
Tapi tiba-tiba saja Chiara menghentikan gerakan tangannya, tidak jadi mematikan lampu itu, lalu dengan ragu, tangannya justru bergerak mengelus-elus sprei tempat tidur Aaron sambil menghela nafasnya.
Sekilas Chiara memandang ke arah dinding kaca tebal di kamar Aaron, dimana tirainya sudah tertutup rapi.
Dengan langkah perlahan Chiara bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah dinding kaca itu, menarik tombol di samping tirai, sehingga tirai panjang dan lebar itu terbuka secara otomatis, tanpa membuka dinding kaca itu.
Lalu Chiara memandang ke arah luar dinding kaca, dimana langit malam tampak cerah, dan bertabur bintang.
Bulan juga terlihat bersinar cerah malam ini, menambah indahnya pemandangan langit malam, meskipun tidak bulat sempurna, karena belum tiba waktunya untuk bulan purnama.
Chiara melakukan hal itu tanpa menyadari bahwa ada sesosok tubuh yang sedang menempelkan tubuhnya di bagian luar dinding paling ujung, berusaha menyembunyikan diri, agar Chiara tidak menyadari, apalagi melihat keberadaannya.
Aaron menajamkan kembali telinganya, sambil menghembuskan nafasnya melalui bibirnya, merasa lega dia tidak terlambat menyadari kehadiran Chiara, dan segera melompat keluar dari dinding kaca, setelah sebelumnya dengan gerakan secepat kilat, dia merapikan tempat tidurnya, dan membuka dinding kaca melalui remote, menutupnya kembali sambil dia melesat keluar dari dinding kaca itu sebelum tertutup sepenuhnya, dan bersembunyi di bagian ujung balkon.
Aaron tadi memang sengaja melakukan teleportasi, dan memang berniat untuk tidur di kamarnya di apartemen malam ini, sekedar untuk melepas rasa rindunya yang belum tuntas hanya dengan mendengar suara Chiara melalui panggilan telepon milik Sarah tadi, yang baginya terasa sangat singkat.
Setelah 3 bulan berlalu, untuk pertama kalinya Aaron nekat menggunakan kekuatan teleportasinya untuk pergi mengunjungi apartemennya, meskipun dia tahu, dengan melakukan teleportasi dengan jarak sejauh itu, akan membuat banyak tenaganya yang terkuras, dan butuh waktu untuk mengembalikan kondisi tubuhnya seperti semula.
Sepanjang malam ini, meski tidak bisa bertemu secara langsung, Aaron ingin tinggal di kamarnya sambil menikmati suara-suara yang didengarnya dari dalam kamar Chiara, termasuk suara dengkuran halus Chiara saat sudah tertidur nyenyak, seperti yang dulu sering dia dengar secara diam-diam.
Alasan lain adalah… info tentang Grayson yang menemani Sarah dan Chiara, pada akhirnya sungguh mengusik pikiran Aaron, membuat pikiran Aaron tidak tenang setelah panggilan telepon berakhir, dan terus membuatnya terbayang-bayang dengan sosok Chiara, hingga membuatnya pusing sendiri dan membuatnya seperti orang bingung.
Meskipun sampai sekarang Aaron belum melihat dan mendengar ada sesuatu yang mencurigakan yang sedang direncanakan atau dilakukan Grayson, tapi sikap tidak biasanya yang ditunjukkan oleh Grayson membuat hati Aaron merasa tidak nyaman.
Karena alasan itu akhirnya Aaron memutuskan untuk menggunakan kekuatan teleportasinya untuk datang ke apartemennya, dan menyelinap masuk tanpa diketahui oleh siapapun, menggunakan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata kasar manusia normal.
Hanya suara pintu apartemen yang tertutup pelan, yang sempat membuat bu Ida dan Tia langsung saling berpandangan dan mencoba mendekati sumber suara, takut kalau tiba-tiba ada penyusup masuk ke dalam apartemen tanpa mereka ketahui.
Tapi tentu saja mereka tidak bisa menemukan siapapun di sana, karena beberapa detik sebelumnya, Aaron sudah berada di kamar, bahkan sebelum mereka berdua melangkah pergi mendekati pintu masuk apartemen.
“Pemandangan langit malam dari kamar om Aaron ini benar-benar indah. Om Aaron pintar sekali mencari posisi kamar sehingga bisa menikmati pemandangan cantik lewat tempat ini.” Chiara berkata sambil matanya menatap ke arah langit malam yang terlihat cerah.
Setelah itu, Chiara kembali mendekat ke arah tempat tidur Aaron, membaringkan tubuhnya sambil menatap ke arah dinding kaca yang memperlihatkan bintang-bintang, membuatnya dengan sengaja membiarkan tirai dinding kaca itu tetap terbuka.
“Eh….” Setelah beberapa saat Chiara membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur milik Aaron, Chiara mengernyitkan dahinya dengan wajah bingung.
Chiara berkata dalam hati sambi mengendus-enduskan hidungnya, mencoba memastikan apakah hidungnya tidak salah mengenali bau parfum Aaron.
Betul… aku benar-benar yakin ini bau parfum yang biasa dipakai om Aaron. Masak sih… baunya bisa bertahan begitu lama dan menempel begitu kuat di tempat tidur ini?
Chiara kembali bertanya-tanya dalam hati, sehingga tanpa sadar, mulutnya baru saja terbuka lebar karena menguap.
Aduh… entahlah, mungkin karena aku masih begitu merindukan om Aaron, jadi terbayang-bayang bau harum parfum om Aaron.
Sambil meraih guling di dekatnya, Chiara berkata dalam hati, berusaha memikirkan hal yang paling masuk akal yang bisa terjadi kenapa bau parfum Aaron tercium begitu jelas.
“Hoahem… Aku mengantuk sekali.” Sambil menguap lebar, Chiara memeluk guling yang baru saja dia ambil, dan mulai menutup matanya yang tiba-tiba terasa begitu berat.
Tidak lebih dari 5 menit, Chiara suara dengkuran halus, nafasnya yang naik turun teratur langsung terdengar dari bibir dan hidung Chiara yang sudah tertidur pulas.
Aaron yang masih berdiri di tempatnya dengan kondisi merapatkan bagian belakang tubuhnya pada dinding, begitu mendengar tanda-tanda Chiara sudah tertidur, bergerak dengan begitu pelan dan hati-hati, berjalan ke arah bagian dinding kaca yang tirainya tersingkap.
Kebiasaan burukmu kenapa tetap saja begitu sulit untuk dihilangkan Chiara? Kenapa kamu suka sekali tidur dengan kondisi tirai terbuka seperti ini?
Aaron berkata dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya begitu melihat seperti biasanya, Chiara tidur dengan membiarkan tirai terbuka lebar.
Cukup lama Aaron berdiri di tempatnya sambil mengamati wajah Chiara yang sedang tertidiur pulas, dengan wajahnya yang terlihat begitu damai.
Bibir Aaron beberapa menunjukkan sebuah senyuman saat dia mengamati sosok Chiara yang sedang tertidur pulas.
“Good night my little girl. Have a nice dream tonight.” Aaron berbisik pelan sebelum akhirnya tubuhnya melesat pergi, berniat untuk menyewa sebuah kamar hotel malam ini, karena dia tidak ingin kehadirannya disadari oleh penghuni lainnya jika dia terus memaksa untuk masuk lagi ke dalam apartemen.
Apalagi, malam ini tempat tidurnya sudah dikuasai oleh gadis kecilnya, membuat Aaron tidak mungkin kembali ke dalam kamar itu, terlebih lagi tidur di kamar itu.
# # # # # # # #
“Besok hari perayaan ulang tahunmu yang ke tujuh belas. Masa sih om Aaron tidak memberikan kabar sedikitpun? Dan tidak ada rencana pulang ke Indonesia sama sekali? Tega sekali sih om Aaron?” Grace yang sedang duduk bertiga bersama Jaka dan Chiara di taman sekolah langsung mengomel begitu mendengar dari Chiara bahwa Aaron tidak menghubunginya sama sekali sejak terakhir dia berkomunikasi dengan Aaron lewat telepon Sarah sore itu, padahal besok adalah hari perayaan ulang tahun Chiara yang ke tujuh belas tahun yang akan diadakan di hotel milik keluarga Chiara.