
Bagi Diego yang sudah mengenal dan hafal dengan sikap keras kepala Grayson, memilih untuk membiarkan Grayson yang memilih untuk pergi meninggalkan acara berlibur kali ini.
"Grayson sudah pergi? Kenapa bisa begitu?" Sarah berkata sambil menautkan kedua alisnya, menunjukkan wajah herannya, dan itu justru membuat Diego merasa semakin sulit untuk memberikan penjelasan kepada Sarah.
"Apa ada sesuatu yang sudah terjadi saat kalian berdua tadi malam keluar bersama?" Sarah kembali bertanya kepada Diego yang mulai memikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan Sarah.
Karena bagi Diego, tidak mungkin mengatakan dengan terus terang apa yang sudah terjadi pada Grayson semalam.
Tidak mungkin untuk Diego menceritakan pada Sarah tentang bagaimana kecewanya Grayson terhadap keputusan Sarah untuk mengurung Aaron dan Chiara dalam satu kamar, setelah Grayson sedikit mendapatkan harapan begitu mendengar selama 2 tahun ini mereka tidak tidur hidup seperti layaknya suami istri yang normal.
Meski Diego berusaha membuat Grayson mengerti bahwa hubungan Aaron dan Chiara tidaklah sedangkal yang terlihat, tapi sepertinya Grayson masih belum belum bisa membiarkan Aaron mendapatkan gadis sebaik Chiara.
Karena bagi Grayson, Aaron yang dianggapnya laki-laki yang tidak bertanggung jawab, penyebab kematian Jasmine, tidak pantas untuk mendapatkan Chiara yang bagi Grayson bukan saja cantik, tapi hatinya sangat baik dan tulus, membuat sulit untuk tidak menyukai gadis itu.
Aku tidak mungkin menceritakan pada auntie Sarah tentang perasaan Grayson pada Chiara. Itu pasti akan membuat Auntie Sarah bertambah susah. Dengan hubungan Grayson dan Aaron yang seperti musuh bebuyutan saja sudah membuat auntie Sarah susah, apalagi kalau sampai auntie Sarah tahu kedua anaknya itu mencintai wanita yang sama. Bahkan gadis itu sudah menjadi istri dari salah satu dari mereka.
Diego berkata dalam hati sambil bersiap untuk mengatakan jawaban yang paling masuk akal pada Sarah.
"Tidak Auntie... mungkin Grayson sedang ada sedikit masalah dengan pekerjaannya, sehingga minum-minum tadi malam." Mendengar perkataan Diego, Sarah langsung menarik nafas dalam-dalam.
"Anak itu, selalu saja begitu. Menjadikan minuman keras sebagai tempat pelariannya. Masalah pekerjaan? Sebenarnya beberapa waktu lalu dia sempat mengalami jalan buntu ketika menjalin kerjasama dengan salah satu kliennya." Sarah berkata pelan sambil memandang ke arah Diego yang sedang terfokus padanya.
"Dan aku dengan sengaja meminta Aaron membantunya secara diam-diam. Kamu tahu, untuk Aaron, tidak ada yang tidak akan bisa dia lakukan jika itu berhubungan dengan bisnis. Dan Diego harus banyak belajar dari Aaron tentang itu." Tanggapan dari Sarah justru membuat Diego jadi merasa penasaran, karena ternyata selain masalah Chiara, memang ada masalah lain yang sudah terjadi pada Grayson.
"Kamu tahu kan kalau rasa gengsi Grayson itu sangat tinggi. Sehingga dia tidak mudah mengucapkan perkataan maaf atau minta tolong kepada orang lain, termasuk pada Aaron yang merupakan kakaknya sendiri." Sarah menghentikan bicaranya sambil menghela nafasnya.
"Entah bagaimana ceritanya, pada intinya, akhirnya Grayson tahu kalau keberhasilannya menjalin kerjasama dengan kliennya itu atas campur tangan Aaron. Dan itu membuatnya marah. Padahal aku sudah menjelaskan pada Grayson waktu itu aku yang sengaja meminta bantuan pada Aaron." Kata-kata Sarah membuat Diego langsung menarik nafas panjang.
Pantas saja Grayson marah, karena dengan peristiwa itu membuktikan bahwa Aaron selalu lebih baik darinya. Hal itu pasti sudah menyinggung harga diri Grayson. Grayson pasti merasa marah pada dirinya sendiri karena harus melibatkan Aaron yang dibencinya untuk bisa mendapatkan keberhasilan yang dia pikir awalnya bisa dia capai sendiri dengan kemampuannya.
Diego berkata dalam hati tanpa berani mengucapkan pendapatnya di depan Sarah.
Entah dalam hal apapun, Grayson selalu tidak terima jika Aaron lebih baik darinya. Padahal kalau aku lihat Aaron meskipun seringkali bersikap dingin, dia selalu berusaha untuk membantu Grayson secara diam-diam.
Diego kembali berkata dalam hati sambil memandang ke arah Sarah.
"Semoga dengan berjalannya waktu, hubungan mereka bisa membaik Auntie." Akhirnya hanya itu yang bisa dikatakan oleh Diego pada Sarah.
“Aku juga berharap demikian, Grayson sudah dewasa harusnya dia juga bersikap dewasa. Tapi sampai sekarang masih sulit untuk membuat dia mengerti bahwa hubungan persaudaraannya sangat penting dari pada pikiran dia yang selalu salah faham dengan kebaikan Aaron.” Sarah berkata pelan dengan nada terdengar sedikit putus asa, membaut Diego ikut merasa tidak enak hati dan menjadi termenung.
"Hah... entah sampai kapan Grayson bersikap memusuhi Aaron seperti itu. Rasanya sangat menyedihkan melihat kedua anak laki-lakiku itu tidak saling bertegur sapa selama bertahun-tahun." Sarah berkata sambil kembali menyibukkan dirinya kembali dengan buah-buahan yang akan dia jadikan salad.
“Semoga kehadiran Chiara yang membawa keceriaan di keluarga Malverich bisa mencairkan hubungan antara Grayson dan Aaron. Aku sungguh berharap Chiara bisa menjadi jembatan penghubung antara mereka berdua, karena aku lihat, baik Aaron maupun Grayson, terlihat nyaman saat berada di dekat Chiara.” Sarah mengakhiri pembicaraannya tentang Aaron dan Grayson sambil tersenyum kecil, seolah menemukan harapan dengan adanya Chiara di tengah-tengah keluarga mereka.
Tentu saja kedua saudara sepupuku itu merasa nyaman di dekat Chiara, karena kedua-duanya sama-sama menyukai Chiara. Akh… aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan auntie Sarah jika mengetahui tentang hal itu.
Diego langsung menanggapi perkataan Sarah dalam hati, hanya berani mengungkapkannya dalam hati sambil menahan nafasnya untuk beberapa saat.