yang dia sendiri belum tahu dengan pasti.
“Ooo….” Hanya itu jawaban singkat dari Aaron.
“Zachary, setelah hari ini berlalu, aku mau besok adalah hari terakhir Chiara menandatangani berkas penarikan dana untuk kebutuhan bulanannya. Setelah kami menikah, aku akan menjadi wali resmi dari Chiara. Dan aku ingin, semua tanggung jawab, perwakilan hak Chiara dari orangtuanya, semuanya beralih dari bu Mona dan pak Raksa kepadaku, sebagai suami sahnya.” Perintah Aaron membuat Zachary menahan nafasnya sejenak, mencoba menerka apa yang akan terjadi jika hal itu dilakukan oleh Aaron pada Mona.