Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEHADIRAN ANGELINA



"Tidak adakah info lain tentang Diego Malverich yang bisa kamu dapatkan? Hanya sesedikit ini?" Romi yang merasa belum puas dengan info yang diberikan oleh asisten pribadinya kembali bertanya.


"Ada beberapa, tapi itu hanya berupa rumor saja, tidak ada yang berani memastikan kebenarannya. Karena itu, saya tidak berani mencantumkannya dalam laporan saya kepada Bapak. Ini terkait dengan keluarga Malverich yang tidak bis akita bicarakan dengan sembarangan. Kalau sampai mendengar dan menganggap itu fitnah, kita bisa celaka mengusik orang-orang seperti mereka." Mendengar itu, Romi yang awalnya duduk bersandar di kursi kerjanya langsung menegakkan tubuhnya, dan mendekatkan tubuhnya ke arah meja kerjanya, membuat jarak antara dia dan asistennya menjadi lebih dekat, dengan wajah terlihat penasaran, seolah itu hal besar yang pasti akan cukup menarik untuknya.


"Sebutkan saja tentang rumor itu. Kalau tidak ada api tidak akan ada asap. Bisa jadi orang mengatakan itu rumor, tapi mungkin itu adalah suatu kebenaran yang dikaburkan." Asisten pribadi Romi langsung menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Romi, yang baginya cukup masuk akal, apalagi rumor itu bukan hanya berasal dari satu orang, tapi beberapa orang dari tempat yang berbeda, dan mereka tidak saling mengenal.


Mereka adalah orang-orang yang biasa bekerja di club atau lounge mewah yang pernah dikunjungi oleh Diego Malverich.


(Lounge biasanya berada di hotel bintang lima. Konsep lounge lebih elegan, akan ada pelayan yang akan melayani pesanan makan dan minum tamu. Biasanya, lounge digunakan oleh para pekerja dan pebisnis untuk mengadakan pertemuan dan acara lainnya. Karena itu kalau ke lounge itu biasanya tamu memakai baju yang rapi, berdandan, karena mau meeting atau bertemu kolega bisnis. Minuman yang dijual juga biasanya lebih mahal harganya dibandingkan dengan bar.


Mayoritas orang juga masih menganggap club sama artinya dengan tempat disko atau diskotek. Padahal, club tidak hanya berisi diskotek. Biasanya mereka dua sampai tiga, jualannya jadi satu. Jadi misal di club itu ada karaoke, cafe, lalu ada diskoteknya. Konsep club memudahkan tamu untuk mendapatkan semua kebutuhannya untuk menghabiskan malam. Biasanya sore hingga malam hari tamu akan mengunjungi cafe di club tersebut untuk makan, kemudian lebih malam lagi mereka akan berkunjung ke karaoke. Setelah lewat tengah malam, mereka akan mengunjungi diskotek. Jadi konsepnya, ada paling tidak tiga layanan dalam satu bangunan).


"Menurut info, Diego Malverich dikenal sebagai seorang playboy yang tidak pernah berpacaran lebih dari 3 bulan dengan seorang wanita yang sama. Dan dari beberapa wanita yang pernah berkencan dengan Diego Malverich, tidak satupun yang tipenya seperti nona Chiara. Jadi kemungkinan, nona Chiara bukanlah kekasih dari Diego Malverich." Romi sedikit menyungingkan senyum di bibirnya mendengar penjelasan dari asisten pribadinya itu.


"Kamu yakin Diego tidak ada hubungan apa-apa dengan Chiara Indarto?" Pertanyaan dari Romi membuat asistennya terdiam sejenak.


"Untuk yakin, saya tidak 100 persen yakin Pak. Hanya saja jika mendengar info tentang bagaimana tipe gadis yang disukai dan berkencan dengan Diego Malverich selama ini, dan juga info tentang nona Chiara yang selama ini selalu fokus pada belajarnya, tidak pernah terlibat hubungan dengan pria manapun, sepertinya, memang mereka berdua tidak memiliki hubungan khusus, termasuk hubungan asmara. Meskipun saya juga belum bisa mendapatkan info bagaimana Diego dan nona Chiara bisa saling mengenal...."


"Cukup! Jangan diteruskan! Yang pasti Chiara masih sendiri hingga saat ini. Itu sudah cukup. Besok kirimkan tiket konser tunggal penyanyi kesukaan Chiara yang akan diadakan bulan depan. Kirimkan ke alamat sekolahnya saja, supaya bisa dipastikan dia yang menerima tiket itu, bukan tante Mona atau Revina. Tuliskan juga ucapan selamat ulang tahun dariku, sehingga dia tahu itu hadiah ulang tahun dariku untuk Chiara." Romi berkata sambil menghembuskan nafas lega.


# # # # # # #


"Om Aaron...." Suara ceria yang memanggil nama Aaron langsung terhenti begitu melihat sosok Aaron yang sedang bicara serius dengan Zachary di ruang tamu apartemen.


Tapi sebenarnya bukan sosok Zachary yang membuat Chiara terdiam dengan tiba-tiba, tapi kehadiran Agelina yang duduk tepat di hadapan Aaron, dengan pakaian modisnya berupa setelan blazer dan rok span pendek dengan panjang di atas lutut yang potongannya terlihat begitu ketat, baik untuk blazer maupun rok spannya.


Rok span merupakan jenis rok wanita yang bagian sisi bawahnya dimasukkan 2 sampai 5 cm ke dalam sehingga terlihat kecil ke bawah. Rok semi span memiliki ciri yang sangat khas yakni bagian sisinya dibuat lurus ke bawah atau bagian bawah sama besarnya dengan bagian panggul).


Panggilan Chiara membuat Aaron, Zachary maupun Angelina menoleh ke arahnya.


"Selamat sore Nona Chiara...." Zachary langsung menyapa Chiara dengan ramah.


"Apa kabar Chiara..." Angelina berkata sambil melambaikan tangannya dengan gerakan gemulai, juga tersenyum dengan manis ke arah Chiara, yang mau tidak mau membuat Chiara membalas senyumannya.


"Baik." Chiara hanya menjawab singkat sapaan Angelina.


"Kamu baru pulang? Maaf karena tidak bisa menjemputmu tadi...." Aaron yang juga sedang memandang ke arah Chiara langsung mengucapkan permintaan maafnya karena tadi tidak bisa menjemput Chiara.


Dua hari ini Aaron memang mengantar dan menjemput Chiara ke sekolah, hanya saja hari ini karena kedatangan Angelina, yang membawa tumpukan berkas yang harus dia selesaikan dan membutuhkan tandatangan basah darinya, membuat Aaron membatalkan niatnya untuk menjemput Chiara.


(Tanda tangan basah adalah metode tanda tangan yang telah ada selama berabad-abad lamanya. Penggunaan tanda tangan basah berdasarkan catatan sejarah telah digunakan pada era sebelum masehi. Oleh banyak bangsa, tanda tangan basah pada umumnya dilakukan dengan menggunkan tinta yang kemudian digoreskan ataupun dicap pada sebuah dokumen dan kesepakatan.


Tanda tangan basah saat ini masih banyak digunakan masyarakat meski tanda tangan elektronik mulai sering dijumpai).


Angelina sendiri sebenarnya sudah menyiapkan semua dokumen itu di Amerika, karena Aaron mengatakan padanya bahwa dia akan segera kembali ke Amerika sehari setelah bertemu Chiara di hari ulang tahunnya, sehingga kabar dari Zachary yang mengatakan pada Angelina bahwa Aaron menunda keberangkatannya ke Amerika membuat Angelina harus menyusul Aaron ke Indonesia.


Chiara sedikit menahan nafasnya melihat bagaimana cantik dan modisnya sosok Angelina yang sedang duduk sambil menyilangkan kedua kakinya, sehingga memperlihatkan sebagian pahanya yang putih mulus.