Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KISAH REVINA



“Aku hanya haus hari ini, karena sebelum berangkat tadi aku sudah banyak menikmati cemilan di rumah, kamu kan tahu, kemarin ada acara arisan di rumah. Jadi banyak makanan di rumah.” Agar Dani tidak merasa curiga, Revina langsung memberikan alasan kepada Dani yang hanya menganggukkan kepalanya kepada pelayan, untuk menunjukkan bahwa pesanan mereka hanya itu saja.


“Baik, mohon ditunggu maksimal 15 menit, semuanya akan siap, Terimakasih.” Setelah mengucapkan kata-katanya, pelayan itu segera berlalu pergi,


Begitu pelayan itu sudah pergi menjauh dari emja mereka, baik Dani maupun Revina, justru saling berdiam diri, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Apa yang sudah terjadi pada Revina? Kenapa dia terlihat aneh hari ini? Padahal aku ingin memberitahukan berita gembira tentang kenaikan jabatan yang akan aku terima sebentar lagi.


Dani berkata dalam hati sambil menatap ke arah Revina yang matanya sedang menatap ke arah luar jendela restoran, dimana di balik jendela itu tampak jalanan yang terlihat ramai oleh lalu lalang kendaraan bermotor.


Meskipun Dani bisa menerima alasan bahwa Revina sudah kenyang, tapi sikap pendiam dan wajah tidak tenang Revina membuat Dani tetap merasa ada sesuatu yagn sudah terjadi pada Revina.


Dan perasaan Dani menyatakan kalau itu bukan sesuatu yang enak untuk didengar, apalagi membahagiakan, pasti jauh dari itu.


Apa yang harus aku katakan pada Dani? Bagaimana aku mengatakannya? Tapi hari ini aku harus mengakhiri semuanya dengan Dani, sebelum masalah yang aku hadapi semakin besar dan tidak terkendali. Maaf Dani, aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa hidup hanya dengan cinta. Dan saatnya aku harus memilih. Dan kali ini, aku harus melepaskanmu.


Revina berkata dalam hati, sembari berusaha menenangkan dirinya, dan mengumpulkan kekuatannya untuk berbicara secara terus terang kepada Dani tentang keinginannya untuk putus dengan Dani.


Dani yang sengaja membiarkan Revina terlarut dalam pikirannya, membuat Revina jadi teringat tentang kejadian-kejadian yang dia alami, yang membawanya harus mengambil keputusan untuk meninggalkan Dani.


Sejak hampir setahun yang lalu, Revina bertemu dengan Richard dalam acara kencan buta, mau tidak mau, Revina memiliki ketertarikan lebih pada Richard dibandingkan dengan teman-teman kencan butanya selama ini.


Richard yang selain tampan juga begitu manis bibirnya, membuat Revina terlena, sehingga ketika setelah perkenalan mereka Richard menngatakan dia harus pergi keluar  negeri, dan dua bulan kemudian baru kembali, secara tidak sadar, Richard yang tidak pernah muncul dengan alasan bisnis, tapi selalu mengiriminya pesan, dan juga foto-foto membuat Revina jadi semakin tertarik dengan sosok Richard.


Apalagi banyak kali foto-foto yang dikirmkaan Richard pada Revina, menggambarkan tentang kesibukan Richard, entah di tengah-tengah meeting, atau kunjungan dia ke perusahaan besar yang merupakan rekan bisnisnhya, atau ke tempat-tempat wisata, hotel mewah dan juga restoran mewah saat dia berada di luar negeri.


Karena itu, begitu setelah dua bulan kemudian Richard kembali, Revina langsung menerima pernyataan cinta dari Richard, dan sengaja menduakan Dani, dengan tetap menjadi kekasih Dani, meski Revina juga menerima pernyataan cinta Richard, dan meskipun setelah itu, beberapa kali Richard harus pergi ke luar negeri dengan alasan urusan bisnisnya.


Dengan manisnya bibir Richard, foto-foto dan pesan-pesan mesra yang selalu menemani hari-hari Revina, bahkan beberapa hadiah yang selalu dibawa Richard setiap dia pulang dari luar negeri, meskipun mereka jarang bertemu, pada akhirnya membuat tanpa sadar Revina menyerahkan kesuciannya pada Richard yang dengan mulut manisnya berhasil meyakinkan Revina bahwa dia akan bertanggung jawab dengan menikahi Revina.


Bahkan sampai beberapa kali mereka melakukan percintaan setiap kali mereka bertemu, sampai akhirnya dua minggu lalu Revina dikejutkan dengan kenyataan bahwa dia sudah hamil, karena setiap kali melakukannya, Richard tidak pernah mau memakai pengaman, dan membiarkan benihnya menyembur di dalam rahim Revina.


Selama beberapa hari Revina dengan rasa takut yang begitu besar tidak berani mengatakan tentang hal itu kepada Mona maupun Raksa.


Revina masih ingat begitu besarnya kemarahan Raksa saat Revina menceritakan tetang kondisinya.


“Kamu benar-benar anak kurang ajar!” Raksa berteriak sambil menampar pipi Revina dengan cukup keras waktu itu, membuat Revina hampir jatuh terduduk, tapi dengan cepat Mona menahan tubuh Revina.


“Pa! Hentikan!” Mona yang melihat kemarahan Raksa sampai menampar pipi Revina, langsung memasang badan untuk melindungi Revina dari tamparan kedua Raksa.


“Memalukan! Sungguh memalukan! Apa kata orang kalau mendengar anak gadisku serendah itu! Dengan mudahnya tidur dengan laki-laki yang belum menjadi suamimu! Beraninya kamu melakukan itu!” Raksa yang selama ini tidak pernah marah, bahkan cenderung menurut kepada Mona, hari itu benar-benar menunjukkan rasa kecewa dan kemarahannya kepada Revina.


Hal itu membuat Mona dan juga Revina merasa kaget, tidak menyangka kalau Raksa bisa semarah itu, bahkan mampu berteriak keras dan menampar Revina.


“Pa… kendalikan dirimu…” Mona yang sebenarnya juga merasa kaget dengan pengakuan Revina, ingin memaki Revina juga, tapi kemarahan yang ditunjukkan Raksa membuatnya menahan amarahnya, jika tidak ingin Revina terluka, jika dia membiarkan Raksa meluapkan kemarahannya kepada Revina.


“Apa yang harus aku kendalikan? Harusnya anak gadismu yang kotor itu yang tidak bisa mengendalikan nafsunya yang harus kamu peringatkan! Aku malu memiliki anak gadis yang tidak bisa menjaga dirinya dengan baik sepertimu! Bisa-bisanya menyerahkan kegadisanmu sebelum menikah!” Omelan panjang Raksa, dengan wajah memerah karena marah, juga teriakannya yang menggema di seluruh ruang keluarga waktu itu, membuat Revina menangis terguguk.


“Aku tidak membesarkanmu dengan baik untuk menjadi wanita murahan!” Raksa kembali berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri karena merasa frustasi.


Pengakuan Revina, seperti petir yang menyambar di siang bolong, tanpa ada mendung dan hujan, benar-benar membuat Raksa shock.


Mau tidak mau, ada rasa menyesal di dalam hati Revina, bagaimana bisa dia terjatuh dalam pesona dan bujuk rayu Richard hingga berakhir seperti ini, apalagi sebenarnya, laki-laki yang dicintainya adalah Dani.


Dan awalnya Revina mau menjadi kekasih Richard murni karena ingin menikmati hidup menjadi kekasih seorang laki-laki kaya raya, sehingga dia bisa sedikit merasa bangga, apalagi di depan Chiara kelak, meskipun Richard belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Aaron yang merupakan keluarga Malverich.


Tapi apa mau dikata, ternyata bibir manis Richard dudah membuat Revina terlena dan rela memberikan hal paling berharga miliknya, sebagai seorang wanita, yang harusnya dia berikan kepada suaminya.


“Revina….” Suara panggilan lembut dari Dani, membuat lamunan Revina buyar, dan mengharuskan dia kembali memandang ke arah Dani.


Meskipun dia tahu dia begitu egois, saat memandang Dani, sejujurnya Revina ingin memeluk Dani, menceritakan apa yang sudah terjadi padanya, dan berharap Dani tetap mau menerimanya.


Sayangnya hal itu tidak mungkin dia lakukan, karena acara arisan yang dia katakan pada Dani tadi, sebenarnya adalah acara kedatangan keluarga Richard untuk melamarnya, dan sekaligus untuk menetapkan tanggal pernikahan mereka yang akan dilaksanakan kurang dari dua bulan lagi, sebelum orang lain menyadari perut Revina yang pasti akan semakin membuncit dengan berjalannya waktu.