
Meskipun Diego sudah berjanji pada Aaron bahwa dia tidak akan mengusik Chiara, tapi bagi Aaron yang pernah melihat bagaimana tertariknya Diego dengan Chiara, ditambah dengan sifat mata keranjang Diego, tetap saja membuat Aaron merasa tidak nyaman kalau sampai Diego terlalu sering bertemu dengan Chiara.
Aist… istriku yang cantik itu memang benar-benar membuat mata pria seperti Diego jadi tidak bisa berhenti menatapnya. Karena itu, aku harus segera meminta Zachary untuk membuang pakaian yang dia kenakan siang tadi agar kedepannya dia tidak memakai pakaian terbuka seperti itu.
Aaron berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, memikirkan sosok cantik istrinya yang memang seringkali menarik perhatian kaum adam, dan Aaron tidak suka dengan itu.
Dengan jelas Aaron tahu bahwa kecemburuannya kadang membuatnya lupa diri dan gelap mata, tapi apa daya, dia yang selama hidupnya hanya pernah mencintai satu wanita bernama Chiara itu, tidak bisa mengendalikan rasa cemburunya, meskipun itu terhadap Diego sepupunya sendiri.
Chiara benar-benar membuatku menjadi orang yang sulit mengendalikan emosi saat melihat dia dekat dengan laki-laki lain. Untung saja aku sudah memutuskan untuk kembali tinggal di Indonesia, sehingga aku bisa terus berada di sampingnya, menjauhkannya dari para pria yang menginginkannya. Akh... kenapa aku jadi mudah bertindak gila karena Chiara?
Aaron kembali berkata dalam hati, merasa bingung dengan pikiran dan tindakannya yang kadang jadi diluar kendalinya karena Chiara, seperti saat cemburunya menyebabkan dia hampir menghancurkan body lift di apartemennya.
Aaron begitu fokus dengan pikirannya sendiri, sehingga tidak menyadari kalau Zachary beberapa kaii telrihat menyunginggkan senyum geli melihat bagaimana majikannya banyak melamun, banyak tersenyum, dan sedikit bersikap aneh hari ini, terutama setelah kejadian ciuman mesra di ruang meeting tadi.
“Pak Aaron….” Sampai akhirnya 5 menit berlalu, dan Aaron tetap diam dan berkutat dengan pikirannya sendiri, akhirnya membuat Zachary memanggil namanya, untuk menyadarkannya dari lamunan.
“Eh, iya Zachary. Kenapa?” Aaron yang sudah kembali fokus pada Zachary langsung bertanya.
“Jadwal apa yang harus saya ubah hari ini Pak?” Zachary langsung bertanya, mengingatkan Aaron tentang rencana mereka berdua untuk membahas jadwal kerja yang akan diubah oleh Aaron.
“Oo, oke… kita bahas itu sekarang.” Aaron langsung berkata sambil berjalan ke arah meja besar yang merupakan meja kerja di kantornya.
"Setelah pertemuan kami dengan pihak perusahaan papa Chiara selesai, aku minta diaturkan jadwal pertemuan ulang dengan Angelina. Kali ini aturkan waktu maksimal 1 jam untuk pertemuan kami, karena hari ini aku sudah ada janji dengan Chiara...."
Dan terlebih lagi, aku tidak mau istriku jadi bad mood kalau aku terlalu lama bertemu dengan Angelina.
Aaron meneruskan kata-katanya dalam hati, sambil mengingat bagaimana menggemaskannya omelan Chiara saat dia cemburu tadi.
"Besok subuh George datang. Jam 10 besok pagi, aku akan menemuinya di hotel tempat dia menginap. Pastikan tidak ada jadwal pekerjaan yang harus aku lakukan besok. Karena besok aku akan menghabiskan waktuku bersama George dan Chiara." Aaron kembali memberikan perintahnya kepada George.
"Aku berharap, urusanku dengan George bisa segera selesai, sehingga besok lusa, jadwal kerjaku bisa kembali normal, dan di akhir pekan aku berencana untuk...."
"Eh... Pak Aaron, maaf menyela...." Zachary berkata dengan sikap ragu.
"Kenapa Zachary? Apa ada hal penting yang tertinggal untuk dibicarakan?"
"Maaf Pak Aaron, tadi sebelum datang ke kantor, bu Sarah mengatakan kalau akhir pekan, berarti 3 hari lagi, bu Sarah ingin Pak Aaron dan nona Chiara ikut berlibur di villa keluarga Malverich." Aaron langsung mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Zachary.
"Berlibur?"
"Benar Pak. Dan kata bu Sarah, Pak Aaron harus datang bersama nona Chiara, saya diminta untk mengosongkan jadwal Pak Aaron. Apapun itu, karena liburan kali ini khusus disiapkan oleh bu Sarah untuk menyambut kedatangan kembali Pak Aaron ke Indonesia." Zachary menjelaskan alasan Sarah mengajak Aaron dan Chiara berlibur, meskipun tidak semua yang disampaikan oleh Sarah, dikatakan Zachary pada Aaron.
*Kalau aku berani menjelaskan alasan lain dari bu Sarah adalah agar dengan berlibur akan segera datang kabar baik tentang calon cucu bagi bu Sarah, bisa-bisa pak Aaron benar-benar melemparkanku ke Afrika, atau bahkan membunuhku. Meskipun hubungan mereka sepertinya semakin mengarah ke h*ubungan suami istri sebenarnya, tapi mungkin mereka belum sampai tahap seintim itu. Pak Aaron memang terlihat jelas begitu mencintai nona Chiara, tapi mana berani aku membahas masalah itu dengan pak Aaron.
Zachary berkata dalam hati sambil bergidik ngeri, karena dia sangat tahu sifat Aaron yang tidak suka mencampuri urusan orang lain, sehingga dia juga tidak suka orang lain ikut campur dengan urusannya.
"Kenapa mama Sarah bersikap aneh seperti itu?" Aaron bertanya tanpa memandang Zachary, seolah dia melemparkan pertanyaan itu untuk dirinya sendiri, bukan untuk Zachary.
Apa mama mencurigai ada yang tidak beres tentang hubunganku dengan Chiara? Sehingga menyusun rencana untuk mendekatkan aku dan Chiara? Semoga setelah bertemu George, kami benar-benar bisa bersatu, dan kehidupan pernikahan kami bisa seperti pasangan normal lainnya, sehingga mama tidak perlu curiga pada kami lagi.
Aaron melanjutkan pertanyaannya tentang ajakan Sarah dalam hati saja, sambil mengernyitkan dahi, dengan wajah seriusnya, mencoba menebak apa rencana mamanya, kenapa tiba-tiba mengajak mereka berdua pergi berlibur di villa Malverich.