Love Destiny

Love Destiny
Epson 208



Sementara di kediaman Nathan lelaki itu sedang melihat gadis kecil nya, Nathia tumbuh menjadi gadis cantik.


"Thia mami mana?" Tanya Nathan.


"Tadi mami pergi ke kamar Pi." Jawab nya.


"Kamu gak bosan di rumah?" Tanya Nathan, kepada putrinya.


"Bosan biasanya Nathia main bersama dengan Rafael dan Kyra." Jawab nya.


Nathan mendekati Nathia dan memeluk nya, ia senang sekali membuat putrinya kesal dan marah.


"Yaaaaakkkk, papi aaaaaa mami papi nakal." Teriak nathia.


"Ko gemoy si." Kekeh Nathan.


"Mami." Panggil nya lagi.


"Geplak aja pala nya Tia geplak." Ucap Niken membuat Nathan tertawa puas, saat putrinya menggelengkan kepala menolak untuk memukul sang papi.


"Papi thia punya rahasia lepas dulu." Ujar nya membuat Niken memicingkan matanya.


"Apa itu?" Tanya Nathan.


"Kemarin saat papi kerja ada tamu kerumah." Ucap Nathia, benar saja yang Niken fikirkan.


"Hmmmmm, siapa aunty tata atau aunty Chika?" Tanya Nathan.


"Ani (tidak), bukan aunty. Ini laki-laki ganteng." Ujar nya.


"Hah? Apa tadi ganteng?" Tanya Nathan.


"Iya ganteng Daddy, katanya dia tetangga kompleks sebelah." Ucap nathia polos, membuat Nathan menatap Niken yang tampak santai.


"Mi, siapa?" Tanya Nathan dengan memainkan alis nya.


"Iya orang komplek sebelah, aku saja tidak tahu dia siapa." Jawab Niken tertawa.


"Kita gak tetanggaan sama dia, kenapa dia jauh-jauh kesini?" Tanya Nathan lagi.


"Lah, mana aku tahu." Kekeh Niken, ia saja merasa bingung apa urusan orang itu datang ke rumah nya.


Dan mengatakan bahwa ia senang memiliki tetangga seperti Niken, dan Niken hanya tersenyum tanpa mempersilahkan orang itu untuk masuk kedalam rumah nya.


Rumah Nathan berdekatan dengan rumah milik Devin, begitupun dengan rumah kai yang juga tidak jauh dari milik Devin dan nathan, sementara rumah baru Keanu berdekatan dengan rumah Tio.


Di kediaman lain terlihat Devin sedang bermain dengan Devika, ia merasa senang karena memiliki Devika dan Chika. Kedua wanita yang menjadi pengisi hari-harinya.


"Vika kemari." Panggil Chika.


"Nanti mami." Jawab nya, Devika menjawab dengan di ajari oleh Devin.


"Devika." Pekik Chika lagi, dengan senyum manis nya Vika berjalan menghampiri sang mami.


"Apa?" Tanya nya.


"Sedang apa kamu? Sedari tadi diam di depan rumah hmmmmm." Ucap Chika.


"Mandi dulu, setelah itu makan." Ucap Chika, ia menuntun Devika ke kamar mandi.


Chika begitu posesif terhadap putrinya, bahkan Chika begitu menjaga Devika agar tidak terluka ataupun tergores. Maklum anak perempuan nya, apalagi Devika hidup di kelilingi oleh anak dari teman-teman nya.


Chika kadang merasa senang saat melihat Kyra atau Nathia yang mau bermain dengan Devika, namun satu Devika belum di ketemukan dengan Kenzo dan Rafael.


Karena memang kadang Dena dan tata tidak mengajak putranya untuk bertemu Chika atau ke rumah Chika, Devika hanya pernah bertemu dengan kedua bocah lelaki itu saat dirinya masih berusia 6 bulan sampai saat ini belum bertemu lagi.


"Sudah, ayok kita pakai baju." Ucap Chika, memiliki Devika tertawa senang.


Devin tertawa melihat tingkah laku putrinya yang menggemaskan, ia bahkan tidak menyangka akan memiliki anak perempuan yang cantik.


"Kok gemoy si." Kekeh Devin.


"Karungin gak Pi." Kekeh Chika.


"Sini papi karungin." Kekeh Devin.


"Haha, gaada ahlak." Ucap Chika tertawa.


Kini Chika memakai kan dress anak selutut di tubuh mungil putrinya, Devika begitu terlihat cantik dan menarik bagi yang melihat nya sekalipun dia masih kecil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


A**: Oke jangan lupa bagi vote ya, jangan nyuruh lanjut nya doang. Mumun juga pengen dapet vote 😢


N: Iya Mumun gue vote kok 😂


A: Ngokhey gue tunggu oke 😂


N: Woke 🤣*