Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
EFEK AJARAN GRACE



Chiara sendiri, melihat kehadiran Aaron yang tidak disangka-sangka olehnya, membuat senyum mengembang di wajahnya begitu dia tersadar dari rasa kagetnya, merasa ada pahlawan yang tiba-tiba datang untuk menyelamatkannya dari situasi canggung antara dia dan Brandon.


Dari pakaian Aaron yang dikenakannya, celana pendek sepanjang di atas lutut, dengan t shirt yang potongannya pres di bodynya, menunjukkan kalau dia sudah pulang di apartemen sebelum Chiara.


Terlihat jelas kalau Aaron sudah mandi dan sengaja mencari Chiara, sampai dia keluar dari apartemen.


Memikirkan tentang hal itu membuat senyum bangga sekaligus bahagia langsung tersungging di bibir Chiara, sedikit melupakan rasa kesalnya pada Aaron yang tiba-tiba saja membatalkan janjinya untuk menjemputnya tadi di kampus.


Apalagi jika mengingat perkataan Brandon tentang teman-temannya yang heboh karena kehadiran Aaron di kampus, akhirnya membuat Chiara justru merasa lega Aaron tidak jadi menjemputnya tadi.


“Selamat malam Om. Perkenalkan, aku Brandon, kakak tingkat Chiara.” Tanpa disangka-sangka oleh Chiara maupun Aaron, tiba-tiba saja Brandon menyapa Aaron dengan ramah sambil memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangannya.


Mau tidak mau akhirnya Aaron mengulurkan tangannya ke arah Brandon, menerima salam perkenalannya.


“Aaron.” Aaron menyebutkan namanya dengan singkat, suara tenang tanpa emosi, dan wajah datar.


Om Chiara sepertinya seorang om yang over protektif, aura melindunginya terlihat kental sekali. Meskipun kedua orangtua Chiara sudah meninggal, beruntung Chiara masih memiliki paman yang bersedia menanggung kehidupannya.


Brandon berkata dalam hati tanpa bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat sosok Aaron yang terlihat berwibawa dengan wajahnya yang terlihat masih begitu muda.


“Senang berkenalan dengan Om Aaron. Kalau diijinkan, lain kali aku ingin…”


“Maaf Kak Brandon, sudah malam, aku harus segera kembali ke apartemen, aku lelah sekali. Sampai jumpa.” Dengan cepat Chiara memotong perkataan Brandon, sebelum dia mengatakan hal yang tidak-tidak kepada Aaron, seperti meminta ijin untuk mengunjungi apartemen mereka.


“Eh….” Brandon berniat melanjutkan kata-katanya, tapi dilihatnya Chiara sudah memeluk lengan Aaron dan mengajak laki-laki tampan yang bisa membuat orang merasa rendah diri dengan kesempurnaan wajah dan bentuk tubuhnya itu untuk pergi memasuki pintu utama gedung apartemen, meninggalkan Brandon yang masih diam terpaku di tempatnya.


Brandon hanya memandang kepergian Chiara dan Aaron tanpa dia sendiri ikut masuk ke dalam gedung apartemen, sampai seseorang menepuk bahunya, sepupunya yang baru saja pulang dari kampus dengan naik taksi karena mobilnya masih di bengkel.


“Ayo Om, kita pulang sekarang.” Chiara berkata dengan kedua tangannya memeluk lengan Aaron dengan erat, sehingga membuat lengan itu menyentuh bagian dada Chiara tanpa disengaja.


Dan Aaron yang awalnya sudah siap mengomeli Chiara, karena Chiara pergi sendirian tanpa ditemani oleh Imelda, dan juga kesal melihat bagaimana Brandon yang selalu mencari kesempatan untuk bertemu dan mengobrol dengan Chiara, tiba-tiba saja jadi diam seribu bahasa.


Jangankan berpikir untuk mengomeli Chiara, saat ini Aaron lebih disibukkan dengan bagaimana cara mengendalikan detakan jantungnya karena lengannya sudah menyentuh sesuatu yang membuat libidonya terpancing kembali.


Begitu mereka memasuki lift pribadi Aaron yang bagian dindingnya memantulkan gambar mereka, Chiara dengan tiba-tiba langsung melepaskan pelukannya pada lengan Aaron, membuat Aaron langsung melirik ke arahnya karena kaget dengan sikap Chiara yang tiba-tiba berubah canggung.


Chiara sengaja melakukan itu karena begitu dia melihat pantulan gambar mereka di dinding lift, tiba-tiba ingatan Chiara tentang apa yang dikatakan oleh Grace tadi siang, teringat dengan begitu jelas di otaknya.


Dan ingatan itu membuat tanpa sengaja Chiara yang memandang ke arah gambaran Aaron di dinding lift, matanya jadi menatap Aaron, dan membayangkan bentuk tubuh Aaron di balik pakaiannya, terutama di bagian celananya dan membayangkan yang tidak-tidak tentang apa yang ada di balik celana itu.


Celaka! Grace benar-benar sudah merusak otakku! Bagaimana bisa aku jadi berpikiran mesum, membayangkan benda pusaka milik om Aaron yang ada di balik celananya itu? Sial!


Chiara langsung memaki-maki dirinya sendiri begitu menyadari bahwa pandangan matanya tiba-tiba tanpa dia sadari jadi terfokus pada bagian bawah pusar Aaron.


Bahkan Chiara tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengusir pikiran anehnya yang sudah berani membayangkan sesuatu yang tidak-tidak tentang Aaron.


“Chiara….” Aaron yang melihat wajah bingung sekaligus kikuk dari Chiara yang tiba-tiba saja menjadi khawatir, dan membuatnya lupa kalau baru saja tindakan Chiara sebelumnya membuat hasratnya terpancing.


“Eh…. Ya Om Aaron?”


“Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu terlihat aneh? Apa yang sudah terjadi? Apa kakak tingkatmu yang bernama Brandon sudah melakukan sesuatu yang buruk padamu?” Aaron bertanya sambil mendekat ke arah Chiara yang berusaha mundur, tapi di belakangnya, punggungnya sudah menabrak dinding lift.


Sebenarnya Aaron bukannya tidak bisa mendengar apa saja pembicaraan antara Brandon dan Chiara tadi di bawah, tapi rasa khawatir karena melihat sikap Chiara yang aneh, membuat Aaron khawatir kalau-kalau dia telah melewatkan sesuatu, dan itu yang membuat Chiara terlihat tidak nyaman saat ini.


“Ti… tidak Om Aaron.” Chiara menjawab pertanyaan Aaron yang terus mendekat ke arahnya dengan gugup.


Kumohon jangan mendekat om Aaron! Please….


Chiara berteriak dalam hati dengan matanya yang tidak bisa dia kendalikan bergerak ke bawah, melirik kembali ke arah bagian senjata pusaka Aaron lagi.


“Apa kamu sakit Chiara? Tapi suhu tubuhmu baik-baik saja.” Aaron yang tiba-tiba saja memegang kening Chiara dengan telapak tangannya berkata sambil menundukkan kepalanya menatap ke arah Chiara yang sedang mendongakkan kepalanya setelah mendengar kata-kata Aaron, berusaha membuat matanya tidak lagi memandang ke bagian bawah tubuh Aaron.


Dari wajah Aaron, terlihat jelas kalau dia sedang mengkhawatirkan Chiara, sedang Chaira sendiri, akibat perkataan Grace tadi siang, membuat otaknya kacau balau dan terus membayangkan apa yang sudah dijelaskan oleh Grace itu tanpa bisa dia hentikan.


Bau segar tubuh om Aaron, benar-benar membuatku ingin….


Lagi-lagi Chiara berkata dalam hati… dan kali ini dia melakukannya sambil menelan ludahnya, karena bau harum parfum Aaron yang begitu maskulin dan segar, tiba-tiba membuatnya ingin mendekatkan tubuhnya ke arah Aaron, bahkan membuatnya tiba-tiba ingin menciumi, bahkan mengelus dada bidang Aaron yang saat ini berjarak sangat dekat dengan wajahnya.


Sebuah pemikiran yang selama ini belum pernah Chiara pikirkan sama sekali karena kepolosannya, tapi apa yang diajarkan Grace tadi siang, benar-benar membuat pikiran Chiara tidak bisa lagi sepolos biasanya.