Love Destiny

Love Destiny
WAJAH IBLIS SESUNGGUHNYA



Setelah misi kedua untuk Vely berhasil,  Crystalpun mulai fokus pada rencana selanjutnya, yaitu perusahaan keluarganya.


Semalam tinggal dirumah, Crystal melihat papanya bekerja sangat keras. Bahkan saat penyakit jantungnya kambuh beliau tetap saja pergi kekantor, dan hanya istirahat sehari pada saat Crystal dan Arnold datang kerumah tempo hari.


Hal itu tentu saja membuat Crystal gelisah  memikirkan kondisi sang papa. Perlahan namun pasti, Crystalpun berusaha untuk membujuk Abraham agar mau beristirahan sebentar dari rutinitasnya.


“ Papa coba istirahat dulu di rumah beberapa hari, biar nanti perusahaan Crystal yang handle…”, ucap Crystal disela – sela makan malam yang mereka lakukan.


“ Papa masih kuat…”, ucap Abraham tersenyum lebar, berusaha menghilangkan kegelisahan yang ada dihati sang putri.


Crystal cukup paham, papanya itu keras kepala sama seperti dirinya. Jika sudah bertekad dan memutuskan sesuatu, jarang bisa dirubah.


Maka yang bisa dilakukan hanyalah menghela nafas panjang dan kembali menikmati hidangan makan malam hari ini.


“ Mungkin besok, setelah bertemu professor Stevanus dan tim aku kana ke perusahaan, tanpa sepengetahuan papa…”, batin Crystal memutuskan.


Besok rencananya Crystal akan berkeliling perusahaan, melihat kondisi sekitar. Bukankah banyak karyawan papanya yang tidak mengenalnya, jadi sangat bagus untuknya mencari informasi didalam secara langsung.


Setelah bangkit dari kematian, Crystal diam – diam mulai menyelidiki Abraham Group. Dan dari data yang didapatkannya, kualitas karyawan disana tidak terlalu bagus.


Banyak diantara mereka yang menyepelekan pekerjaan yang diberikan kepadanya dan menikmati gaji buta, sehingga produktivitas karyawan menjadi rendah


Hal tersebut terjadi karena Abraham terlalu lunak pada semua karyawannya. Hingga menyebabkan mereka menyepelekan aturan yang ada.


Crystal berniat kesana untuk kembali menegakkan disiplin yang sangat kendor tersebut. Bukankah sebentar lagi dirinya akan berada disana untuk mengantikan sang papa, melihat kondisi Abraham yang semakin hari dirasa semakin kurang sehat.


Setelah makan malam selesai, Crystal menyempatkan diri untuk bercengkaram dengan papa dan mamanya. Suatu kegiatan yang sudah lama tidak mereka lakukan lagi.


Saat mereka bertiga sedang asyik berbicara, tiba – tiba Gerald dan Leony datang. Membuat fokus kedua orang tuanya mulai teralihkan.


“ Kenapa nggak kasih kabar kalau Gerald hari ini boleh pulang ?...”, tanya Selvi terkejut.


Bukan hanya Selvi saja yang terkejut, Leony dan Gerald juga sama terkejutnya saat melihat Crystal ada di kediaman Abraham.


“ Kapan kamu datang ?...”, tanya Leony basa – basi.


“ Kemarin…”, jawab Crystal cepat.


“ Ap kamu me…”, belum sempat Leony menyelesaikan kalimatnya Crystal sudah memotong ucapan kakaknya itu.


“ Pa…ma…Crystal pamit dulu ya, keburu malam soalnya…”, ucap Crystal sambil melangkah pergi kearah kamarnya untuk mengambil barangnya disana.


Suasana menjadi sangat cangung sekarang. Semua orang terlihat sibuk pada pemikirannya masing – masing karena masa lalu yang terjadi diantara mereka.


Crystal yang sudah mengambil tas ranselnya di kamar segera bergegas turun untuk kembali kekediaman Arnold malam ini juga.


Setelah mencium punggung tangan dan mengecup kedua pipi mama dan papanya, serta berpamitan kepada Leony dan Gerald, Crystal segera beranjak pergi meninggalkan kediaman Abraham dengan raut wajah tegang.


Meski masih ingin berada dirumah, namun kedatangan Gerald membuat Crystal harus membuat keputusan cepat untuk keharmonisan hubungannya dengan Arnold yang semakin membaik.


Dia tidak mau menimbulkan masalah dengan Arnold, setelah tunangannya itu memberikan kepercayaan dan kebebasan padanya.


Cukup lama Crystal berputar – putar dijalan raya, dia masih enggan untuk pulang setelah Arnold memberikannya ijin menginap.


Ingin pergi ke rumah Vely, tapi dia sangsi jika sekarang sahabatnya itu ada di rumah, mengingat malam ini dia akan berkencan dengan Nicholas.


Saat berkendara, tiba – tiba kedua bola matanya melihat toko roti yang lagi viral di media social sebulan terakhir ini. Selain memiliki banyak varian roti, toko tersebut digadang – gadang mempunyai roti lapis daging yang sangat lezat.


Crystalpun segera menepikan mobilnya dan masuk kedalam toko. Karena malam semakin larut, varian roti yang tersedia juga tinggal sedikit.


Untungnya roti lapis daging yang diinginkannya masih ada, meski hanya tinggal tiga buah. Crystalpun segera mengambil semuanya dan juga membeli beberapa varian roti lagi untuk dibawanya kedalam kediaman Arnold.


Tak lupa dia juga membeli segelas vanilla latte sebagai teman dalam perjalanan pulang . Setelah semua rotinya terbayar, Crystal segera keluar dan melajukan kembali mobilnya menembus kegelapan malam.


Bau harum roti yang masih hangat menggoda imannya, diapun segera mencomot satu buah roti dari dalam kantung tas berwarna coklat yang ada dikursi sampingnya.


“ Hmmm…ini enak sekali !!!...”, kunyah Crystal dengan mata berbinar.


Karena rasanya yang sangat lezat, tak terasa Crystal sudah menghabiskan hampir semua roti dan hanya menyisakan satu roti lapis dan satu roti keju didalam kantong.


“ Wow…aku nggak nyangka jika bisa menghabiskan roti sebegitu banyaknya…”, gumannya sambil menyeruput vanilla latte hangat yang ada ditangannya.


Tak terasa gerbang kediaman Arnold sudah terlihat didepannya, membuat gadis itu segera memacukan mobilnya untuk masuk kedalam gerbang yang sudah dibuka oleh para penjaga waktu melihat mobil Crystal datang.


Untuk membuat kejutan, Crystal menyuruh para penjaga yang ada digerbang untuk diam dan tidak memberitahukan siapapun jika dirinya sudah datang.


Setelah memarkir mobilnya, Crystal berjinjit menuju pintu  belakang rumah.  Crystal tersenyum sendiri waktu memikirkan betapa terkejutnya Arnold saat dia datang tiba – tiba tanpa pemberitahuan.


Crystal berjalan memasuki rumah dari pintu belakang. Hanya ada sedikit cahaya yang menyala diruang tamu. Meski redup,  namun jika lampu menyala di jam segini tandanya ada orang dirumah.


Dengan langkah lebar, Crystal mempercepat langkah kakinya dan berjalan menuju ruang tamu. Kemudian tepat di depan pintu kaca besar, saat dirinya baru sedikit  mengeser pintu masuk, bau anyir yang sangat kiuat menerobos indra penciumannya, membuatnya spontan menghentikan langkah kakinya.


Bau darah terasa sangat kuat diudara, seperti kabut tebal yang menyelimuti seluruh ruangan membuat perut Crystal seketika bergejolak hebat.


Rasa mual dan pusing mulai menderanya, hingga tak terasa lututnya lemas seperti jelly dan membuatnya terduduk di lantai untuk sekian detik.


Ingin rasanya dia melihat kondisi yang ada didalam, namun kakinya seakan menancap kuat dilantai, tak bisa digerakkan.


“ Ahhh !!!.....”, tiba – tiba suara teriakan yang menyayat hati masuk mendera gendang telingganya.


Suara teriakan dimalam yang sunyi seketika membuat bulu kudunya berdiri. Tubuhnya semakin mematung, terdiam tanpa berani bergeser satu inci pun.


Crystal coba memberanikan diri melihat kedalam dari celah pintu yang berhasil digesernya tadi. Samar – samar dia bisa melihat jejak darah berliku diseluruh lantai  dan meresap kedalam karpet putih yang berada ditengah ruang tamu.


Mengikuti jejak darah tersebut, dapat Crystal lihat Arnold sedang duduk di sofa dengan santai dengan seekor serigala besar berwarna putih duduk manis disamping kakinya.


Serigala putih tersebut terlihat sedang menutup mata dengan tenang, meski begitu aura buas dan mematikan yang memancar keluar tidak bisa dipungkiri membuat tubuh Crystal merinding.


Disebelah kanan Arnold, Emily berdiri dengan patuh disana. Dan disebelah kirinya terlihat seorang pemuda berusia seumuran dengannya mengenakan kemeja hitam berdiri dengan samurai di tangannya.


Beberapa langkah didepan Arnold terlihat seorang pria paruh baya sedang berguling – guling dilantai dengan tubuh kedua kaki dan kedua tangan sudah terputus.


Badan pria tersebut seperti terendam dalam kubangan darah yang mengalir deras dari  bagian kaki dan tangan yang sudah terpotong.


Jika mendengar jeritan tidak jelas yang keluar dari mulut pria paruh baya tersebut, dapat Crystal yakini jika lidah pria itu juga sudah terpotong.


Mendengar jeritan yang sangat memilukan tersebut, laki – laki yang duduk santai disofa sama sekali tak terganggu dan tak berekspresi.


Wajah datar dan dingin tanpa jejak kemanusiaan didalamnya perlahan menggerakkan bibir tipisnya sedikit dan mulai mengeluarkan suara tanpa emosi.


“ Lanjutkan !!!...”, ucap Arnold dengan suara rendah dan dingin.


Mengikuti perintah Arnold, pemuda berbaju hitam tersebut  tanpa ragu mulai bergerak maju dan mengayunkan samurainya,  menebas langsung kepala pria yang ada dihadapannya dalam satu gerakan.