
Sepertinya istri Aaron sudah tahu bahwa suaminya bukanlah manusia biasa, dan mungkin juga dia juga sudah tahu siapa aku sebenarnya, sehingga dia bisa mengendalikan dirinya dengan baik. Ideku untuk membuat perempuan ini menjerit-jerit ketakutan sepertinya tidak akan berhasil. Cih… ternyata istri Aaron yang terlihat masih remaja ini cukup hebat.
Aldrich yang kembali melirik ke arah Chiara berkata dalam hati sambil mendengus cukup keras, merasa kecewa setelah sempat berharap Aaron akan panik jika melihat istrinya berteriak histeris setelah melihat bagaimana dia melakukan aksi arogannya barusan.
Setelah menghancurkan sebagian benda-benada di ruangan restoran itu, dengan cepat Aldrich melangkah keluar, dengan Rey yang mendorong tubuh Chiara agar mengikuti langkah-langkah mereka meninggalkan tempat itu.
"Nona...!"
"Chiara...!"
Baik Zachary maupun George langsung meneriakkan nama Chiara, dan berusaha menyusul Chiara.
"Hentikan! Jangan mengejar mereka!" Aaron yang masih duduk diam di tempatnya langsung menghentikan gerakan George dan Zachary.
"Tapi Pak Aaron...:" Dengan wajah khawatirnya, Zachary berkata kepada Aaron yang tidak disangka oleh Zachary masih terlihat tenang setelah melihat istri yang begitu dicintainya itu dibawa pergi oleh Aldrich.
"Tindakan kalian justru akan membuat Chiara dalam bahaya. Kalian tahu bagaimana labilnya emosi Aldrich. Jika dia tidak enak hati, dia akan menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya. Dan itu sangat berbahaya untuk Chiara. Sebelum aku memutuskan apapun, aku yakin Aldrich tidak akan menyakiti Chiara." Aaron berkata sambil bangkit dari duduknya.
Aku harap kamu sungguh baik-baik saja my little girl. Semoga kamu bisa bersikap tenang di depan si psikopat Aldrich, karena itu merupakan salah satu cara bagi manusia biasa untuk melawan Aldrich.
Aaron berkata dalam hati sambil menghela nafasnya.
Bukannya hatinya tidak khawatir, tidak takut, bahkan hatinya merasa hancur melihat bagaimana wanita yang begitu dicintainya saat ini berada di tangan Aldrich sebagai sandera, tapi Aaron sadar, dia harus bisa mengendalikan dirinya, dan segera memikirkan cara untuk membawa Chiara kembali ke sisinya.
Dan itu hanya bisa dia lakukan kalau pikirannya tenang dan tidak terbawa emosi terlalu dalam, meskipun sampai saat ini, dada Aaron masih berdetak dengan begitu kencang, bibirnya ingin berteriak sekeras-kerasnya menyebutkan nama Chiara, berlari dengan secepat mungkin untuk membawa Chiara menjauh dari Aldrich.
Setelah beberapa tahun mengamati dan mencari info tentang Aldrich, Aaron tahu persis bagaimana emosi Aldrich yang tidak stabil jika itu berhubungan dengan manusia biasa, termasuk sifat kejam Aldrich yang begitu mudah untuk menghilangkan nyawa seseorang tanpa berpikir panjang.
Disamping itu, Aaron tahu kalau Aldrich paling suka mengintimidasi orang lain dengan kekuatan yang dia miliki, dan akan semakin merasa bahagia, jika orang yang diintimidadinya terlihat ketakutan apalagi sampai memohon ampun padanya.
"Kita pulang sekarang. Zachary, aturkan orang-orang yang bisa dipercaya, yang bisa menutup mulutnya dengan baik untuk memperbaiki ruangan ini, sebelum matahari tenggelam hari ini." Aaron memberikan perintahnya sambil berjalan keluar dari ruangan itu, diikuti oleh Zachary dan George.
"Baik Pak Aaron." Untuk saat ini hanya itu yang bisa diucapkan oleh Zachary sambil menghela nafasnya.
# # # # # # #
"Apa yang akan kita lakukan dalam 3 hari ini Aaron?" George yang sudah duduk di samping Aaron, di dalam mobil langsung bertanya.
“Apa itu? Darimana kamu tahu?” George langsung bertanya dengan wajah penasaran.
“Aku tidak tahu pasti. Bisa jadi analisaku salah, tapi semoga tidak. Sepertinya… medan magnet yang tercipta dalam tubuh Chiara karena efek liontin yang dikenakannya itu, tidak hanya memberikan efek padaku, tapi juga Aldrich….”
“Eh… kenapa bisa begitu? Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?” George langsung memotong perkataan Aaron.
“Apa kamu lihat bagaimana Aldrich menghancurkan gelas-gelas dan peralatan makan di restoran tadi?” Aaron balik bertanya kepada George yang langsung mengenyitkan dahinya.
Dari apa yang dilakukan oleh Aldrich tadi, George bisa melihat dengan jelas bagaimana mengerikannya kekuatan Aldrich yang bisa menghancurkan dan membumi hanguskan benda di sekitarnya yang pastinya termasuk manusia, membuatnya tidak mengerti dengan pertanyaan balik dari Aaron.
“Aldrich yang aku kenal, saat dia ingin menunjukkan kekuatannya, dia tidak pernah setengah-setengah dalam melakukannya. Dan jika dia mengeluarkan kekuatannya tadi, seharusnya peralatan makan yang berupa keramikpun bisa hancur menjadi debu…. Tapi kamu lihat tadi kekuatan Aldrich hanya bisa membuatnya pecah, tapi tidak benar-benar menghancurkannya.” Aron berkata sambil mengingat dengan jelas, di tatapan matanya, setelah melihat bagaimana peralatan makan itu pecah, sekilas Aldrich melihat ke puing-puing itu dengan sedikit mengernyitkan dahinya.
Dan Aaron bisa melihat adanya tatapan heran Aldrich karena dia pasti merasakan bahwa kekuatannya tidak bekerja secara sempurna tadi.
Hah… meskipun sedari tadi saat bertemu Aldrich, Aaron bersikap tenang dan diam, ternyata dia mengamati semua yang terjadi dengan detail. Wah… aku benar-benar tidak menyangka kalau Aaron memiliki bakat pengamat yang jauh lebih baik dariku.
George berkata dalam hati sambil mulai memikirkan apa yang dijelaskan oleh Aaron barusan.
“Aku harap Aldrich tidak cepat menyadari kalau itu terjadi karena adanya Chiara di dekatnya. Tapi melihat dia memberi waktu aku 3 hari, aku rasa dia mencurigai sesuatu. Dia bukan tipe orang yang sabar menunggu. Hanya untuk memberiku waktu berpikir, dia berusaha menahan Chiara 3 hari. Aku yakin, dia sedang memikirkan sesuatu berkaitan dengan melemahnya kekuatannya tadi secara tiba-tiba.” Aaron berkata pelan sambil menarik nafas panjang, karena sikap Aldrich membuatnya khawatir tentang bagaimana setelah Aldrich mengetahui tentang rahasia besar Chiara.
“Benar-benar bisa gawat jika Aldrich mengetahui tentang itu. Bisa-bisa dia memanfaatkan Chiara untuk kepentingan pribadinya….” Komentar George membuat tangan Aaron terkepal erat.
Jika dia berani macam-macam dengan istriku. Aku tidak akan memberinya ampun sedikitpun!
Aaron berteriak dalam hati dengan sikap emosi.
“Ah… maaf Aaron, mungkin kata-kataku terlalu menyakitkan. Aku juga berharap Chiara akan baik-baik saja. Dan jika Aldrich mengetahui tentang Chiara, paling tidak, dia yang begitu terobsesi dengan kekuatan yang kamu miliki, tidak akan berani menyakiti Chiara.” George segera berusaha menenangkan Aaron.
Bagi George, Aaron yang selalu bersikap tenang dan kepala dingin, jika sudah menyangkut tentang Chiara, dia bisa berubah menjadi seorang Aaron yang menunjukkan emosi yang belum pernah ditunjukkan pada orang lain, dan sangat bisa berbuat nekat.
“Pak Aaron….” Suara panggilan pelan dari Zachary membuat Aaron langsung mengalihkan pandangannya pada Zachary sambil menghela nafasnya, untuk menenangkan hatinya.
“Kenapa Zachary?”
“Emmm… sebenarnya, ada beberapa hasil penelitian kakak saya tentang mutan-mutan yang ditangkap di pusat penelitian tempat dia bekerja, yang sebelum dia meninggal sempat dia kerjakan di komputer milik saya. Dan setelah kakak meninggal, saya sempat menyalin data itu ke dalam flash disk dan menyimpannya hingga sekarang.” Perkataan Zachary membuat kening Aaron berkerut, dan mata George membulat sempurna, karena kaget.