Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
MULAI TERUSIK



“Wah… Om Aaron ternyata menganggap protes tante Mona tidak penting ya? Padahal kemarin kalau pak Zac tidak memberikan penjelasan, tante Mona berniat memaksaku ikut dengannya ke Amerika untuk menemui Om Aaron.” Kata-kata candaan dari Chiara membuat Aaron terhenyak seketika.


Jika saja Chiara benar-benar menyusulnya ke Amerika, Aaron tidak bisa membayangkan apa dia bisa mengendalikan dirinya untuk tidak segera berlari menemui gadis itu, memeluknya dan menyatakan cintanya.


“Eh….” Akhirnya hanya itu yang terdengar dari bibir Aaron, membuat Chiara tersenyum meskipun merasa kecewa karena dengan tanggapan Aaron, dia tahu Aaron tidak ingin dia menyusul Aaron ke Amerika.


Beberapa saat, baik Chiara maupun Aaron saling berdiam diri, tanpa ada satu dari mereka yang memulai pembicaraan kembali.


Pembicaraan tentang rencana Chiara untuk menyusul Aaron ke Amerika membuat suasana tiba-tiba menjadi canggung.


“Tapi tentu saja aku menolaknya Om. Om tahu sendiri kan, aku sedang sibuk-sibuknya sekarang. Aku harus berkonsentrasi terhadap pendidikanku.” Dengan nada berusaha senormal mungkin, tidak menunjukkan rasa kecewanya, Chiara kembali berkata kepada Aaron untuk mencairkan suasana canggung setelah pembicaraan mereka sebelumnya, membuat Aaron terdiam cukup lama.


Bagaimanapun bagi Chiara, lebih baik dia mendengarkan suara Aaron mengatakan apapun, bahkan mungkin menegur atau memarahinya, mengatakan hal yang tidak mengenakkan, daripada suasana menjadi kaku dan sepi seperti sebelumnya.


“Ah… itu….” Aaron tidak melanjutkan bicaranya karena dia sendiri tahu, dia tidak boleh memperlihatkan perasaannya yang sebenarnya pada Chiara.


Aaron tahu dia tidak boleh menunjukkan bahwa dia hampir saja bersorak kegirangan mendengar rencana Chiara menyusulnya ke Amerika, meskipun itu hanya sekedar omong kosong, hanya sebuah candaan, sekedar angan-angan saja.


“Eh, Om Aaron, kata pak Zac di kantor Om Aaron ada beberapa buku tentang bisnis perhotelan. Apa aku boleh meminjamnya?” Chiara yang bisa merasakan bahwa Aaron masih terlihat canggung, langsung mengalihkan perhatian Aaron.


“Boleh saja. Aku akan bicara pada Zachary agar membawakannya untukmu besok. Kamu boleh menyimpannya di rak buku yang ada di ruang kerja di apartemen tempat kamu belajar.” Aaron langsung menjawab pertanyaan Chiara padanya, dengan suara sebiasa mungkin, agar Chiara tidak tahu bahwa saat ini dadanya sedang berdetak keras dan hampir membuat suaranya terdengar parau.


“Terimakasih Om Aaron. Ini kami sudah sampai di toko. Setelah ini, Mama mau mengajakku makan malam bersama Grayson juga.” Mendengar Chiara mengatakan bahwa dia sedang bersama Sarah dan Grayson, mau tidak mau membuat dahi Aaron mengernyit.


Aaron jelas-jelas tahu seberapa besar Grayson membencinya, hingga Grayson tidak pernah mau berdekatan atau menjalin hubungan dengan orang-orang yang dekat dengannya, kecuali keluarga itu adalah angota keluarga.


Meskipun status Chiara sekarang adalah istrinya, dan orang lain menganggap Chiara sudah masuk sebagai anggota keluarga Malverich karena pernikahan mereka, tapi Aaron tahu Chiara berasal dari luar.


Sehingga seharusnya, Chiara adalah orang asing bagi Grayson, seperti Zachary yang karena statusnya sebagai asisten pribadi Aaron, ikut menerima getahnya, seringkali mendapatkan tatapan sinis dan tidak bersahabat dari Grayson.


Dan barusan Aaron mendengar kala Chiara mengatakan bahwa Grayson ada bersama dengannya dan Sarah, bersiap untuk makan malam bersama.


“Kenapa bukan Restu yang menyetir mobilmu? Apa dia sakit?” Dengan berpura-pura menanyakan keberadaan Restu, Aaron bertanya kepada Chiara.


Grayson mengantar mama dan Chiara jalan-jalan? Apa aku tidak salah dengar? Selama ini bahkan mama setiap kali mama memintanya mengantarnya pergi ke mall, dia akan selalu mencari banyak alasan untuk menolaknya. Dan seringkali dia selalu mengatakan malu jika harus mengantar berbelanja perempuan.


Aaron bertanya-tanya dalam hati, dan hatinya saat ini tiba-tiba merasa tidak nyaman mendengar penjelasan Chiara itu.


“Om… Om Aaron….” Karena cukup lama Aaron diam tidak memberikan tanggapan, membuat Chiara langsung memanggil namanya.


“Ah ya, maaf Chiara, aku harus bersiap untuk berangkat ke kantor. Nikmati acaramu hari ini bersama mama. Hati-hati ya. Lain kali jangan menerima panggilan telepon dari tante Mona saat kamu tidak bersama Zachary. Dan juga, jangan pergi ke rumahnya tanpa ada yang menemanimu, termasuk pergi menemuinya sendiri dengan alasan apapun.” Aaron berkata sambil mengepalkan tangannya.


Entah kenapa, keberadaan Grayson bersama Chiara hari ini terasa begitu mengganggu pikirannya, dan membuat hatinya tidak tenang.


“Oo, iya Om Aaron. Kalau begitu, selamat bekerja Om. Hati-hati, jangan lupa makan dan istirahat teratur, seperti Om Aaron memintaku untuk melakukan itu.” Chiara mengakhiri kata-katanya dengan tawa kecil, membuat Aaron mau tidak mau tersenyum, dan membuat Aaron membayangkan bagaimana manisnya senyum gadis kecilnya itu, yang selalu memnyempurnakan kecantikan wajah istrinya itu.


“Iya.” Aaron menanggapi perkataan Chiara dengan satu kata, karena jujur saja, saat ini hatinya merasa tidak tenang, setelah mengetahui bahwa Chiara saat ini tidak hanya bersama Sarah, tapi juga ada Grayson bersama mereka.


“Selamat sore Om. Selamat bekerja.” Chiara mengakhiri panggilan teleponnya, dan kembali menyerahkan handphone milik Sarah yang langsung tersenyum melihat bagaimana merah dan bahagianya wajah Chiara setelah melakukan panggilan telepon dengan Aaron.


“Apa Aaron sedang sibuk?” Pertanyaan dari Sarah membuat Chiara menoleh ke arahnya.


“Om Aaron sedang bersiap berangkat ke kantor Ma.”


“Hah… Aaron selalu saja menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Apa karena itu kalian sepertinya sangat jarang berkomunikasi?” Pertanyaan Sarah hampir saja membuat mata Chaira kaget dan salah tingkah.


Tapi dengan cepat, Chiara berusaha untuk menguasai dirinya.


“Eh, tidak Ma. Aku yang sedang fokus pada belajarku, jadi aku minta waktu pada om Aaron untuk aku bisa benar-benar berkonsentrasi.” Sarah langsung menghela nafasnya begitu mendengar penjelasan dari Chiara.


Sedari awal, Sarah memang kurang setuju dengan rencana Aaron yang setelah menikah, langsung pergi meninggalkan Chiara, meskipun Sarah tahu, Aaron sudah menyiapkan segalanya yang terbaik untuk Chiara sebelum dia pergi ke Amerika.


Karena bagi Sarah, meskipun Chiara masih sangat muda, sejakl Aaron memilihnya sebagai istri, dan menikahinya, seharusnya Aaron dan Chiara harus hidup bersama agar bisa saling menjaga dan melindungi pernikahan mereka, tidak seperti yang terjadi sekarang, saling berjauhan.