Love Destiny

Love Destiny
RAHASIA LEONY



Seperti biasa, jika dalam perasaan tidak senang  Gerald selalu melampiaskan kekesalannya kepada Leony. Entah itu mendampratnya dengan kata – kata kasar atau menampar hingga memukulnya.


Perbuatan kasar Gerald tersebut diterima Leony dengan lapang dada. Dia juga tidak pernah memberitahukan kelakuan buruk suaminya itu kepada kedua orang tuanya karena ancaman dari Gerald yang tidak segan – segan untuk membunuhnya jika sampai kedua orang tuanya tahu.


“ B******k !!!...”, maki Gerald sambil membuang semua barang yang ada diatas meja.


Hari ini dia benar – benar sangat marah karena Crystal terus saja mengacuhkan dirinya bahkan sengaja menghindarinya.


Tatapan matanya juga terlihat sangat dingin saat memandangnya, tidak ada sedikitpun kehangatan apalagi tatapan penuh cinta yang dahulu sering didapatkannya.


Dan yang paling membuat Gerald marah adalah rencana yang sudah disusunnya dengan sangat rapi sejak dulu tiba – tiba hancur begitu Crystal memutuskan untuk berada dalam perusahaan.


Dia sudah kehilangan beberapa orang dalam yang cukup handal dan hanya menyisakan Santoso. Bahkan semua kepala divisi yang dahulu mendukungnya sekarang perlahan mulai mundur dan menjauhinya karena tidak mau membahayakan posisi mereka.


Tentu saja hal tersebut membuat Gerald kalang kabut. Satu – satunya cara adalah berusaha mendekati Crystal dan mendapatkan kepercayaannya kembali.


Semua itu harus dilakukannya sendiri, jika dulu dia masih bisa mengandalkan Adisty yang bisa mempengaruhi Crystal, namun setelah kasusnya viral gadis tersebut seakan menghilang ditelan bumi, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaannya.


“ Ini semua gara – gara kamu !!!!....jika saja kamu dan anak s****n itu tidak hadir\, aku sudah menikmati semuanya saat ini !!!....”, maki Gerald sambil menjambak rambut Leony dengan kasar.


“ Ini semua bukan salahku !!!...kamu lah yang memperkosaku !!!...”, ucap Leony terisak sambil berusaha melepaskan rambutnya dari cengkeraman tangan Gerald.


PLAKKK !!!!...


“ Apa kamu bilang?!!!...”


“ salahku ?!!!...”


“ Kamu yang t***l !!!...”


“ seharusnya Crystal lah yang meminumnya !!!...”


“ bukan kamu !!!...”, hardik Gerald dengan penuh amarah.


Belum puas menampar dan memaki Leony, dengan kasar Gerald kembali menarik tubuh istrinya yang terlihat mulai berjalan mundur secara pelahan.


“ Bereskan semuanya !!!...”, teriak Gerald sambil mendorong tubuh Leony hingga tersungkur kelantai.


Untung saja janin yang ada didalam kandungan Leony cukup kuat, berapa kali dia terjatuh dan tersungkur kondisi bayinya baik – baik saja.


Sebenarnya kondisi lemah Leony bukanlah disebabkan oleh kehamilannya melainkan oleh siksaan yang diterimanya dari sang suami yang ternyata mempunyai temperamen yang sangat buruk itu.


Sambil menangis Leoni membersihkan barang – barang yang hancur berserakan di lantai dan memasukkannya kedalam tempat sampah.


Selanjutnya dia langsung mengikat sampah tersebut dan membuangnya  sendiri ke dalam tong sampah yang ada dibelakang rumah.


Semua itu dia lakukan agar para pelayan tidak ada yang tahu jika dirinya habis bertengkar hebat dengan Gerald.


Sebenarnya beberapa pelayan sudah menaruh rasa curiga karena sering mendengar suara gaduh dan barang pecah dari kamar Leony.


Bahkan sempat melihat lebam di tubuh Leony beberapa kali saat rambut gadis itu tersibak. Namun semuanya tak berani untuk bertanya ataupun bersuara.


Leony hanya menatap kepergian suaminya dengan tangis yang tertahan. Jika seperti ini, biasanya Gerald akan pergi minum – minum hingga pagi.


Wanita itu sama sekali tak menyangka jika Gerald yang dulunya terlihat sangat lembut dan bertanggung jawab ternyata mempunyai sifat asli seperti itu.


Jika tahu begini, mungkin Leony tidak akan berusaha untuk menjebak Gerald agar bersanding dengannya dan menjerumuskan Crystal untuk bertunangan dengan Arnold.


FLASH BACK ON


Hari itu seluruh keluarga Abraham sedang berlibur di salah satu vila mereka yang terletak didaerah pegunungan di kota kembang.


Tak lupa mereka juga mengajak Gerald dan Adisty yang sudah mereka anggap sebagai bagian dari keluarga besar mereka.


Siapa sangka jika dalam liburan kali ini Leony mendengar rencana licik yang disusun oleh kekasih adiknya itu bersama sahabatnya.


Di balik tembok, Leony mendengar semua rencana yang disusun oleh Adisty agar Gerald bisa tidur dengan Crystal malam ini.


Meski sangat terkejut namun Leony menyimpan semua yang didengarnya itu sendiri dan memasang ekpresi biasa saja hingga tanpa sengaja dia mendengar Adisty menghubungi seseorang lewat ponselnya.


“ Tentu saja aku yang akan mendapatkannya…Crystal sangat bodoh…dengan rencana ini, aku akan membuat Gerald jatuh dalam pelukanku…”, ucap Adisty tertawa penuh kemenangan.


“ Astaga !!!...itu tidak boleh terjadi !!!...aku tidak rela jika Gerald bersama gadis ular itu !!!...”, batin Leony penuh amarah.


Leony dan sang mama sejak dari awal sudah tidak suka terhadap Adisty. Namun karena sang adik dan papanya selalu membela dan terlihat sangat menyayangi gadis itu, maka dirinya dan sang mama tidak bisa berbuat apa – apa.


“ Jika Crystal tidak bisa bersanding dengan Gerald, maka Adisty juga tidak akan bisa bersanding dengannya…”, batin Leony penuh tekad untuk menggagalkan aksi mereka.


Saat ini, dia berencana untuk memberitahukan semua yang telah didengar dan dilihatnya kepada Crystal agar adiknya itu sedikit berhati – hati.


Tapi siapa sangka dalam perjalanannya mencari sang adik Leony justru kembali disuguhkan sebuah fakta yang sangat mengejutkannya.


Dia mendengar papa dan mamanya sedang berbicara dengan serius disamping kolam renang. Mereka terlihat sedang bersitegang antara yang satu dengan yang lainnya.


Karena penasaran, Leony pun berjalan mengendap – endap mendekat kearah dimana kedua orang tuanya berada.


“ Jadi maksud papa…papa ingin mengorbankan Leony…begitu ...”, ucap Selvi dengan penuh penekanan.


“ Bagaimana lagi ma…kita tak ada pilihan lain…hanya ini satu – satunya cara agar tidak menyinggung keluarga Lincoln….”, ucap Abraham frustasi.


“ Papa juga inginnya seperti itu ma…tapi Arnold bersikeras melaksanakan wasiat kakeknya. Dan papa tidak akan mungkin untuk memberikan Crystal kepada mereka…”, ucap Abraham sedih.


“ Meski Leony bukan darah daging kita…tapi mama sangat menyayanginya pa…”, ucap Selvi berderai air mata.


“ Papa juga sayang sama Leony. Tapi, hanya ini satu – satunya cara ma…”, ucap Abraham putus asa.


“ Tapi…bagaimana jika Arnold tahu jika Leony bukan anak kandung kita. Itu nantinya akan jadi masalah dibelakang hari pa…”, ucap Selvi sambil meremas tangannya gelisah.


“ Tenang saja…papa sudah atur semuanya…”, ucap Abraham berusaha untuk menenangkan istrinya.


Leony yang mendengar fakta bahwa dirinya bukanlah anak kandung Abraham dan Selvi langsung terjatuh ketanah karena lututnya mendadak lemas tak bertenaga.


Gadis itu terus saja menangis dengan wajah dibenamkan diantara kedua lututnya  masih tak percaya dengan semua yang telah didengarnya.


Meski selama ini Abraham dan Selvi sudah sangat baik kepadanya dan tidak pernah membeda – bedakan antara keduanya, namun bagaimanapun hati Leony mendengar fakta tersebut merasa sangat sakit.


Apalagi saat dirinya mendengar jika akan dijadikan tumbal penganti Crystal untuk bertunangan dengan Arnold, sang iblis yang terkenal sangat kejam membuatnya kembali berurai air mata.


“ Tidak !!!...Tidak !!!...aku tidak mau bertunangan dengan Arnold !!!...”, guman Leony sambil menggelengkan kepalanya berulang kali.


“ Crystallah yang seharusnya diposisi itu !!!...bukan aku!!!...”, guman Leony semakin kalut.


Dalam keadaan frustasi dia kemudian teringat tujuannya semula yang ingin menemui sang adik untuk membongkar rencana Gerald dan Adisty.


Tiba – tiba senyum licik tercetak jelas diwajahnya. Diapun mulai berdiri dan membersihkan bajunya dari tanah yang menempel disana.


“ ok...Kita tempatkan semuanya pada posisi sesungguhnya…”, batin Leony menyeringai.


Diapun kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh mukanya dan bersikap seolah – olah tidak ada yang terjadi.


Hari menjelang malam, semua orang terlihat sedang asyik menikmati pesta barbeque dihalaman depan vila.


Seperti rencana, Adisty menuang obat dalam dua minuman yang sedang dibawanya. Satu diserahkan kepada Gerald dan satunya untuk Crystal.


Diam – diam Leony menukar geals yang ada dihadapan Crystal dengan miliknya tanpa semua orang sadari, termasuk Adisty.


“ Aku akan membalikkan keadaan sekarang…”, batin Leony tersenyum licik.


Diapun kemudian berjalan meninggalkan pesta menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Crystal.


Sedangkan Gerald segera bergerak saat melihat Crystal tidak berada dihalaman. Lelaki itu pikir Adisty telah memberitahu Crystal agar segera kembali kedalam kamar dan mrenunggunya.


Pada saat berjalan menuju kamar Crystal, tanpa sengaja Gerald melihat paha mulus Leony yang terpampang dihadapannya.


Leony memang sengaja memakai pakaian sexy untuk menarik perhatian Gerald agar tidak pergi kekamar Crystal.


Karena keduanya sudah terpengaruh obat perangsang yang dimasukkan oleh Adisty pada minuman tersebut, maka selanjutnya malam panaspun terjadi pada dua insan yang terlihat sudah tak sabar ingin merengkuh kenikmatan duani tersebut.


Sementara itu, Adisty yang sudah berada dalam kamar Cystal dan berdandan cantik menggunakan lingeri merah, warna kesukaan Gerald terlihat berjalan mondar – mandir dengan gelisah.


Adisty beberapa kali menoleh kearah pintu namun tanda – tanda kehadiran Gerald tidak kunjung juga ditemuinya.


“ Kemana dia ? !!!...”, ucap Adisty kesal.


Karena sudah kedinginan menunggu Gerald selama hampir tiga jam dengan pakaian yang transparan tersebut, dengan marah Adisty segera mengganti pakaiannya dengan sweater dan celana panjang.


Diapun segera bergegas keluar kamar. Di ruang tamu dia melihat Crystal sedang sibuk bermain game online di ponselnya tanpa ada Gerald disampingnya.


“ Mana Gerald ?...”, tanya Adisty penasaran.


“ Entahlah…aku juga sudah mencarinya dimana – mana, tapi tak ketemu. Mungkin pergi keluar…”, jawab Crystal acuh dan kembali memainkan ponselnya.


Meski sangat penasaran dengan keberadaan Gerald, namun Adisty tetap diam dan menemani sahabatnya itu bermain game online agar Crystal tidak mencurigainya.


Pagi harinya semua dihebohkan oleh teriakan Selvi yang ingin membangunkan Leony dan tak disangka dia menemukan pemandangan yang sangat tidak pantas disana.


Gerald dan Leony ditemukan sedang tidur berpelukan tanpa sehelai benangpun ada ditubuh mereka berdua.


Tanpa semua orang sadari Leony tersenyum samar karena berhasil memposisikan semuanya sesuai tempatnya.


Akibat malam panas tersebut, Leony hamil membuat Abraham geram dan memaksa Gerald untuk bertanggung jawab untuk menikahi Leony.


Karena Leony sedang hamil dan akan menikah dengan Gerald, dengan sangat terpaksa Abraham akahirnya membuat Crystal bertunangan dengan Arnold.


Pada awalnya Leony sangat yakin jika dirinya akan bahagia bersama Gerald. Meski lelaki itu tidak mencintainya, namun dengan kelembutan hati dan rasa tanggung jawab tinggi yang dimiliki oleh Gerald, lambat laun lelaki itu akan menerimanya, apalagi sekarang dia mengandung darah daging kekasih adiknya itu.


Setidaknya, Leony bisa terbebas dari jeratan Arnold Lincoln, sosok lelaki yang sangat tidak ingin dia temui apalagi untuk bersanding dengannya.


FLASH BACK OFF


Leony yang masih duduk lemas dilantai kembali berurai air mata, menahan semua rasa sakit dan kebohongan yang begitu besar terhadap semua orang ini seorang diri.


Hatinya terasa sangat sesak, dia rasanya tidak sanggup jika sampai Crystal dan kedua orang tuanya mengetahui semua perbuatannya ini.~~~~


“ Aku sangat menyesal…Crystal maafkan aku….”, ucap Leony sesengukan saat mengingat betapa jahat perbuatannya dahulu.