Be My SUPERHERO

Be My SUPERHERO
PERTEMUAN ANTARA AARON DAN ALDRICH (1)



"Terimakasih untuk semua bantuan Nona. Acara makan siang tim kami pasti sukses karena para pekerja di tempat ini terlihat profesional dalam bekerja meskipun waktu untuk mempersiapkan acara dadakan ini tidak banyak." Rey sebagai wakil Aldrich berkata kepada Chiara yang langsung tersenyum mendengar kata-kata pujian dari Rey.


Chiara Indarto, istri dari Aaron Malverich, ternyata perempuan yang cukup cantik dan polos. Aku tidak menyangka kalau istri Aaron adalah gadis semuda ini. Apa dia dengan usianya itu tidak salah memilih istri untuknya? Bisa-bisanya orang dengan kekuatan super seperti mask men menikah dengan manusia biasa yang masih ingusan seperti ini? Aku benar-benar ingin tahu bagaimana reaksi mask men saat tahu kalau istrinya ada di tanganku sekarang.


Aldrich yang sedari tadi mengamati Chiara dengan detail secara diam-diam berkata dalam hati dengan pandangan sinisnya.


"Apa ada hal lain yang bisa kubantu Tuan?" Dengan suara dan tatapan matanya yang ramah Chiara berkata kepada Aldrich yang sedikit tersentak mendengar pertanyaan Chiara yang tiba-tiba dialamatkan kepadanya yang sedang dalam kondisi sedikit melamun.


"Tuan?" Suara panggilan dari Chiara yang diucapkan dengan senyum ramah di wajahnya membuat Aldrich sedikit tercekat.


Kenapa.... tiba-tiba aku teringat dia?


Aldrich berkata dalam hati dengan perasaan tidak tenang, karena keceriaan sekaligus sikap tulus yang ditunjukkan Chiara membuat Aldrich terkenang pada almarhum kekasihnya.


"Ah ya.... ehem...." Aldrich berdehem pelan sambil sedikit mengalihkan pandangan matanya pada sosok Chiara yang hampir saja membuat ingatannya tentang almarhum kekasihnya terlarut dalam perasaan haru dan rindu yang selalu berhasil mengaduk emosinya.


"Tidak ada. Sepertinya pelayanan dan fasilitas yang Nona tawarkan sudah sangat memuaskan bagiku." Aldrich berkata sambil tersenyum ramah pada Chiara, sesuatu yang biasa dilakukannya saat bertemu orang lain, tanpa orang itu tahu banyaknya pikiran jahat yang sedang terlintas di pikiran Aldrich saat dia sedang berhadapan dengan manusia normal seperti Chiara.


"Terimakasih untuk pujiannya Tuan. Eh...." Chiara langsung menghentikan bicaranya begitu melihat sosok Aaron dan Zachary yang berlarian ke arahnya.


"Aaron dengarkan aku! Aldrich dan kelompoknya sudah ada di Indonesia! Mereka sepertinya sudah tahu tentang keberadaanmu. Kamu sepertinya harus segera...." Dengan suara terdengar terburu-buru, karena George juga sedang berlarian memasuki lobi hotel milik Chiara, George berusaha mengingatkan Aaron tentang keberadaan Aldrich tanpa mengetahui kalau ternyata Aaron sudah lebih dahulu tahu tentang itu dan saat ini sedang berusaha menahan dirinya.


Karena melihat bagaimana Aldrich di depan sana sedang berdiri tepat di dekat Chiara yang sedang menatap sambil tersenyum padanya tanpa menyadari bahaya besar yang ada di dekat istri cantiknya itu, membuat dada Aaron bergetar hebat, serasa jantungnya akan berhenti berdetak saat ini juga karena begitu mengkhawatirkan Chiara.


Chiara! Cepatlah menyingkir dari sana!


Rasanya ingin sekali Aaron berteriak sekencang-kencangnya pada Chiara saat ini, namun dia hanya bisa melakukan itu dalam hati.


Di depan sana, melihat kedatangan dua pria yang tampak terburu-buru dengan wajah khawatirnya, justru membuat Aldrich tersenyum licik dengan wajah menyeringai, membuat wajah tampannya justru terlihat menakutkan.


Mask men! Ah… ya… maksudku Aaron Malverich, akhirnya kamu datang juga dengan kerelaanmu di depanku. Ternyata hatimu sudah dikuasai oleh manusia-manusia lemah di sekitarmu. Sepertinya Chiara memang benar-benar merupakan umpan paling bagus untuk menggiringmu ke tempat yang aku inginkan.


Aldrich berkata dalam hati dengan sikap puas, sudah berhasil membuat Aaron datang menemuinya tanpa dia perlu memaksa salah satu mutan dengan kekuatan yang begitu diinginkan oleh Aldrich itu.


Sial! Semua ini pasti gara-gara Angelina! Bisa-bisanya dia melakukan hal sejahat ini pada orang-orang seperjuangannya!


George berteriak dalam hati dengan rasa kesal sekaligus khawatir bercampur menjadi satu.


Begitu George mendengar perkataan Aaron tadi, tanpa memperdulikan sekitarnya, dia langsung berlari menerobos masuk ke dalam hotel, setelah sebelumnya dia memaksa salah satu petugas hotel menunjukkan dimana Aaron berada.


George yang berlari kencang langsung mengerem gerakan kakinya begitu melihat Aaron yang sedang berjalan ke arah Aldrich yang berdiri di samping Chiara yang sedang menatap Aaron dengan wajah penuh senyum bahagia dan tatapan penuh cintanya.


Apa-apaan itu! Bagaimana gadis muda ini menatap ke arah mask men dengan tatapan penuh cinta seperti itu! Apa dia belum tahu kalau suaminya itu seorang mutan? Yang hanya dengan menggerakkan jari-jarinya saja mampu membuatnya terbunuh?


Aldrich berkata dalam hati setelah melirik ke arah Chiara dan mendapati bagaiamana cara Chiara menatap ke arah Aaron menunjukkan kalau gadis itu begitu mencintai dan memuja Aaron.


"Om Aaron...." Chiara berencana berjalan ke arah Aaron, tapi tiba-tiba saja tangan Aldrich yang berdiri tepat di sampingnya bergerak menghalanginya dengan merentangkan tangannya tepat di depan Chiara yang tampak bingung dan langsung menatap ke arah Aldrich dengan pandangan bertanya-tanya.


"Nona lebih baik tetap di tempat atau Nona akan membuat suami Nona menyesal telah datang ke tempat ini." Aldrich yang menyadari bagaimana Chiara sedang menatapnya dengan wajah protesnya langsung berkata tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Aaron yang sedang berjalan ke arahnya.


"Eh, tapi...." Perkataan Aldrich membuat Chiara langsung berniat memprotesnya.


"Chiara...." Suara Aaron yang dengan lembut menyebutkan namanya membuat Chiara langsung mengalihkan pandangan matanya dari Aldrich, berpindah pada Aaron yang sudah berdiri di depan Aldrich, sengaja mengambil jarak 3 meter di depannya, karena khawatir Aldrich akan berbuat nekat pada Chiara jika dia berada terlalu dekat dengannya.


Aaron yang melihat bagaimana Chiara yang sedang menatapnya itu langsung memberikan tanda kepada Chiara agar dia tetap diam di tempatnya seperti yagn diminta oleh Aldrich.


Sikap Aaron membuat Chiara langsung terdiam dan mulai menerka-nerka apa yang sedang terjadi.


Siapa laki-laki yang sedang berdiri di sampingku ini? Kenapa Om Aaron sepertinya takut kalau laki-laki ini berbuat macam-macam padaku? Apa mungkin... jangan katakan kalau... apa dia adalah... Aldrich?


Chiara yang mulai bertanya-tanya dalam hati langsung menahan nafasnya dengan dada yang berdetak dengan begitu kencang karena mulai menebak-nebak apa yang terjadi.


Aldrich dan Aaron sendiri, begitu kedua lelaki tampan dengan kekuatan mereka yang sangat disegani oleh orang-orang di kelompoknya itu saling berdiri berhadapan, mereka berdua langsung berdiri tegak, saling berusaha mendominasi keadaan, dengan mata saling menatap satu dengan yang lain dengan tatapan penuh selidik, mencoba menebak-nebak kekuatan maupun kelemahan lawan.


Baik Aaron maupun Aldrich, wajah mereka berdua terlihat sama-sama tegang, dengan tatapan saling menyelidik satu dengan yang lain, seolah sedang berusaha untuk saling mengukur kekuatan lawan mereka saat ini.