Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
KEMBALI MENGINGINKANMU



Peringatan....!!! Bocil harap menyingkir jauh-jauh! Episode ini adalah area 21+. Mohon bijak dalam memilih bacaan. Untuk pembaca yang masih di bawah umur, harap skip episode ini, agar tidak merusak pikiran kalian. Happy reading guys.


"Chiara... kamu benar-benar sengaja ingin menggodaku ya? Kamu sepertinya belum tahu, kalau tindakanmu ini sangat berbahaya... Sekali terpancing... aku akan sulit untuk berhenti...." Kali ini Aaron berkata dengan senyum menggoda, sambil melangkah maju ke depan, hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka berdua.


Salah satu tangan Aaron langung bergerak meraih tangan Chiara yang sedang memeriksa keningnya, mencekalnya, dan membawanya menjauh dari keningnya yang pada dasarnya memang bersuhu normal seperti Chiara, karena tubuhnya baik-baik saja, hanya saja hasrat dan gairah Aaron yang sedang tidak baik-baik saja.


Da tangan Aaron yang lainnya, langsung melingkar di pinggang Chiara, menariknya dengan lembut, hingga seluruh tubuh bagian depan Chiara benar-benar menempel di tubuh Aaron.


"Akh...." Chiara sedikit terpekik pelan karena kaget dengan tindakan Aaron yang baginya terasa begitu tiba-tiba.


Belum lagi Aaron yang langsung menundukkan kepalanya, dan dengan hidung mancungnya, langsung sibuk menciumi leher Chiara yang bukan saja harum, tapi menimbulkan sensasi rasa manis bagi Aaron.


"Om Aaron, jangan bercanda, jangan membuatku khawatir. Apa Om Aaron benar-benar baik-baik saja kan?" Chiara dengan polosnya masih mempertanyakan kondisi Aaron yang dirasakannya suhu tubuhnya terasa sedikit meningkat setelah tubuh mereka saling bersentuhan dengan begitu dekat.


Selama dua tahun ini, meski mereka terpisah jarak yang begitu jauh dalam kehidupan sehari-hari mereka, Chiara tidak pernah sekalipun mendengar kalau Aaron sakit, sehingga saat ini, rasa khawatir Chiara benar-benar tidak dibuat-buat.


Gadis cantik itu memang merasa khawatir, karena sempat berpikir dengan polosnya, apakah percintaan mereka kemarin membawa dampak buruk bagi tubuh Aaron, karena mereka melakukannya cukup lama semalam, akibat dari Aaron yang memang sengaja ingin melakukannya selembut mungkin dan tidak menyakiti Chiara secara fisik dengan kekuatan yang dia miliki.


"Aku baik-baik saja Chiara, bahkan dalam kondisi tubuh yang sangat baik untuk saat ini... tapi godaanmu barusan... membuat sesuatu milikku, yang ada di bawah sana, tidak baik-baik saja." Aaron kembali berkata dengan nafas yang mulai memburu.


"Chiara... apa masih sakit di bawah sana?" Kali ini dengan suara Aaron benar-benar terdengar serak dengan mata yang sudah dipenuhi dengan kabut gairah.


Meskipun Aaron benar-benar menginginkan untuk bisa melakukan ML dengan Chiara saat ini, dia juga tidak ingin menyakiti istri yang begitu dicintainya itu.


"Mmmmm...." Pertanyaan Aaron membuat wajah Chiara merah padam, dengan bibir mungilnya mengeluarkan sebuah suara gumaman pelan.


Aaron yang tidak mendengar suara jawaban atas pertanyaannya, sedikit menjauhkan hidungnya dari leher Chiara, dan melirik ke arah wajah Chiara yang sudah berubah menjadi merah dengan sikap malu-malunya.


"My little girl... May I....?" (Gadis kecilku... Bolehkah aku....?) Aaron berbisik dengan sura pelan, memberikan hembusan hagnat yang menyapa telinga dan leher Chiara, membuat tubuh Chiara meremang.


"Yes...." Sebuah jawaban dengan suara begitu pelan, sudah cukup untuk membuat Aaron tanpa bertanya untuk kedua kalinya, menggerakkan tangannya yang sedang memeluk tubuh Chiara untuk menarik handuk yang melilit di tubuh Chiara, sehingga handuk itu langsung terlepas, membuat tubuh Chiara terlihat polos tanpa sehelai benangpun.


Dan dengan gerakan santai, Aaron segera melemparkannya ke sembarang arah, tanpa perduli dengan mata Chiara yang terbeliak melihat tindakan Aaron itu.


"Om Aaron...." Chiara berbisik pelan dengan tangan berusaha menutupi tubuhnya.


Entah kenapa, meski kemarin malam Aaron sudah melihat seluruh tubuhnya yang polos, tapi saat ini Chiara merasa begitu malu tiba-tiba terlihat polos di depan Aaron.


Dan Chiara yang memang masih polos, memang tidak menyadari kalau kemarin dia tidak terlalu merasa malu, karena dia sendiri sudah dipenuhi dengan gairah dan hasrat setelah Aaron mencumbunya dengan begitu intens.


Saat ini dalam keadaan masih sadar sepenuhnya, mau tidak mau, Chiara merasa begitu malu menyadari kalau sekarang tubuhnya benar-benar tanpa pelindung berada dalam dekapan lengan kokoh Aaron.


Apalagi kemarin malam ketika menyadari tubuhnya sudah polos tanpa sehelai benangpun, Chiara juga melihat hal yang sama pada tubuh Aaron.


Sedang sekarang, dia yang dalam posisi polos, sedang Aaron, masih berpakaian lengkap, membuat Chiara menjadi salah tingkah.


"Aku ingin menikmati lagi percintaan yang begitu manis denganmu...." Aaron berbisik lembut.


Dan sebelum Chiara menjawab apapun, dengan cepat kedua tangan Aaron langsung menggendong Chiara di depan tubuhnya, sehingga mau tidak mau Chiara yang kaget dan takut tubuhnya terjatuh langsung melingkarkan kedua lengannya di leher Aaron, dan memeluknya dengan begitu erat, membuat Aaron justru tersenyum geli karena menganggap tindakan Chiara sungguh menggemaskan.


"Chiara... kamu benar-benar sudah membuatku seperti orang gila... kamu sudah membuatku seperti orang sakau karena begitu menyukai semua yang ada padamu." Aaron kembali berbisik lembut, sambil meletakkan tubuh Chiara dengan begitu hati-hati di atas tempat tidur.


Setelah itu dengan lembut, hidung dan bibir Aaron mulai menjelajahi tubuh Chiara, mulai dari wajahnya, hingga ke bagian inti Chiara yang membuat Chiara begitu sulit untuk bisa mengendalikan tubuhnya yang begitu merespon cumbuan Aaron padanya.