
Setelah kepergian Crystal kekampus, didalam kamar adik tingkatnya itu Vely diam – diam mulai mencari informasi mengenai Nicholas yang dulu sempat diabaikannya.
“ Selain tampan, dia juga sangat cerdas dan merupakan atlit timnas juga !!!…”, guman Vely melotot tak percaya saat melihat berita tentang Nicholas Raigan.
Nicholas Raigan adalah putra bungsu dari pasangan Thomas Raigan dan Debora. Memiliki dua orang kakak, yaitu Alrick Raigan seorang CEO dan pembalap dan Beatrice Raigan seorang model internasional.
Meski sempat kagum setelah melihat - lihat profil dan foto Nicholas yang ada dimedia sosialnya, Vely yang sempat ingin bunuh diri saat cintanya kandas, kejadian itu membuat dirinya sedikit paranoid untuk bisa mempercayai seorang laki – laki dan membuka hati untuknya.
Dia takut kejadian yang dialaminya saat bersama Brian akan terulang kembali. Dan Vely saat ini masih belum siap jika hal tersebut terulang kembali.
Tapi, jika dia terus berdiam diri seperti ini. Maka sosok Brian yang sudah lama menempati hatinya tidak akan cepat hilang, meski laki – laki itu menyakitinya dengan teramat sangat
Setelah menyelesaikan seluruh perkuliahannya, Crystal segera bergegas kembali kerumahnya untuk menjemput Vely.
“ Kak…ayo bangun !!!...bagaimana bisa kakak biarkan rambut kakak berantakan seperti ini !!!...”, ucap Crystal kesal karena hasil karyanya tadi pagi sudah hancur seperti itu.
Vely yang nyawanya masih belum sepenuhnya terkumpul hanya bisa pasrah saat Crystal menyeretnya menuju meja rias.Sambil memejamkan matanya, dia biarkan saya adik tingkatnya itu berkreasi pada wajah dan rambutnya.
Setelah hampir satu jam Crystal merias dan menata rambut Vely, akhirnya hasil akhir yang diinginkannyapun selesai.
“ Fantastis !!!...”, guman Crystal kagum akan karya yang dihasilkannya.
Mendengar ucapan Crystal, seketika Vely yang penasaran akan penampilannya segera membuka kedua matanya lebar – lebar dan melotot tak percaya.
“ Apakah ini aku !!!...”, ucapnya melotot tak percaya.
“ Tentu saja itu kakak !!!...siapa lagi !!!...”, Crystal mencubit lengan Vely untuk menyadarkannya.
“ Bagaimana bisa !!!...”, gumannya masih dengan pandangan takjub.
Melihat bayangan dirinya dicermin, kepercayaan diri Vely perlahan mulai muncul. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa dirinya bisa berubah menjadi orang yang sangat berbeda sekarang.
“ Kupikir awalnya saat Crystal mengatakan bahwa aku bisa mengalahkan kecantikan Adisty hanya dalam hitungan detik adalah ucapan untuk menghiburku. Tapi ini…sekarang aku sadar jika diriku cukup menarik…”, batin Vely penuh percaya diri.
“ Apa itu ?...Apa kakak benar – benar terpesona oleh kecantikan kakak sendiri ?...”, ledek Crystal mendapati Vely masih terdia didepan cermin dengan padangan takjub pada dirinya sendiri
“ Ayo kita pergi kekampus sekarang….”, ajak Crystal dan mulai mengambil tas kecil yang akan dibawanya.
“ Kak…ayo berangkat !!!...Sampai kapan kakak akan terus mengagumi diri sendiri seperti itu…”, ucap Crystal sedikit kesal saat melihat kakak tingkatnya itu masih belum beranjak dari depan kaca.
“ Iya…iya…ayo berangkat sekarang..”, ucap Vely yang langsung menyambar tas yang ada diatas sofa dan berlari mengejar Crystal yang sudah turun.
.
.
.
.
Sore hari di lapangan basket kampus bintang saat ini sudah ramai dipenuhi penonton yang rata – rata adalah para fans dari dua belah pihak.
Pertandingan persahabatan ini adalah pertandingan terakhir tahun ini sebelum Nicholas mulai fokus di timnas pekan depan.
Saat sudah tiba di lapangan basket, Crystal melihat jika kedua tim sudah melakukan pemanasan. Namun dia tidak menemukan sosok Nicholas disana.
Tapi justru sosok Brian yang sangat terlihat karena tinggi badannya yang mencapai 182 cm. Didepan lelaki itu tampak terlihat Adisty dan beberapa orang gadis lainnya yang juga satu angkatan dengan Crystal disana. Terlihat sedang menyemangati tim kampus bintang.
Terlihat jelas semua gadis yang ada disana memberikan tatapan memuja dengan bola mata berkilauan menatap kagum kearah Brian.
Tentu saja mantan tunangan Vely itu hanya menatap lembut kearah Adisty, membuat sahabatnya itu tersenyum malu – malu tanpa menghiraukan yang lain
“ Terimakasih sudah datang untuk menyemangati kami…”, ucap Brian tersenyum manis.
“ Hahaha…maksudmu, kamu ingin bilang terimakasih kepada Adisty yang datang menonton pertandinganmu. Jika begitu, katakan langsung…kenapa harus melibatkan kami…”, ucap seorang gadis merasa tidak senang dengan basa – basi yang dilontarakan oleh Brian.
“ Hey…kenapa kamu sewot. Aku yakin dengan adanya Adisty disini, maka tim basket kampus bintang pasti akan menang telak. Kekuatan cinta adalah segalanya…”, ucap salah satu pendukung Adisty kearah cewek yang berkata sinis tadi.
Meski nama Adisty sudah mulai bersih dan ada beberapa orang yang mendukungnya, terutama para fans Brian. Namun tidak sedkit juga yang masih mencemohnya dan menganggap dirinya bermuka dua dan tidak tahu malu.
Crystal melihat dua orang yang menjijikkan tersebut sedang saling merayu dan melontarkan pujian seketika merasa kasihan pada Vely.
Selama ini gadis itulah yang memberi makan dan minuman bagi tim namun tidak ada satupun yang mengucapkan terimakasih padanya.
Tapi sekarang, Adisty hanya duduk manis dan menonton mereka, sambutannya sangat luar biasa. Seolah – olah dia adalah pahlawan tim hanya karena sedang menjalin hubungan dengan kapten tim basket mereka.
“ Are you ok, kak ?...”, ucap Crystal memandang senduh Vely yang ada disampingnya.
“ Aku baik – baik saja. Ayo cari tempat duduk…” , ucapnya sambil tersenyum lebar.
Para penonton mulai berbisik begitu melihat Crystal dan Vely datang ke tribun. Jika Crystal, mereka sudah tidak kaget lagi karena setiap gadis itu datang, semua pasang mata akan tersedot kepadanya, dewi kampus bintang.
Tapi yang membuat mereka terkejut adalah seseorang yang jalan bersamanya. Mereka sama sekali tak menyangka jika Vely akan secantik itu.
Mata mereka seolah hampir copot dan melotot serta air liur yang menetes karena terpesona dengan kecantikan yang ada.
“ Wow…cantiknya !!!...”
“ Kampus bintang memang surganya gadis cantik…”
“ Tidak menyesal aku datang kesini sore ini…”
“ Eh..itu bukannya Vely anak manajemen semester enam….”
“ Setelah berganti gaya rambut dan gaya pakaiannya, dia tampak mempesona…”
*“ Jelaslah !!!..siapa yang datang bersamanya….”
“ Dewi kampus bintang…..”*
Begitulah ucapan dan pujian yang keluar dari semua orang yang melihat kedatang Crystal dan Adisty sore ini.
Keributan yang ada di tribun dilapangan basket tentu saja menarik perhatian Brian dan Adisty yang berada dibaris paling depan dan dengan cepat keduanya segera menoleh kebelakang, apalagi saat mendengar nama Vely disebut.
“ Ternyata dia tidak menyerah juga untuk mengejarku….”, batin Brian jengah.
Brian langsung mengkerutkan keningnya karena kesal dengan kehadiran Vely dilapangan sambil mengikuti pandangan semua orang. Dan sedetik berikutnya, dia benar – benar tercengang.
Disudut tribun ada seorang gadis dengan dress oranye dengan rambut hitam sedikit ikal dibagian bawahnya membuat tampilannya segar dan mempesona.
Brian terlihat beberapa kali mengucek matanya tak percaya bahwa sosok yang baru saja dilihatnya benar – benar Vely, gadis yang beberapa hari lalu dicampakkannya.
“ Tidaklah kau lihat, Vely sekarang sangat cantik, bahkan lebih cantik daripada Adisty…”
“ Dia jauh lebih cantik sekarang, setelah berhenti mengejar Brian…bukan begitu…”
“ Untung saja Brian bilang mereka tidak ada hubungan apa – apa, jadi aku bebas untuk menggaetnya…”
“ Apakah kau tahu jika keluarga Vely sangatlah kaya, bahkan mereka adalah salah satu kolongmerat dinegeri ini…”
“ Bahkan Adisty tidak ada apa – apamya…”
“ Apa kalian tahu jika ayah Adisty adalah supir keluarga Wilson…”
“ Brian itu bodoh apa tolol…melepaskan berlian demi sebongkah batu kali…”
“ Hahahahaha….”
Begitulah kira – kira obrolan yang dilakukan oleh semua orang setelah mengetahui perubahan Vely setelah dicampakkan Brian.
Mendengar semua ucapan tersebut wajah Brian seketika menggelap, sementara wajah Adisty benar – benar sangat pucat sekarang.