
Begitu keadaan aman untuk dirinya, karena Aaron yang sibuk berkelahi dengan para penjahat itu, Grayson justru mengambil tindakan pengecut, dengan berusaha menyelamatkan dirinya sendiri, dengan masuk ke dalam mobilnya, dan berencana untuk melarikan diri sendirian, meninggalkan Jasmine dan Aaron.
Grayson yang terlalu terburu-buru, langsung menginjak gas dengan kuat, sehingga ketika ada dua orang yang tiba-tiba muncul dan memukuli kap dpean mobilnya, Grayson dengan cepat menginjak rem mobilnya, dan tanpa sadar, memundurkan mobilnya dengan kecepatan yagn cukup tinggi, sehingga menabrak pagar pembatas jembatan, dan hampir setengah mobilnya menggantung di jembatan.
Hal itu membuat mobil Grayson seperti sebuah jungkat-jungkit yang bergerak naik turun, membuat Grayson yang panik justru berusaha untuk keluar dari mobil, sehingga mobil itu semakin bergoyang dan semakin kehilangan keseimbangannya.
Pada akhirnya mesti perlahan, tapi mobil itu mulai bergerak ke arah sungai yang ada di bawah jembatan, bersiap meluncur dan jatuh dari atas jembatan.
Melihat itu dengan cepat Aaron langsung melesat ke arah mobil Grayson, bersusaha menarik mobil itu keluar, sehingga tidak menyadari kalau salah satu dari penjahat itu memaksa Jasmine keluar dengan mengancam membakar mobilnya jika Jasmine tidak keluar.
Begitu mendengar ada suara benturan keras dari arah mobil Grayson yang menabrak pagar pembatas jembatan, orang yang mengancam Jasmine tersentak kaget dan justru tanpa sengaja korek api yang sudah dinyalakannya di dekat tangki bensin mobil Jasmine yang sudah dibukanya, terjatuh dan membuat mobil Jasmine langsung meledak, dan tubuh laki-laki pembawa korek api itu terlempar dengan kondisi terbakar, begitu juga Jasmine yang berada di dalam mobilnya.
Aaron yang baru saja berhasil menarik mobil Grayson yang hampir terjatuh dari pinggir jembatan, langsung berlari ke arah mnobil yang terbakar itu, tapi sayangnya Aaron sudah terlambat untuk dapat menyelamatkan Jasmine, dan itu membuat penyesalan yang sangat dalam pada diri Aaron sampai dengan saat ini.
Peristiwa yang terjadi di depannya, membuat Grayson sangat shock, sehingga setelah kejadian itu, membuat alam bawah sadarnya justru berpikir bahwa penyebab kematian Jasmine adalah Aaron, untuk membela dirinya sendiri dan lari dari rasa bersalah.
Begitu semua ingatan tentang malam itu kembali muncul dengan jelas di otak Grayson, dengan cepat Grayson langsung keluar dari mobil, tidak lagi perduli dengan peringatan Aaron agar tetap tinggal diam disana.
"Aaron!" Grayson langsung meneriakkan nama Aaron begitu keluar dari mobil, mencoba mendekat ke arah Aaron, meski berjalan dengan tertatih-tatih, karena menahan rasa sakit di kakinya setelah dikeroyok oleh puluhan preman tadi.
Aaron yang sedang berdiri di tengah-tengah puluhan preman yang tergeletak tanpa daya itu langsung menoleh, dan berjalan cepat ke arah Grayson.
"Kenapa kamu keluar dari mob...." Aaron langsung menghentikan kata-katanya, begitu Grayson yang sudah berdiri tepat di depannya, langsung menabrak tubuhnya, dan memeluknya dengan begitu erat.
"Aaron! Kenapa kamu membiarkannya selama ini? Kenapa kamu diam saja?" Grayson berteriak histeris sambil menangis.
"Kenapa denganmu Grayson? Apa yang terjadi padamu? Tenangkan dirimu...." Aaron berkata pelan sambil mengelus punggung Grayson dengan lembut, suatu hal yang sudah begitu lama begitu dia ingin lakukan pada adik laki-lakinya itu, karena pada dasarnya, Aaron sangat menyayangi Grayson dan juga Jasmine seperti adik kandungnya sendiri, apalagi Sarah juga memperlakukannya dengan sangat baik.
"Aku mengingatnya Aaron! Aku mengingat kejadian malam itu! Semua salahku! Jasmine meninggal karena aku!" Grayson kembeli berteriak histeris sambil menangis terguguk dalam pelukan Aaron.
Selama ini, Aaron memang sengaja membiarkan Grayson selalu menuduhnya sebagai penyebab kematian Jasmine, karena Aaron yang merasa bersalah tidak bisa menyelamatkan jasmine waktu itu, dan juga kondisi kejiwaan Grayson yang sempat terguncang, sehingga setiap orang yang menanyakan tetnang apa yang sudah terjadi, Grayson akan menjawab tidak tahu, Aaron yang tahu semuanya.
Sehingga sejak saat itu, meskipun Grayson tidak bisa mengingat dengan baik kejadian hari itu, dan alam bawah sadarnya seolah sengaja menghapuskan ingatan tentang peristiwa yang sangat membuatnya terpukul itu, pada akhirnya justru membuat Grayson membentuk ingatannya sendiri, yang menganggap Aaron sebagai penyebab kematian Jasmine, meskipun dia tidak pernah bisa menjelaskan kenapa dia menganggap Aaron seperti itu.
"Maafkan aku Aaron! Maafkan aku! Aku benar-benar...."
"Sudah... tenangkan dirimu. Tidak perlu meminta maaf sampai seperti itu. Semuanya sudah terjadi, kita tidak bisa memutar waktu." Aaron langsung memotong perkataan Grayson, tidak ingin adiknya itu semakin larut dalam kesedihan dan rasa bersalahnya.
"Tidak! Aku benar-benar sudah membunuh Jasmine, dan justru menuduhmu yang melakukannya! Aku benar-benar tidak bisa dimaafkan...."
"Grayson, hentikan omong kosongmu. Kamu tidak membunuh Jasmine! Kita berdua tidak membunuh Jasmine! Orang yang membunuh Jasmine sudah mati saat itu juga. Dan semuanya bukan karena kesengajaan." Aaron kembali mencegah Grayson melanjutkan kata-katanya.
"Tapi Aaron... aku yang bersalah... aku adalah penyebab dari semua kecelakaan dan kematian Jasmine. Kalau saja malam itu aku tidak datang ke tempat ini... kalau saja aku mendengarkan kata-kata Jasmine waktu itu.... Lebih baik aku ikut menghilang dari dunia ini, daripada dihantui dengan perasaan bersalah!" Teriakan histeris dari Grayson membuat Aaron melepaskan pelukan antara dia dan Grayson dengan paksa.
"Biarkan aku mati Aaron! Aku lebih baik mati!" Grayson berteriak dengan tangisannya yang terdengar semakin keras.
"Grayson! Lihat aku!" Aaron berkata sambil memegang kedua lengan atas Grayson yang terus menundukkan kepalanya, tanpa berani menatap ke arah Aaron sama sekali.
"Dengar! Lebih baik kamu tetap berpikir kalau akulah penyebab kematian Jasmine untuk membuatmu tetap bertahan hidup dengan semangat ingin bersaing denganku, daripada aku harus melihatmu menjadi lemah dan kehilangan semangat hidup seperti ini!" Aaron berkata sambil mengguncang-guncangkan tubuh Grayson.
"Aku tidak pernah keberatan kamu membenciku, karena aku melihat kebencianmu padaku menjadi hal yang membuatmu bersemangat untuk sukses agar dapat mengalahkanku. Jadi kumohon... jadilah Grayson seperti sebelumnya yang tetap optimis dalam menjalani hidupmu...." Aaron berkata kepada Grayson, kali ini dengan nada terdengar memohon, dan suara pelan.
"Mana mungkin aku bisa membencimu lagi Aaron! Harusnya akulah orang yang paling layak untuk dibenci...." Grayson berkata sambil kembali memeluk Aaron, karena dia sendiri tidak tahu, apalagi yang bisa dia lakukan untuk menebus rasa bersalahnya kepada Jasmine dan juga Aaron, yang selama bertahun-tahun membiarkan dirinya menjadi korban atas keegoisannya dan juga rasa pengecutnya.
Mendengar dan merasakan pelukan Grayson yang begitu erat dan juga sikap putus asa Grayson, Aaron langsung membalas pelukan Grayson dengan erat, berharap dengan melakukan itu, Aaron bisa memberikan rasa tenang pada Grayson yang sangat terpukul setelah menyadari kenyataan yang sudah terjadi selama ini.