Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
HARUS MENGUBURNYA



"Tepatnya 18 tahun. Chiara masih berusia 18 tahun. Dan dia benar-benar sudah menikah. Tadi aku juga bertemu dengan suaminya di toserba." Mendengar perkataan Brandon, Arya berdecak pelan dengan wajah masih tidak percaya.


"Siapa nama suaminya, mereka kan tinggal di apartemen yang sama dengan kita. Mungkin aku mengenalnya juga?" Arya bertanya karena dibandingkan dengan Brandon, dia lebih aktif menghadiri pertemuan para penghuni apartemen, saat mereka membahas tentang hal yang berkaitan dengan lingkungan temapt tinggal mereka itu.


Jadi sedikit banyak, Arya lebih mengenal penghuni apartemen yang lain dibandingkan dengan Brandon, yang sebagai anak muda, merasa paling malas jika harus menghadiri rapat atau pertemuan antar penghuni apartemen.


"Aku tidak terlalu kenal, karena baru dua kali ini aku bertemu dengannya. Sepertinya dia serang blasteran. Namanya kalau tidak salah... Aaron...." Mendengar Arya mengucapkan nama Aaron, Arya yang begitu kaget hampir saja mengerem mobilnya secara mendadak.


Untung saja Arya masih bisa mengusai dirinya sehingga dia bisa emngontrol tindakannya, tidak sampai mengerem mendadak yang bisa mengakibatkan kecelakaan.


"Tunggu... siapa nama suami Chiara? Apa benar Aaron? Aaron Malverich? Keturunan Amerika-Indonesia?" Arya berkata dengan wajah tidak percayanya.


Pertanyaan Arya yang diucapkan dengan bertubi-tubi dan suara ragu tapi juga sedikit berteriak, membuat Brandon langsung menatap Arya sambil mengernyitkan dahinya, merasa heran dengan sikap Arya.


Karena sikap Arya saat mendengar dia menyebutkan nama Aaron, seperti mendengar sebuah nama seseorang yang hebat yang dikenal oleh Arya.


"Mana aku tahu nama lengkap suami Chiara, entah itu Marvel, atau Gober, aku tidak tahu. Yang aku tahu hanya Aaron namanya." Brandon berkata dengan nada acuh tak acuh, karena bagaimanapun, sampai detik ini dia belum bisa merelakan rasa cintanya begitu saja hilang.


Selain itu, juga belum bisa menerima kenyataan bahwa suami Chiara adalah seorang laki-laki yang terlihat sangat tampan, dengan sikap dan penampilannya  yang terlihat berkelas, menunjukkan bahwa dia bukan orang dari kalangan menengah ke bawah.


Belum lagi Brandon ingat dengan jelas mobil Ferrari berwarna merah milik Aaron yang terlihat begitu keren, yang pernah dibawanya ke kampus untuk mengantar Chiara dan membuat heboh para mahasiswa yang sempat melihatnya.


"Ist... kenapa berkata seperti itu? Memang sehebat apa orang bernama Aaron itu? Dia menang start saja bertemu lebih dahulu dengan Chiara. Kalau tidak, bisa jadi sekarang Chiara sudah menjadi kekasihku." Dengan percaya dirinya, Brandon berkata kepada Arya yang justru langsung tertawa geli melihat sikap terlalu percaya diri yang ditunjukkan oleh Brandon.


"Kalau benar suami Chiara itu adalah Aaron Malverich, dia bukan orang yang bisa kamu ajak bersaing, meskipun mereka belum menikah dan masih sebagai sepasang kekasih. Dan aku yakin dia benar-benar Aaron Malverich yang aku maksudkan, karena setahuku nama-nama orang yang tinggal satu apartemen dengan kita, hanya ada satu nama Aaron. Dan dia adalah Aaron Malverich." Arya berkata sambil berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang baru saja dikatakannya itu memang benar.


"Memang apa istimewanya Aaron Malverich?" Dengan sikap masih meremehkan, Brandon berkata kepada Arya.


"Sebelum aku menceritakan tentang siapa Aaron, aku infokan padamu terlebih dahulu, kalau Aaron adalah orang yang tinggal di apartemen yang sama dengan kita, di lantai paling atas gedung apartemen kita." Arya menghentikan kata-katanya sambil melirik ke arah Brandon yang wajahnya masih terlihat biasa-biasa saja mendengar kata-katanya.


"Selain tinggal di lantai paling atas, dia juga memiliki parkiran pribadi dimana tanpa konfirmasi darinya, tidak ada seorangpun yang boleh mengakses parkiran itu, termasuk lift pribadi yang seringkali kita hanya bisa melihatnya saja tanpa bisa menggunakannya." Wajah Brandon mulai sedikit berubah mendengar penjelasan dari Arya.


"Dia bisa mendapatkan semua itu, karena dia adalah pemilik gedung apartemen yang kita tempati sekarang. Dia juga adalah pimpinan tertinggi Grup Malverich yang pusatnya berada di Amerika, bergerak di bidang properti dan bahan-bahan bangunan. Itu hanya dua dari bidang usahanya yang aku sebutkan. Lainnya, kamu search saja di internet. Meskipun tidak lengkap, karena keluarga itu tidak suka muncul di pemberitaan, tapi di sana akan dituliskan siapa keluarga Melverich, yang merupakan keluarga yang dianggap penguasa properti di dunia." Kali ini, wajah Brandon benar-benar terlihat kaget mendengar penjelasan dari Arya.


"Dan kamu menganggap dirimu bisa bersaing dengannya? Maaf Brandon, tapi kali ini aku harus berbicara tentang kenyataan padamu. Kamu harus benar-benar mengubur perasaan cintamu itu sekarang juga. Karena tidak mungkin kamu bisa menyaingi seorang Aaron Malverich." Perkataan Arya, meski diucapkannya dengan nada menggoda dan senyum di wajahnya, membuat Brandon hanya bisa tersenyum kecut tanpa bisa mengatakan apapun padanya untuk menyangkal perkataan Arya.


# # # # # #


"Ayo Om, kita belanja, setelah itu langsung pulang saja. Perutku sudah terasa sedikit mulas ini gara-gara datang bulan. Aku mau menikmati empuknya kasur sambil memeluk guling." Chiara berkata pelan sambil menarik pergelangan tangan Aaron yang masih melingkar di pingggannya, membuat mereka berjalan dengan posisi Aaron yang memeluk pinggang Chiara.