
Harapan Mona, meskipun keluarga Malverich merupakan keluarga terpandang, tapi jika Aaron mau memperkenalkannya kepada keluarganya, bahwa Mona adalah orang yang selama ini merawat dan menjadi wali resmi dari Chiara, Mona yakin, pasti keluarga Aaron yang lain akan menaruh hormat dan kepercayaan lebih padanya, yang pastinya akan menguntungkannya di masa depan.
Dan penolakan Aaron sore ini sungguh membuat Mona merasa tersingkir dan jengkel dengan sikap Aaron, yang dari awal tidak pernah menunjukkan sikap hormat kepadanya dan Raksa, sebagai wali resmi Chiara.
"Mmmm, kalau begitu nak Aaron, apa mungkin...." Mona langsung menghentikan bicaranya begitu melihat Aaron yang pandangan mata ambernya beralih dari Mona, ke arah bagian dalam rumah, dimana sosok Chiara yang baru muncul, sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan membawa nampan berisi minuman dan kue kering.
Eh, apa-apaan itu? Sepertinya Chiara sedang ingin tampil baik di depan calon suaminya. Dasar anak kecil yang begitu pandai berpolitik di depan orang lain. Kali ini, aku tidak akan tinggal diam.
Mona yang masih merasa kesal dengan sikap Aaron yang menolak memberikan tempat khusus di acara pernikahannya dengan Chiara, berkata dalam hati dan merasa semakin kesal melihat sikap Chiara yang dianggapnya sok manis karena adanya Aaron saat ini.
"Selamat sore Om Aaron... Pak Zac...." Dengan suara terdengar ceria, Chiara langsung menyapa Aaron dan Zachary yang duduk di samping Aaron dengan jarak yang cukup jauh, di sofa panjang yang ada di depan Mona duduk.
"Selamat sore Nona Chiara...." Zachary langsung membalas sapaan Chiara dengan sikap sopan, sedang Aaron hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengatakan apapun pada Chiara, namun kedua mata ambernya terlihat fokus menatap gadis cantik yang saat ini sedang tersenyum lebar kepadanya.
"Eh.... tumben sekali Chiara, kamu yang membawa sendiri suguhan untuk Aaron? Mana bi Umi? Bukannya biasanya kamu paling malas kalau diminta tolong untuk membantu pekerjaan rumah? Apa karena ada Aaron datang hari ini?" Dengan sengaja, Mona mengatakan hal yang dia harapkan bisa membuat Aaron berpikir bahwa Chiara adalah gadis pemalas yang sore ini mau melakukan hal seperti itu hanya untuk mencari muka dan menarik perhatian Aaron.
Chiara sedikit kaget mendengar perkataan tantenya yang jelas-jelas sengaja diucapkannya untuk menjatuhkan dia di depan Aaron.
"Ah... maaf nak Aaron... mungkin itu juga salah tante yang tidak becus dalam mendidik Chiara. Setelah menikah jangan kaget ya, kalau melihat bagaimana Chiara yang tidak bisa mengurus rumah dengan baik. Pekerjaan rumah, Chiara ini tidak mengerti sama sekali, padahal aku sudah seringkali mengingatkannya untuk belajar tentang itu sedikit banyak. Karena bagaimanapun dia adalah seorang gadis, yang ke depannya juga akan menikah dan harus bisa mengatur pekerjaan rumah." Mona berkata sambil melirik ke arah Chiara yang hanya bisa diam seribu bahasa.
Saat ini Chiara memilih untuk sedikit mebungkukkan tubuhnya, sambil tangannya sibuk menyuguhkan cangkir berisi teh dan toples berisi kue kering, memindahkannya dari nampan ke atas meja tamu.
"Memang ada masalah apa tentang hal itu Tante? Di usia Chiara sekarang, harusnya dia memang fokus pada belajarnya. Membantu pekerjaan rumah boleh, tapi itu bukan tugas utama Chiara untuk saat ini. Lagipula, dengan uang yang dia miliki, bukannya di rumah ini ada lebih dari satu asisten rumah tangga yang sanggup dia bayar? Tidak ada alasan untuk Chiara harus bisa melakukan semua pekerjaan rumah, membuatnya tidak bisa belajar dengan baik, sedangkan ada asisten rumah tangga di rumah ini. Mungkin sepupu Chiara yang usianya sudah terhitung sebagai gadis dewasa, lebih cocok dikatakan kalau dia yang seharusnya sudah mengerti tentang pekerjan rumah tangga." Jawaban Aaron membuat wajah Mona sedikit memerah, tidak menyangka kalau Aaron akan berkata seperti itu, membuat nama Revina yang justru dipermalukan.
Aaron sendiri, dengan sikap tegas mengucapkan kata-kata sepupu Chiara, karena enggan menyebutkan nama Revina di bibirnya.
Chiara sendiri, yang tangannya masih sibuk menyuguhkan cangkir dan toples dari atas nampan ke meja tamu, tampak menundukkan kepalanya sambil menahan senyum bahagianya mendengar bagaimana Aaron sudah begitu membelanya sore ini.
"Eh, Om Aaron... Pak Zac... silahkan diminum...." Suara Chiara yang terdengar ceria akhirnya justru bisa memecahkan suasana canggung dan kaku setelah Aaron mengucapkan kata-katanya pada Mona, yang bagi Mona seperti sebuah serangan balik untuknya.
Niat awal ingin mempermalukan dan menjatuhkan Chiara, tidak disangka justru Aaron menganggap hal yang paling perlu diperhatikan oleh Chiara saaat ini adalah belajarnya.
Dan jika Mona ingin menjatuhkan Chiara dalam hal pendidikannya, jelas itu tidak bisa dilakukan oleh Mona yang tahu bahwa nilai pendidikan Chiara selalu mendapatkan posisi 3 besar di sekolahnya.
"Terimakasih Nona Chiara." Zachary langsung menyambut penawaran Chiara dengan ucapan terimakasih, agar suasana semakin cair.
Aaron sendiri memilih untuk memandang ke arah Chiara yang sudah berdiri tegak kembali, setelah meletakkan nampan di kompartemen meja yang ada di bawah meja tamu itu.
(Kompartemen meja adalah bagian dari meja, yang merupakan tambahan, yang biasanya bisa berupa tambahan rak atau laci yang ada di bagian bawah meja, bisa untuk meletakkan barang-barang. Adanya kompartemen membuat orang tidak perlu bolak-balik mengambil dan menyimpan barang yang ada di atas meja ke tempat lain dengan jarak yang cukup jauh.
Selain itu, keberadaan kompartemen yang bisa digunakan untuk media menyimpan barang, membuat bagian atas meja selalu terlihat lebih rapi saat tidak digunakan).
"Duduklah Chiara." Akhirnya dengan sikap yang sudah terlihat normal kembali, Mona berkata kepada Chiara yang memilih duduk di kursi sebelah barat, sedang Aaron duduk di kursi sebelah utara, dan Mona di sebelah selatan.
"Om Aaron... kenapa cepat sekali datangnya?" Chiara berkata dengan matanya yang tampak berbinar menatap ke arah Aaron, menunjukkan bahwa Chiara terlihat begitu senang akhirnya bisa bertemu sosok Aaron sore ini, setelah beberapa hari mereka tidak bertemu, sejak terakhir kalinya Aaron membelikannya sepatu mewah untuk pernikahan mereka waktu itu.
"Pekerjaan kantorku sudah selesai tepat ketika kamu mengatakan untuk keluar makan malam bersama." Aaron berkata dengan nada datar yang hampir saja membuat Zachary tidak bisa menghentikan senyumnya, karena dia tahu banyak pekerjaan yang langsung dihentikan oleh Aaron begitu mengetahui Chiara mengajaknya keluar untuk makan makan malam.