
Disebuah taman yang ada disamping perpustakaan kampus, Crystal yang baru saja sampai disana segera mencari sosok cewek tomboy dengan rambut pendek warna merah yang tadi mengajaknya bertemu.
Sosoknya yang begitu mencolok dengan kulit hitam dan rambut merah menyala yang ada dikepalanya membuat Lea dengan mudah ditemukan.
“ Cepatlah duduk sini !!!…”, ucap Lea sambil menggeser pantatnya agar Crystal bisa duduk disebelahnya.
Karena sudah sangat penasaran dengan apa yang hendak dibicarakan oleh gadis tomboy itu, Crystalpun segera duduk disampingnya.
Melihat rasa penasaran yang tampak jelas diwajah Crystal, Leapun segera mengambil amplop coklat dalam tas ranselnya dan menyerahkannya kepada Crystal.
“ Apa ini ?...”, tanya Crystal penuh selidik.
“ Buka sajalah….kau pasti akan tahu…”, ucap Lea sambil tersenyum lebar.
Sambil memicingkan sebelah matanya, Crystal segera membuka amplop coklat tersebut. Saat dia mengeluarkan beberapa kertas yang ada didalamnya, dahinya berkerut cukup dalam.
Masih tidak paham dengan maksud Lea memberikan semua itu kepadanya, namun saat melihat sebuah nama yang tercetak di sebuah berkas tentang prosedur operasi plastik dia segera membulatkan matanya karena terkejut.
“ Adisty Putri…ini…”, ucap Crystal tak percaya.
“ Iya…itu dia…ini wajahnya sebelum dan ini yang sesudah operasi plastik…”, ucap Lea menjelaskan.
“ Bagaimana bisa…”, tanya Crystal masih belum bisa menghilangkan rasa keterkejutannya.
“ Tentu saja bisa…karena papaku yang membiayai seluruh operasinya…”, ucapnya tersenyum kecut.
“ Maksudmu ?….”, tanya Crystal masih belum terlalu paham.
Lea kemudian menceritakan semuanya kepada Crystal mengenai kisah hidupnya yang semakin tragis sejak Adisty menjadi wanita simpanan sang papa.
FLASH BACK ON
Malam itu, untuk merayakan kelulusannya Lea berpesta bersama teman – temannya di club NT. Saat sedang asyik bersenang – senang dilantai dansa, tiba – tiba Martin sahabatnya mengatakan jika dia melihat papa Lea sedang bersama dengan gadis muda seusia mereka.
Karena penasaran, Lea pun mengikuti kemana arah telunjuk Martin mengarah. Dan benar apa yang dikatakan sahabatnya itu.
Di lantai atas, tak jauh dari mereka berada Lea melihat sang papa sedang bercumbu mesra dengan gadis muda disana.
Meski hatinya memanas, namun Lea berusaha untuk menahan diri agar tidak menghampiri sang papa dan menghajar gadis yang bersamanya.
Waktu itu Lea pikir gadis itu hanyalah wanita sewaan papanya di club namun tidak disangkanya, ternyata hubungan terlarang itu terus berlanjut tanpa dia ketahui.
Sejak saat itu tiap malam mamanya selalu bertengkar dengan sang papa. Lea yang waktu itu menganggap pertengkaran kedua orang tuanya adalah hal yang biasa terjadi mengingat sang mama pasti akan marah – marah jika papa pulang larut malam ataupun pulang dalam keadaan mabuk.
Hingga puncaknya, setelah bertengkar hebat yang terjadi pada kedua orang tuanya, hampir empat bulan lamanya Markus, papa Lea tidak pulang ke rumah.
Hal itu membuat mama Lea sedih hingga mengalami depresi yang parah sampai membuat mama Lea nekat untuk melakukan bunuh diri agar terbebas dari rasa sakit yang dirasakannya.
Dengan mata kepala sendiri Lea melihat mamanya merenggang nyawa dihadapannya. Insiden tersebut membuat Lea tidak bisa tidur nyenyak setiap malamnya karena bayang - bayang keputus asaan dan kepedihan yang sangat dalam yang terpancar dari soro mata sang mama waktu terkapar dilantai dengan bersimbah darah masih terekam jelas dikepala Lea.
Sampai saat ini Lea masih sering mengalami mimpi buruk tentang aksi bunuh diri sang mama yang sempat dilihatnya itu.
Lea yang cukup terpukul, sering tidur didalam kamar sang mama dan melarang siapun untuk masuk, termasuk sang papa.
Dan suatu hari, saat sedang meratapi kepergian sang mama, tanpa sengaja dia melihat sebuah map berwarna biru berada di laci bagian dalam meja komputer, yang sedikit tersembul keluar.
Disana dia melihat foto – foto mesra sang papa bersama wanita simpanannya. Mereka sedang tertawa lepas dan penuh kebahagiaan.
Bukan hanya foto mesra yang didapatinya\, disana juga ada beberapa laporan mengenai surat persetujuan operasi plastik yang diduga dilakukan oleh wanita simpanan papanya itu beserta flash disk berisi video panas papanya dan operasi yang dijalani p*****r itu.
Tampaknya, selama Markus tidak pulang ke rumah, mamanya menyewa seseorang untuk membuntutinya. Dan semua data yang dilihat oleh Lea adalah hasil penyelidikan orang suruhan mamanya itu.
Berdasarkan data itu, Lea membawa semuanya kehadapan tetua keluarga mereka hingga akhirnya mereka mengambil alih semua yang menjadi hak Lea karena murka telah dibohongi dan dikhianati oleh Markus.
Namun Markus cukup pintar, selama ini tanpa diketahui semua orang dia menggelapkan dana perusahaan dan memasukkannya dalam perusahaan yang baru dirintisnya, atas nama orang lain.
Jadi semua aksi kotornya tidak bisa terdeteksi oleh keluarga besar mamanya Lea. Jadi, meskipun sudah ditendang dari rumah, papa Lea masih memiliki kekayaan yang jumlahnya sangat cukup untuk membiayai simpanannya itu.
Hal itulah yang membuat Lea sangat benci dan dendam terhadap Adisty. Dia sudah sempat bertindak untuk memberi pelajaran terhadap Adisty.
Namun sayang, papanya yang selalu melindungi gadis itu membalas dendam ke keluarga besar mamanya hingga adik kandung Lea menjadi korbannya.
Tidak ingin anggota keluarganya yang lain menjadi korban, maka Lea hanya bisa diam untuk sementara waktu sambil menunggu kesempatan yang ada.
FLASH BACK OFF
“ Begitulah ceritanya…”, ucap Lea sambil menghapus kasar air mata yang sempat menetes dipipinya.
“ Lalu…bagaimana kamu yakin kalau aku akan membantumu ?...”, Crystal bertanya sambil menatap Lea penuh selidik.
“ Aku tahu kau benci dia…kau juga kan yang menulis postingan di forum kampus…”, tebaknya langsung.
“ Bagaimana dia bisa tahu…”, batin Crystal terkejut, tapi dia pura –pura tenang.
Melihat gadis disampingnya hanya memandangnya dengan wajah datar, Leapun kembali bersuara untuk bisa meyakinkan Crystal agar mau bekerja sama dengannya untuk membalas semua perbuatan Adisty terhadap dia dan keluarga besar mamanya.
“ Kemarin, aku sempat lihat kamu di café internet. Kamu cukup bodoh karena tidak menutup akunmu dengan sempurna. Bagaimana jika ada yang memanfaatkannya. Untung aku lihat, jadi aku tutup…”, ucap Lea menjelaskan.
“ Astaga !!!…kenapa aku ceroboh sekali…”, batinku meruntuki kebodohanku.
“ Apa kau ingin membocorkan hal itu…”, tanya Crystal datar.
“ Justru karena kita punya lawan yang sama, jadi aku berencana untuk mengajakmu bekerja sama…”, ucap Lea menjelaskan tujuannya mengajak Crystal bertemu.
“ Kalau aku menolak…”, ucap Crystal dengan tatapan menyelidik.
“ Kamu akan rugi kalau sampai menolakku…”, ucapnya cepat sebelum aku melanjutkan kata – kataku.
“ Aku dapat menjamin kalau aku akan sangat berguna bagimu….”, ucapnya kembali meyakinkan.
“ Kalau begitu kita bicarakan lagi nanti….aku harus segera pulang sekarang…”, ucap Crystal sambil melihat jam yang ada dipergelangan tangannya.
“ Ini nomorku…jika kamu sudah yakin, bisa segera hubungi aku…”, ucap Lea tersenyum lebar.
Meski gadis itu tidak menyetujui penawaran yang dibuatnya, namun Lea sangat yakin jika Crystal akan setuju untuk bekerjasama dengannya.
Melihat hal – hal yang tidak bisa gadis itu lakukan, tentunya akan Lea gunakan untuk menjadi senjata agar Crystal mau berjalan bersamanya, membasmi musuh yang sama.