Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MEMBERIKAN IJIN



Peringatan....!!! Episode ini adalah area 21+. Mohon bijak dalam memilih bacaan. Untuk pembaca yang masih di bawah umur, harap skip episode ini, agar tidak merusak pikiran kalian. Happy reading guys.


“Ah….” Sebuah lenguhan pendek terdengar lolos dari bibir mungil Chiara, membuat Aaron langsung menggerakkan bibirnya, untuk bisa membungkan bibir mungil itu, menguasainya dalam ciuman hangat yang penuh cinta.


Chiara sendiri, tidak tahu dengan apa yang terjadi pada tubuhnya yang tiba-tiba saja merespon setiap elusan Aaron di tubuhnya dengan mengeluarkan desaaa…hann beberapa kali dari bibirnya, dan bahkan mulai menyukai dan menikmati apa yang dilakukan Aaron pada tubuhnya.


“Chiara… apakah aku boleh….” Aaron berkata dengan suara yang terdengar begitu serak.


“Ya Om Aaron... Boleh…. Om Aaron boleh melakukannya....” Chiara langsung memotong perkataan Aaron yang berniat meminta haknya sebagai suami, seolah Chiara sudah tahu apa lanjutan dari kata-kata Aaron yang diucapkannya dengan suara begitu berharap.


Entah mendapatkan kekuatan, keberanian dan rasa percaya diri darimana, tapi Chiara menjawab pertanyaan Aaron tanpa ragu sedikitpun.


Yang ada di pikiran polos Chiara saat ini adalah ingin memberikan hak Aaron, untuk membuktikan bahwa dia memang sangat mencintai Aaron, dan menunjukkan pada Sarah dan yang lain juga tentang hal itu.


Pikiran yang membuat Chiara tiba-tiba berpikir bahwa dia harus siap melakukannya saat ini, apalagi dilihatnya dari tatapan mata Aaron kepadanya, suaminya itu sungguh sedang bergejolak menahan hasratnya.


Dan seperti kata-kata Grace yang sempat terbersit di pikirannya, bahwa bagi pria, menahan hasratnya yang memuncak bisa membuatnya stress dan sangat tersiksa.


Mengingat itu, Chiara tidak ingin Aaron tersiksa, sehingga membuatnya merasa begitu bersalah.


Mata Aaron langsung terbeliak kaget mendengar jawaban yang sebenarnya sangat dia harapkan itu.


Dan dari wajah Aaron terlihat begitu jelas bagaimana laki-laki tampan itu tidak bisa lagi membendung gairah dalam dirinya saat ini, yang bahkan membuatnya lupa sama sekali dengan hal buruk apa yang bisa terjadi pada mereka berdua jika dia mulai kehilangan kendali atas kekuatannya saat begitu intim dengan Chiara.


“Ambil hak Om sebagai suami Chiara…. Chiara siap Om….” Chiara berkata lirih sambil menggeliatkan tubuhnya karena gerakan tangan Aaron yang mulai bergerak turun, mengelus dan sedikit meremas bokongnya yang bagi Aaron terlihat begitu padat dan berbentuk bulat sempurna, sehingga membuatnya gemas.


Aaron semakin terbeliak mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Chiara, tidak menyangka kalau gadis kecilnya itu akan memberikan ijin padanya semudah itu, setelah beberapa waktu lalu masih diingatnya dengan jelas, istri kecilnya itu bahkan meminta waktu untuk mereka sementara waktu kembali tidur terpisah setelah kedua orangtua Aaron kembali ke kediaman Malverich.


Kata-kata Chiara itu membuat hati Aaron melambung tinggi, dipenuhi dengan kebahagiaan yang tidak terkira, dan dengan cepat Aaron mengangkat tubuh Chiara, menggendongnya dengan gaya seperti koala, dengan menggunakan kedua lengannya menahan berat tubuh Chiara, seolah Chiara duduk di lengan Aaron.


Chiara sendiri secara otomatis langsung melingkarkan kedua lengannya di leher Aaron, dan kedua kakinya di pinggang Aaron yang setelah menggendong Chiara, kembali mencium bibir Chiara, tanpa membiarkannya lepas sedikitpun, meskipun saat ini dia sedang menggendong tubuh Chiara, yang baginya hanyalah seringan kapas.


Kali ini bukan sekedar sebuah kecupan-kecupan kecil, tapi Aaron mencium bibir Chiara dengan penuh gairah, melumm… mat bibir Chiara, bahkan sengaja memberikan gigitan kecil dengan menggunakan kedua bibirnya untuk menjepit bagian bawah bibir Chiara, sehingga mau tidak mau Chiara jadi sedikit membuka bibirnya.


Dan kesempatan itu digunakan dengan baik oleh Aaron yang langsung membiarkan lidahnya menerobos masuk ke dalam bibir Chiara, untuk mulai menikmati setiap inchi rongga dalam mulut Chiara, mengabsen setiap gigi Chiara tanpa berhenti sedetikpun.


"Mmmm..." Sebuah suara yang dikeluarkan Chiara sebagai tanda kalau dia mulai kehabisan nafas, membuat Aaron menghentikan ciumannya, dan menjauhkan bibirnya dari bibir Chiara.


Namun hanya sebentar saja, setelah itu sambil menciumi telinga Chiara dan menjilatnya, Aaron berjalan ke arah tempat tidur.


Dan ketika Aaron sudah meletakkan tubuh Chiara ke atas tempat tidur, hidung dan bibir Aaron sudah berpindah tempat di leher Chiara, lalu ke dada Chiara, meninggalkan beberapa kissmark yang meninggalkan bekas warna kemerahan, pada kulitnya yang putih mulus.


Melihat tanda itu membuat Aaron tersenyum, seolah tanda itu merupakan tanda bahwa Chiara adalah wanita yang sepenuhnya adalah miliknya.


Selain itu, tangan Aaron mulai bergerak menerobos masuk ke dalam lingerie yang dikenakan Chiara, mencoba untuk pertama kalinya menyentuh bukit kembar milik Chiara yang dengan bertambahnya usia Chiara, semakin terbentuk sempurna dengan ukuran yang begitu pas di tangan Aaron.


Dan itu membuat sesuatu yang di tubuh Aaron semakin mengeras dan menginginkan keintiman yang lebih dari sekedar ciuman dan sentuhan kulit diantara mereka.


Setiap sentuhan Aaron, sebuah sentuhan yang baru pertama kalinya dirasakan oleh Chiara, membuat hatinya melayang, di bagian perutnya Chiara merasakan seperti ada ribuan kupu-kupu yang beterbangan dan bulu kuduknya meremang.


Di satu sisi, membuat Chiara merasa geli, tapi di sisi lain, Chiara tidak ingin Aaron berhenti melakukan itu pada tubuhnya.