
Awalnya Zachary ingin mengucapkan terimakasihnya pada Aaron, dan berpikir untuk emngatur waktunya untuk pindah ke apartemen baru itu.
Tapi siapa sangka, belum lagi Zachary mengeluarkan pendapatnya, Anna sudah memberitahukan padanya bahwa jasa tukang angkut untuk pindah rumah yang disiapkan Aaron dengan belasan orang tukang angkut sudah datang, dan bahkan sedang melakukan proses pengangkutan barang-barang milik mereka.
Saat mendengar itu, Zachary ingin sekali menegur Anna yang sudah bertindak, tanpa membicarakan hal sepenting itu padanya.
Akan tetapi mendengar nada suara Anna saat memberitahukannya tentang hal itu menunjukkan bagaimana bahagianya Anna dengan apa yang sudah dilakukan Aaron untuk keluarga mereka, membuat Zachary akhirnya menyerah dan memilih diam, dan ikut membantu acara pindahan itu.
Apalagi Zachary ingat kemarin Aaron memang mengatakan kalau dia bisa pulang lebih awal hari ini.
“Maaf, aku tidak tega menolak keinginan pak Aaron, karena sepertinya dia sangat berharap kita untuk bisa segera pindah. Dia juga secara khusus menitipkan nona Chiara kepadaku, untuk mengajarinya banyak hal tentang dunia marketing.” Anna berkata dengan suara lembut.
Jujur saja, bukan karena dia ingin secepatnya menikmati apartemen barunya sehingga setuju dengan permintaan Aaron untuk segera pindah hari ini juga, tapi Anna melakukannya karena Aaron yang meminta.
Bagaimana dia bisa menolak jika yang memintanya adalah bos besar dari suaminya, yang tentu saja membuatnya merasa sungkan jika dia dengan terang-terangan menolaknya.
Apalagi apartemen dengan segala fasilitasnya diberikan secara cuma-cuma oleh Aaron, membuat Anna semakin sulit untuk bisa menunda, apalagi menolaknya.
“Aku ambilkan minum dulu ya?” Anna yang melihat peluh Zachary yang masih belum mongering dengan sempurna, langsung menawarkan untuk mengambilkan minuman.
Hah… ternyata ini alasan kenapa pak Aaron mengijinkanku untuk pulang lebih awal kemarin. Pak Aaron tahu kalau aku pasti akan sibuk dengan acara pindah rumah. Aku tidak menyangka kalau pak Aaron tiba-tiba memberikanku kado spesial seperti ini….
Zachary berkata dalam hati sambil menghela nafasnya, sambil memandang ke arah Anna yang sedang mengambilkan air minum untuknya, mulai sadar dengan apa yang sedang terjadi kemarin ketika tiba-tiba Aaron yang biasanya memintanya untuk lembur hampir di setiap harinya, khusus hari ini membebaskannya untuk bisa pulang lebih awal.
Tapi…. Tunggu dulu… kenapa dengan tiba-tiba sekali pak Aaron melakukan ini, dan tidak memberitahukan apa-apa padaku. Kenapa waktu kepindahan ini terasa sangat mendadak dan begitu dipaksakan harus hari ini ya?
Apa pak Aaron merasa begitu takut tanpa adanya aku, dia akan berada dalam bahaya? Apa itu tidak salah? Dengan kekuatan yang dimiliki pak Aaron, siapa yang bisa membahayakan kehidupan pak Aaron? Setelah bersama pak Aaron selama bertahun-tahun di Indonesia, bukannya dia tidak pernah bertemu mutan lain selain nona Angelina atau teman-temannya yang lain yang berkunjung ke negara ini? Itupun mereka bukannya musuh, tapi teman. Apa ada sesuatu yang sedang terjadi pada pak Aaron yang aku tidak tahu?
Zachary bertanya-tanya dalam hati dengan wajah penasarannya.
Pikiran Zachary mulai menerka-nerka apa yang sedang terjadi pada Aaron sehingga Aaron seolah-olah sengaja membawanya mendekat ke arah Aaron setiap saat.
Pagi hingga sore hari, mereka pasti berada dalam lokasi yang sama di kantor, dan itu berarti akan terus berlanjut hingga besok paginya kembali jika lokasi apartemen yang mereka tempati juga berdekatan.
“Zachary…..” Suara panggilan lembut dari Anna langsung menyadarkan Zachary dari lamunannya.
“Eh, ya Honey, kenapa?” Zachary bertanya sambil meraih air minum berupa sebotol air mineral dingin dari tangan Anna dan langsung meneguknya hingga tandas.
“Capek ya?” Anna berkata sambil mengambil kembali botol air mineral yang sudah kosong dari tangan Zachary.
“Maaf ya, aku memaksamu untuk pindah hari ini juga. Kamu pasti lelah sekali kan? Maaf tidak meminta pertimbanganmu dan langsung menyetujui permintaan dari pak Aaron.” Anna berkata sambil menatap Zachary yang langsung tersenyum.
“Tidak apa-apa Honey. Pak Aaron meskipun orangnya tidak banyak bicara, tapi semua orang tahu, perintah dan permintaannya akan sulit bagi orang untuk menolaknya. Aku tidak menyalahkanmu tentang hal itu. Hanya merasa heran saja, sebenarnya kenapa sih harus poindah hari ini, seolah tidak ada hari esok saja.” Zachary berkata sambil menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang masih sekedar diletakkan di ruang tamu, belum diatur dengan posisi yang rapi dan enak untuk dilihat.
“Aku juga tidak tahu, mestinya kamu sih yang lebih mengerti. Dia kan bosmu selama bertahun-tahun.” Anna menanggapi perkataan Zachary sambil mengambil posisi duduk di samping Zachary, lalu memijat kening Zachary yang langsung memejamkan mata dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa dengan sikap santai, menikmati pijatan lembut tangan Anna di keningnya.
“Kamu tahu, orang introvert paling sulit untuk ditebak jalan pikirannya. Dan itulah pak Aaron yang memang introvert. Sangat suit bagiku untuk mengetahui apa yang dipikirkannya, meskipun aku sudah menjadi asistennya selama bertahun-tahun ini. Yang pasti, sejak menikah dengan nona Chiara, pak Aaron berubah lebih ceria dan bahagia.” Zachary berkata sambil tersenyum, ikut bahagia jika dia mengingat apa saja yang sudah terjadi selama 2 tahun ini antara Aaron dan Chiara.
Keberadaan Chiara yang mampu membuat sifat penyendiri Aaron sedikit demi sedikit berubah, dengan wajahnya yang mulai semakin sering menyunggingkan senyum saat berada di dekat Chiara, membuat Zachary begitu senang melihat perkembangan itu.