Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
RASA KECEWA ANGELINA



“Aku minta maaf Angelina, tapi aku sudah memutuskan. Aku tidak bisa lagi terus menerus menjauh dari Chiara, atau aku akan justru tidak terkendali karena begitu mengkhawatirkannya.” Aaron berkata dengan nada datar, membiarkan Angelina diam terpaku, menatap lurus ke arahnya.


“Dan hari ini, dengan kejadian di ruang meeting, mungkin kamu juga sudah bisa menebak. Aku sudah menyatakan cintaku pada Chiara.” Meski dengan ciuman Aaron kepada Chiara tadi siang Angelina sudah bisa menduga kalau tidak lama lagi Aaron pasti akan menyampaikan perasaan cintanya pada Chiara, tapi jujur saja, Angelina tidak menyangka akan secepat ini.


“Karena itu, aku memutuskan untuk selalu berada di samping Chiara mulai saat ini, sebagai suaminya. Aku tidak akan menahan diriku lagi untuk mengakui pentingnya keberadaan Chiara bagiku. Aku tidak akan lagi menghindar darinya.” Aaron menambahkan kata-kata yang membuat Angelina menarik nafas panjang dengan wajah terlihat jelas kalau dia kecewa berat dengan keputusan Aaron.


“Aaron… kamu benar-benar nekat…. Apa dia tahu kalau kamu dan dia memiliki….”


“Aku akan menjelaskan semuanya kepada Chiara. Semuanya… tidak akan ada yang berusaha aku tutup-tutupi lagi, entah itu tentang siapa sebenarnya diriku, atau tentang Aldrich, dan juga tentang keberadaan Chiara yang memberikan efek besar bagiku, melemahkan kekuatanku dan membuat kekuatanku bisa hilang kendali. Aku siap untuk menceritakan semuanya pada Chiara.” Aaron berkata dengan sikap tenang, meskipun dalam hatinya ada rasa takut yang begitu besar, membayangkan kalau Chiara justru takut padanya dan memutuskan untuk pergi darinya.


“Aaron, kita sudah memiliki kesepakatan bahwa kita harus menjaga keberadaan oara manusia mutasi dari orang lain yang tidak berkepentingan.” Angelina langsung menyampaikan protesnya pada Aaron.


“Aku tahu, tapi Chiara memiliki kepentingan yaitu hak untuk tahu kebenarannya sebagai istriku sahku. Pernikahan tanpa adanya saling keterbukaan. Menurutmu berapa lama pernikahan itu akan bisa bertahan? Aku tidak mau menjalani pernikahan seperti itu.” Aaron berusaha mempertegas kembali keputusannya di depan Angelina yang wajahnya terlihat protes dan tidak terima dengan keputusan Aaron.


Hanya saja, Angelina tahu jika dia berani menentang perkataan Aaron kali, yang terjadi justru akan seperti tadi pagi, dimana Aaron menunjukkan kemarahannya, bahkan tidak lagi memperdulikan perasaannya, dengan langsung mencium bibir Chiara dengan mesra tepat di depannya.


Disamping itu jika saja hal itu terulang, pertengkaran mereka karena Chiara,  Angelina yakin itu akan membuat hubungannya dengan Aaron merenggang dan menjadi buruk.


Meskipun selama ini Aaron tidak pernah menanggapi pernyataan cintanya, Angelina tahu, Aaron adalah sosok sahabat terbaik yang dia miliki, yang selalu siap menolongnya kapanpun dia membutuhkan bantuan.


“Untuk masalah ini, tolonglah untuk mengerti Angelina. Maaf jika aku menyakiti perasaanmu, tapi kamu harus tahu tentang keputusanku. Lebih baik aku mengatakan kepadamu dengan gamblang, daripada aku berusaha menyembunyikannya. Bagiku itu adalah tindakan pengecut. Seperti yang aku lakukan selama 2 tahun ini.” Aaron menghela nafasnya.


“Selama dua tahun ini aku sudah menjadi seorang pengecut, berusaha lari dari kenyataan dan tidak mau mengakui perasaanku sendiri di depan orang yang begitu aku cintai. Aku selalu hidup dalam ketakutan suatu ketika bagaimana aku harus melepaskan Chiara, sedangkan aku tidak sanggup untuk melakukannya. Kali ini, aku akan hadapi semuanya tanpa berniat untuk lari lagi.” Angelina hanya diam tanpa suara mendengar penjelasan Aaron.


Sejak bertahun-tahun, Angelina tahu pasti kalau Aaron memang hanya mencintai Chiara, tapi mendengar bagaimana Aaron menegaskan itu di depannya saat ini, terasa begitu menyakitkan untuknya, meski gadis cantik itu tahu, dia tidak memiliki hak apapun untuk sakit hati.


Karena Aaron sejak awal hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat, tidak lebih, walaupun Angelina sudah berusaha begitu keras untuk meraih hanti Aaron, dengan melakukan apapun untuk Aaron, termasuk selalu berada di samping Aaron sebagai wakilnya, dan bekerja keras membantunya terkait masalah bisnis maupun manusia korban mutasi.


Angelina berkata dalam hati sambil menahan airmatanya agar tidak turun di depan pria yang begitu dicintainya, meskipun dia tahu laki-laki itu tidak pernah sedikitpun menanggapi, apalagi membalas rasa cintanya.


“Aku berharap ke depannya, kamu bisa menemukan laki-laki yang mencintaimu. Dan aku yakin, laki-laki itu adalah laki-laki yang pasti jauh lebih baik dariku.” Aaron berkata dengan suara pelan, mencoba menghibur Angelina, walaupun Aaron tahu itu tidak akan berhasil.


“Kamu tahu apa yang baru saja kamu bicarakan adalah sebuah omong kosong. Karena tidak pernah ada laki-laki lain sebaik dirimu yang pernah aku temui dan aku kenal.” Angelina berkata sambil bangkit dari duduknya, sebelum hatinya terasa lebih sakit lagi.


“Aku sudah memperingatkanmu puluhan, bahkan ratusan kali tentang hubungan mustahilmu dengan Chiara yang sangat berbahaya. Aku harap, kamu masih mau memikirkan lagi keputusan nekatmu itu. Besok aku akan kembali ke Amerika, tidak perlu mengaturkan apapun untukku. Tolong jangan hubungai aku sementara waktu ini. Aku ingin sendiri saat ini.” Angelina berkata sambil berlalu dari hadapan Aaron, tanpa menunggu tanggapan Aaron atas kata-katanya.


Aaron sendiri memilih untuk diam, daripada kata-kata yang keluar dari bibirnya akan lebih menyakiti Angelina, yang masih terlihat tidak terima dengan keputusan Aaron.


“Zachary….” Aaron langsung melakukan panggilan telepon begitu sosok Angelina sudah menghilang di balik pintu kantornya.


“Siapkan mobil untukku, aku akan pulang ke apartemen sekarang. Untuk hari ini, handle semua sisa pekerjaanku, karena ada banyak hal yang harus aku selesaikan dengan istriku.” Aaron langsung memberikan perintah kepada Zachary begitu Zachary menjawab panggilan teleponnya.


“Baik Pak Aaron.” Zachary langsung menjawab perintah Aaron sambil mengulum senyumnya, mendengar rencana Aaron untuk bersama Chiara sepanjang sore ini.


Memang sudah seharusnya anda berdua menghabiskan banyak waktu bersama setelah berpisah lama. Apalagi selama dua tahun ini, pak Aaron hanya dua kali ini saja pulang dan bertemu dengan nona Chiara.


Zachary berkata dalam hati dengan senyum terus tersungging di bibirnya, merasa ikut bahagia untuk mereka berdua.


“Dan mmm… tolong bantu aku beberapa hari ini untuk mengawasi kantor Malverich di Amerika, sampai Angelina kembali siap bekerja lagi. Untuk sementara, biar dia mengambil cutinya. Jadi, kalau ada apa-apa minta mereka untuk langsung menghubungi kantor pusat kita di kota ini.” Perkataan Aaron membuat Zachary terdiam sejenak, karena baru kali ini Aaron memberikan perintah seperti itu tentang kantor cabang Amerika yang biasanya dikendalikan oleh Angelina sepenuhnya jika tidak ada Aaron disana.


Dan meskipun di waktu cutinya, selama ini Angelina akan tetap bertanggung jawab terhadap kantor itu, sehingga tidak pernah keberatan untuk menerima panggilan telepon untuk urusan kantor meski di tengah-tangah kegiatan cutinya.