
"Saya rasa semuanya sudah cukup bagi saya, bahkan semua ini lebih dari cukup Pak Aaron." Zachary menjawab perkataan Aaron sambil tersenyum.
"Baik kalau begitu, silahkan beristirahat dan menikmati sisa harimu, aku akan kembali ke apartemenku sendiri." Aaron berkata sambil berjalan menuju pintu keluar apartemen Zachary.
“Eh, Zachary, apa kamu ada rencana untuk keluar malam ini?" Tiba-tiba Aaron yang sudah berada di dekat pintu menoleh ke arah Zachary yang berjalan tepat di samping Aaron dan bertanya kepada Zachary yang terlihat sedikit bingung.
Biasanya Aaron sebagai bosnya, merupakan orang yang tidak suka ikut campur urusan orang lain, termasuk urusan Zachary, tapi sekarang, tiba-tiba aja Aaron menanyakan tentang rencananya untuk malam nanti.
Sebuah pertanyaan yang tidak pernah keluar dari bibir Aaron selama ini, dan itu tentu saja membuat Zachary terheran-heran.
"Saya tidak ada rencana keluar Pak. Mau beristirahat saja. Saya tidak menyangka kalau pekerjaan pindah rumah ternyata benar-benar melelahkan Pak Aaron. Rasanya untuk ke depannya, saya harus berpikir puluhan kali sebelum memutuskan untuk pindah rumah." Zachary akhirnya menjawab pertanyaan Aaron dengan nada bercanda, tapi Aaron langsung terlihat tegang begitu mendengar itu, tidak rela kalai hal itu benar-beanr terjadi.
Eh! Apa maksudmu Zachary? Tentu saja kamu tidak boleh dengan seenaknya memutuskan untuk pindah rumah lagi.
Aaron langsung memprotes perkataan Zachary dalam hati, meskipun di depan Zachary dia berusaha untuk terlihat tetap tenang seperti sosok Aaron yang biasanya.
“Tapi di kota ini tidak akan ada apartemen sebagus ini, jadi rasanya tidak mungkin saya rela untuk pergi meninggalkannya.” Zachary berkata sambil tersenyum geli, seolah menertawakan dirinya sendiri.
Karena Zachary sadar, di kota ini, sepertinya tidak akan bisa dia menemukan apartemen yagn lebih bagus dari apartemen yang akan ditempatinya mala mini.
"Oke kalau begitu, selamat beristirahat." Aaron berkata sambil melewati pintu apartemen yang sudah lebih dahulu dibukakan oleh Zachary.
Begitu kelaur dari pintu apartemen Zachary, dengan bergegas Aaron berjalan ke arah lift pribadinya untuk kembali ke apartemennya sendiri.
Akhirnya malam ini.... aku sudah begitu tidak sabar menunggu bertemu my little girl.
Aaron berkata dalam hati sambil terus mengulumkan senyum di bibirnya, bahkan sampai dia masuk ke apartemen dan mauk ke kamarnya, membuat bu Ida yang semapt berpapasan dengannya di ruang keluarga tampak bingung dengan sikap Aaron yang tumben terus tersenyum-senyum sendiri sejak masuk dari pintu apartemen, sampai menghilang di balik pintu kamarnya.
Aaron yang sedang menunggu info dari Chiara kapan waktunya dia untuk pulang terlihat mondar-mandir dengan sikap tidak tenang di ruang tamu apartemen mereka.
“Kenapa lama sekali dia pulang.” Aaron berkata sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.
“Seharusnya tadi aku sendiri yang menjemputnya, bukan Imelda.” Aaron kembali bergumam pelan sambil menatap ke arah jendela kamarnya yang menunjukkan langit sudah mulai gelap, artinya sekarang sudah lebih dari jam 6 malam.
Aaron hampir saja mengeluarkan kata-kata keluhannya kembali ketika dia tiba-tiba tersadar bahwa dia saat ini menjadi orang yang begitu cerewet, dan begitu menyadari hal itu, membuat Aaron langsung tertawa, menertawakan dirinya sendiri.
“Ternyata cinta memang bisa benar-benar membuat seseorang seperti orang gila.” Aaron berkata di tengah tawa gelinya, dan memutuskan untuk menikmati langit malam melalui balkon kamarnya sambi menunggu kedatangan Chiara.
Hah… beberapa hari ini perasaanku merasa tidak tenang, dan entah kenapa, aku seperti merasakan kehadiran para mutan saat melewati beberapa daerah, seperti yang aku rasakan siang tadi ketika melewati jalan Y.
Sambil menunggu kedatangan Chiara, Aaron mulai memikirkan apa yang sedang dialaminya tadi siang.
Memang jalan Y yang merupakan jalanan ke arah restoran dimana tadi siang Aaron menghabiskan waktu makan siangnya bersama Chiara ada beberapa anak buah Aldrich yang menghabiskan waktu mereka di sebuah Café di jalan Y setelah mengorek informasi dari beberapa warga tentang kota yang mereka datangi ini.
Tadi siang aku benar-benar merasakan adanya beberapa kekuatan dari mutan lain, bukan hanya satu tapi beberapa orang sekaligus. Itu merupakan hal yang aneh, karena sejak bertahun-tahun tinggal di negara ini, aku belum pernah merasakan hal seperti ini. Dan kekuatan yang dimiliki oleh mereka, bukanlah dari golongan mutan yang aku kenal. Apa mungkin....
Aaron berkata dalam hati, sambil mengingat kembali tentang perjalanannya tadi siang di jalan Y, yang bahkan hampir membuatnya meminta Zachary untuk menghentikan mobil yang dia tumpangi untuk mengecek apa yang terjadi.
Akan tetapi jalan Y yang Aaron lewati merupakan jalan yang sangat padat arus lalu lintasnya, selain itu ada begitu banyak para pejalan kaki yang lalu lalang di sana, karena jalan itu merupakan area pertokoan dan tempat makan, membuat begitu banyak orang sehingga Aaron membatalkan niatnya untuk berhenti.
Mereka adalah para mutan dari kelompok Aldrich? Atau ada kelompok baru yang sudah terbentuk selain kedua kelompok Aldrich? Rasanya di luar sana, para mutan selain kelompok kami boleh dikata sudah sangat sedikit jumlahnya.
Aaron melanjutkan kata-katanya dalam hati, penuh dengan rasa penasarannya yang begitu besar, karena baru kali ini dia merasakan hal seperti itu ketika berada di kota ini.