Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
SEMUA DEMI KAMU



"Wah, Om Aaron percaya diri sekali. Berarti Om Aaron yakin bisa memenangkan salah satu dari boneka itu ya." Chiara berkata dengan manja sambil menggoyang-goyangkan lengan Aaron tanpa perduli dengan wajah Aaron yang kembali terlihat memerah.


Sikap polos dan apa adanya Chiara yang belum banyak mengerti tentang dunia pria, membuatnya tanpa sadar justru sudah membuat jiwa laki-laki Aaron beberapa kali memberontak dan ingin mendapatkan pelepasannya.


"Kalau begitu kita lihat saja nanti ya hasil akhirnya." Aaron berkata pelan dengan nada sedatar mungkin, membuat Chiara meringis.


Dan bagi Aaron wajah cantik istri kecilnya saat ini sungguh terlihat begitu menggemaskan, membuatnya ingin mencium bibir mungilnya yang tampak menggoda saat ini juga, tapi ditahannya dengan kuat keinginannya itu.


Akhirnya Aaron memilih untuk sekedar tersenyum dengan mata mencoba fokus melihat ke arah orang-orang yang sedang berjuang untuk mendapatkan poin tertinggi agar bisa mendapatkan hadiah boneka itu.


"Om Aaron, tunggu sebentar disini ya, sambil menunggu, aku beli es krim dulu." Chiara berkata sambil bergerak bangkit dari duduknya.


"Es krim?" Aaron bertanya sambil sedikit mengernyitkan dahinya.


"Iya Om. Rasanya belum sempurna kalau ke timezone tanpa menikmati es krim setelah lelah bermain. Om Aaron tetap disini ya? Takutnya nanti giliran kita, kita tidak tahu. Aku akan belikan juga untuk Om Aaron es krimnya. Titip si teddyron dulu ya Om." Tanpa menunggu tanggapan dari Aaron, Chiara menyerahkan boneka beruang di tangannya ke pangkuan Aaron dan langsung berlari pergi.


"Eh... Chiara...." Aaron menghentikan kalimatnya karena dilihatnya Chiara sudah menjauh darinya dan pastinya sudah tidak bisa mendengar suaranya lagi.


Hah... anak itu benar-benar....


Aaron berkata dalam hati sambil memandang ke arah boneka beruang yang ada di pangkuannya., di atas kedua kakinya yang sekarang sedang duduk dan saling menyilang.


Teddyron... sepertinya kamu sudah mendapatkan nama panggilan dari majikan barumu ya.


Aaron berkata dalam hati dengan ujung jari telunjuknya menusuk-nusuk bantal di dada boneka beruang dengan tulisan i love u itu.


I love u my little girl. Really-really love you....


Aaron kembali berkata dalam hati sambil tersenyum malu-malu, mengingat peristiwa ciuman bibir Chiara di lehernya, dengan tangan kirinya memegang lehernya, yang merupakan bagian yang tadi sempat dicium oleh bibir Chiara.


Meski Aaron tahu peristiwa itu merupakan suatu hal yang tidak disengaja, tapi sensasi yang ditimbulkan ciuman itu membuat angan Aaron melambung, dan dengan membayangkannya saja membuat dada Aaron terasa bergelora dan juga merasa begitu bahagia.


"Om Aaron ini.... Eh, kenapa dengan lehernya Om? Sakit? Salah tidur?" Chiara yang awalnya menyodorkan es krim di tangannya kepada Aaron langsung bertanya dengan wajah penasaran melihat salah satu telapak tangan Aaron memegang lehernya sambil beberapa kali Aaron menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, seperti tindakan seorang yang lehernya terasa pegal.


"Eh, kamu sudah kembali? Tidak... tidak ada masalah kok dengan leherku." Aaron langsung berkata dengan setenang mungkin.


Chiara yang awalnya memang serius mengira leher Aaron sakit, langsung teringat kembali dengan kecupan yang dia berikan di leher Aaron tadi ketika Aaron melepaskan telapak tangannya dari lehernya.


Dan itu cukup membuat wajah Chiara memerah dan dadanya berdebar dengan keras.


"Om.... es krimnya...." Chiara berkata sambil menyerahkan es krim yang akhirnya diterima oleh Aaron, bahkan langsung dinikmati oleh Aaron untuk mengusir rasa gerah yang kembali muncul dari dalam tubuhnya.


Chiara sendiri setelah menyerahkan es krim untuk Aaron langsung duduk di samping Aaron dan kembali mengambil boneka beruang dari pangkuan Aaron, membawanya ke atas pangkuannya.


Aaron yang melihat itu hanya bisa melirik ke arah boneka beruang yang sudah diberi nama teddyron oleh Chiara itu.


"Ayo kita mendekat ke sana Om." Chiara berkata sambil bangkit dari duduknya dan menarik pergelangan tangan Aaron tanpa merasa canggung, mengajaknya mendekat ke arah permainan Whack N Win.


"Silahkan untuk peserta dengan nomer urutan lima belas mendekat kesini." Tidak perlu menunggu lama, akhirnya nomer urutan milik Aaron dan Chiara dipanggil oleh petugas timezone.


Begitu Aaron dan Chiara berjalan mendekat ke arah mesin permainan, beberapa orang terlihat saling berbisik karena mengagumi sepasang calon pemain yang terlihat begitu serasi.


Seorang laki-laki dengan sikap tenang dan dewasanya yang tampak begitu tampan dengan mata ambernya yang indah, bersama dengan seorang gadis cantik yang terlihat energik dan ceria, juga terlihat manja pada laki-laki itu, membuat siapapun yang melihat mereka akan berpikir bahwa mereka merupakan pasangan kekasih, seperti beberapa peserta yang sudah mencoba untuk mencoba mengikuti permainan itu untuk memenangkan hadiah boneka.


"Apa kamu ingin mencoba memukulnya Chiara?" Aaron berbisik pelan begitu melihat mata Chiara yang terlihat begitu penasaran sedang memandang ke arah mesin permainan itu.


Penawaran dari Aaron membuat Chiara langsung menoleh ke arah Aaron dengan pandangan mata berbinar.


"Bolehkah? Tapi bagaimana kalau nanti aku tidak bisa dan membuat kita kalah Om?" Chiara bertanya dengan wajah ragu.


"Kan ada 3 kali kesempatan. Pakai saja dua kali kesempatan, kalau gagal, biar aku yang melakukannya di kesempatan yang terakhir." Aaron berkata sambil menepuk bahu Chiara, untuk membuat Chiara merasa percaya diri.


"Tapi kalau ga...."


"Aku pastikan kamu akan mendapatkan hadiahmu hari ini." Aaron kembali berbisik pelan, membuat Chiara langsung tersenyum.


"Oke kalau begitu." Chiara yang selama ini begitu suka memainkan permainan itu tapi tidak pernah menang sekalipun akhirnya mulai mengambil ancang-ancang, bersiap untuk memukul tombol di depannya dengan palu di tangannya.


Sekali, Chiara mengalami kegagalan, bahkan poin yang dia capai tidak sampai mencapai setengah dari tinggi tiang yang menunjukkan poin pencapaian nilai permainan.


Pukulan kedua Chiara mencoba yang terbaik yang dia bisa, cukup tinggi, tapi belum bisa membuat Chiara meraih poin tertinggi dan menyalakan lampu maupun suara tanda kemenangan.


"Maaf Om, Chiara gagal." Chiara berkata dengan suara pelan yang hanya dijawab dengan sebuah senyum oleh Aaron, sambil menepuk pelan puncak kepala Chiara dengan lembut, membuat beberapa gadis yang melihat itu ikut meleleh hatinya melihat sikap mesra Aaron pada Chiara.


# # # # # # #


Aaron yang duduk di bangku pengemudi terlihat melirik ke arah Chiara yang beberapa kali tersenyum melihat ke arah boneka besar, hadiah utama yang berhasil didapatkan oleh Aaron, yang dia letakkan di bangku belakang mobil.


"Terimakasih ya Om." Chiara berkata sambil menatap ke arah Aaron.


"Mau berapa kali kamu mengucapkan terimakasih padaku? Sepertinya sedari tadi itu terus yang kamu ucapkan untukku." Aaron berkata sambil tangannya yang memegang kemudi memutar kemudi itu ke kanan, berniat memarkir mobilnya di depan salah satu restoran mewah untuk makan malam mereka.


"Kalau begitu, apa aku boleh mengucapkan kata-kata lain?" Aaron sedikit menoleh dan mengangkat salah satu alisnya begitu mendengar pertanyaan Chiara.


"Apa yang ingin kamu katakan padaku?" Aaron bertanya sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Maaf Om... tapi kapan Om Aaron akan kembali ke Amerika? Apa seperti sebelumnya, Om Aaron akan berada di sini cuma beberapa hari saja?" Pertanyaan Chiara membuat tangan Aaron yang sedang melepaskan sabuk pengamannya berhenti, dan mata amber Aaron menoleh ke arah Chiara dan menatap dalam-dalam wajah cantik gadis kecil yang sangat dicintainya itu tanpa berkedip untuk beberapa saat.