Love Destiny

Love Destiny
Epson 297



Di kampus Devika menghampiri Kyra dan Nathia, kedua sahabatnya itu menatap Devika dengan tatapan mengintimidasi.


"Putri Richard kalau natap bikin jantung berdisko ria ya bund." Ucap Devika, membuat Kyra dan Nathia menarik tangan gadis itu.


"Heh, kamu kemarin jalan sama Samuel kan." Ucap Kyra, membuat Devika tersenyum malu.


"Ini apa ni senyum-senyum , udah kaya anak SMP baru jatuh cinta." Ejek Nathia.


"Aaaaaaaaaaa, demi apa si aku seneng banget." Teriak Devika, membuat Kyra dan Nathia menutup telinga nya.


"Ish, Devika berisik." Ucap Kyra.


"Tunggu-tunggu cincin apa nih, sejak kapan kamu make cincin." Tanya Nathia, membuat deviak menelan Saliva nya.


"Ci_cincin dari mami kok, iya dari mami." Ujar nya, Nathia menatap menelisik.


"Beneran dari mami?" Tanya Nathia.


"Aku_aku apa ya aku mau ngomong apa." Ucap Devika bingung.


"Devika kita kenal dari kecil, dan kamu mau main rahasia-rahasiaan." Ujar Kyra.


"Kyra, Nathia akutuh berasa nemuin cinta baru aku ngerti gak si. Dulu aku sempet mikir kalau aku harus bersaing dengan banyak wanita di kampus, juga dengan Liodra." Lirih Devika.


"Lalu?" Tanya Kyra dan Nathia tidak mengerti.


"Aku memang pernah tertarik kepada El, namun itu sebuah obsesi. Mengerti tidak aku tidak ingin El dekat dengan wanita lain, aku egois ingin El bersamaku." Lirih Devika.


"Ini El yang mana yang kamu maksud." Dengus Kyra, Devika tertawa.


"Rafael, tapi aku baru sadar jika aku bukan mencintai nya. Ibarat kamu yang kagum kepada artis yang kamu sukai." Ucap Devika.


"Jadi kamu menganggap El artis?" Tanya kyra polos.


"Kok selalu lemot gitu yak." Ucap Nathia menepuk keningnya sendiri.


"Selamat." Ucap El mengulurkan tangannya kepada Devika.


"Eh." Sahut Kyra dan Nathia terkejut.


"Thanks." Jawab Devika.


"Apa maksudnya ini?" Tanya Kyra.


Rafael menunjuk foto yang dikirimkan oleh Samuel kepada nya, Kyra dan Nathia terbelalak.


"Apa ini Marni apa-apaan ini." Tanya Kyra.


"Cincin sayang." Jawab Devika tersenyum.


"Bisa-bisa nya anak bontot ngelangkahin yang lebih tua." Goda Nathia.


"Yang lebih tua cepat move on." Ucao El mengacak rambut Nathia.


"Aaaa, jangan mengacak rambutku." Cebik Nathia.


Merekapun tertawa dengan kekonyolan masing-masing, setelah pulang kuliah Devika dijemput oleh Samuel.


"Aku duluan ya." Ucao Devika, kepada kedua sahabat wanita nya.


"Maaaaakkkk pengen punya pacar Mak." Pekik Kyra, membuat Kenzo tertawa kecil.


"Sabar nanti punya kok suami." Ledek Devika, kini gadis itu pergi bersama Samuel.


"Baiklah ayok kita pulang." Ajak Kyra, menarik tangan Nathia.


"Rafael." Panggil Liodra.


"Hmmmmm." Sahut El malas.


"Taksi banyak." Balas El berlalu begitu saja, Kenzo, Kyra, dan Nathia tertawa cekikikan.


"Bye, kita duluan ya Liodra." Kekeh Kyra, liodra mendengus kesal.


Kini merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


Devika pergi ke sebuah mall, Samuel meluangkan waktunya untuk menemani Devika yang ingin pergi menonton.


"Kau tidak sibuk Sam?" Tanya Devika.


"Tidak jika itu untukmu." Jawab Samuel, merekapun menunggu waktu untuk menonton.


Sementara Nathia gadis itu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tempat ternyaman untuk tubuh nya.


"Seperti nya putriku berbeda." Ucap Nathan.


"Apa maksudmu?" Tanya Niken.


"Devika sudah menemukan tambatan hati nya, lihat putrimu peluk guling lagi guling lagi." Ucap Nathan, membuat Niken tertawa kecil.


"Itu artinya putrimu itu sepertiku, tidak seperti papi nya yang suka gonta-ganti pasangan." Ucap Niken.


"Biar begitu kau cinta kepadaku honey." Ujar nya, Niken mendengus.


"Butuh waktu lama agar aku bisa mencintaimu." Sengit Niken.


"Tidak masalah, yang penting kau mencintaiku dan selalu memintaku untuk memelukmu saat tidur." Ucap Nathan, tersenyum mengejek saat melihat wajah kesal Niken.


Lelaki itu pergi menuju kamar tidur nya, ia akan mengganti pakaian. Entah apa yang membuat Nathan pulang cepat hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


Cincin yang dipakai Devika



***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Nathan selalu solimi ya bund 😂


A: 😂😂😂 bagus itu


N: Kasi gue bapak kaya Nathan cepat 🤣


A: Lah ngapa Lo 😂


N: Biar bisa dukung gue pacaran 🤣


A: Hilih 😒


N: 😂😂😂*