
Di sebuah perusahaan besar di negara lain terlihat seorang lelaki tampan yang sedang berjalan memasuki kantor, Rafael Kavindra Richard. Ya, ia adalah putra sulung dari Keanu dan Dena, sepasang suami istri yang terkenal dengan kekayaan dan kekuasaan nya.
Para karyawan di perusahaan tersebut terlihat sangat mengagumi sosok Rafael, tak hanya itu banyak karyawan wanita yang berlomba-lomba untuk menarik perhatian seorang Rafael.
"Tuan hari ini kita ada pertemuan dengan klien dari perusahaan Xx, dan pertemuan di adakan di restoran X." Ucap nya, Rafael melihat beberapa berkas yang diberikan oleh sekretaris nya.
Sekretaris Rafael juga seorang wanita, tidak hanya sekretaris bahkan Rafael memiliki tangan kanan yang dipercayainya.
"Baik, jam berapa pertemuan itu di adakan." Ucap nya, membuat sekretaris Rafael semakin mengagumi atasannya itu.
Jika tidak menahan diri mungkin ia sudah membuat kesalahan dalam menggoda bos nya, beruntung saja sekretaris Rafael masih memiliki pemikiran yang war*s.
"Tepat jam makan siang tuan." Ucap nya, Rafael mengangguk ia kembali berjalan memasuki ruang kerja nya.
Disana Rafael duduk dengan penuh wibawa, padahal usia lelaki itu masih terbilang muda. Namun El berhasil membuat kedua orang tuanya bangga.
Saking fokus nya bekerja kini waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, tangan kanan El masuk kedalam ruangan bos nya.
"Permisi tuan sudah waktunya kita pergi untuk menemui klien itu." Ucap nya.
"Baik." Ucap El, ia berjalan lebih dulu lalu diikuti oleh sekretaris dan tangan kanan nya.
Keduanya masuk kedalam mobil yang sama, tangan kanan El yang mengemudi dan sekretaris El duduk di kursi samping kemudi.
Sebelum sampai di restoran X El mengirimkan pesan kepada kekasih nya, ia sangat merindukan Felly bagaimana keadaan kekasih nya itu.
**Pesan chat...
Rafael**: Bee, aku sedang dalam perjalanan untuk bertemu dengan klien. Bagaimana keadaan kamu, baik-baik saja bukan?
My Queen 💜: Hmmmmmm, aku baik-baik saja honey. Sukses terus ya aku akan selalu menunggu kamu. 🤗
Rafael: Jangan nakal oke, jangan dekat-dekat dengan lelaki yang selalu berusaha untuk mendekati kamu. 😒
My Queen 💜: Tentu saja, tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu disini ❤️
Rafael: Ayolah honey, jangan membuat aku g*la karena merindukan kamu. 😌
My Queen 💜: 😂😂😂 sini-sini adek peluk Abang biar gak rindu lagi 🤗
Rafael: Rasa ingin aku karungi.😂
My Queen 💜: Halalin dulu bang baru di karungi 😎
Rafael: Cie'elah nantangin neng 😂
My Queen 💜: 😂😂😂 gak si, tapi kalau Abang merasa tertantang ya boleh lah. 🤣
"Tuan kita sudah sampai." Ucap sekertaris El, membuat El mengalihkan pandangan nya dari ponsel.
"Baiklah." Jawab El.
Rafael: Aku sudah sampai, nanti aku kabari kamu lagi. 😘
My Queen 💜: Oke, semangat tuan muda kuh.😘
El pun mengakhiri chating nya dengan Felly, ia keluar dari mobil dan berjalan memasuki restoran dengan elegan dan berwibawa.
Sementara itu di negara lain di sebuah mall besar terlihat seorang wanita yang tengah menemani mommy nya berbelanja, ia menunggu di luar karena males untuk ikut mencari sesuatu yang diinginkan oleh mommy nya.
"Kita bertemu lagi nona." Ujar nya, Felly menoleh menatap lelaki yang selalu membuat dirinya jengkel.
"Yes, tuan Daniel dan entah ini sebuah keberuntungan atau kesi*l*n karena saya selalu bertemu dengan anda." Ucap Felly, Daniel lelaki itu tertawa kecil menatap wajah cantik Felly.
"CK, saya merasa heran dari setiap wanita yang saya kenal hanya anda yang selalu bersikap dingin kepada saya." Ucap Daniel, ia membenarkan posisi berdiri nya menjadi berhadapan dengan Felly.
"Karena saya bukanlah wanita yang sama seperti kebanyakan wanita yang anda kenal, jadi saya harap untuk kedepannya saya tidak lagi bertemu dengan anda." Ucap Felly lagi, Daniel semakin penasaran kepada Felly.
"Felly." Panggil Devika, Kyra dan Nathia. Kebetulan sekali mereka berada di mall yang sama.
"Cih, lelaki tengil ini lagi rupanya." Ucap Kyra, Daniel tertawa kecil mendengar perkataan Kyra.
"Hai, kau nona yang menebar kemesraan di depan sebuah cafe itu bukan." Ucap nya, Kyra terlihat kesal dengan tingkah Daniel.
"Menebar kemesraan?" Tanya Nathia dan yang lainnya.
"Ya, dia berpelukan kayaknya pemain drama di depan sebuah cafe." Ucap Daniel, Felly dan Kyra ingin sekali menyumpal mulut lelaki itu.
"Ya, dan beruntung aku melakukan itu bukan bersama lelaki seperti dirimu." Sinis Kyra, untung saja lelaki yang selalu menggangu fikiran nya bukanlah lelaki seperti Daniel.
"Cih, kau akan lebih merasa beruntung jika lelaki itu adalah aku." Ucap Daniel bangga, Kyra mendecih dan menjentikan jarinya di depan wajah Daniel.
"Kau memang tampan tapi sayang tidak menarik, ingat tuan tidak semua yang kamu miliki mampu memikat setiap hati wanita yang kamu inginkan." Ucap Kyra, Daniel terdiam ia tak menyangka jika perkataan Kyra mampu membuat nya kesal.
"Sayang mommy sudah selesai." Ucap nyonya Alicia, wanita itu terlihat sedikit terkejut dengan kehadiran para sahabat putrinya.
"Kalian disini juga rupanya." Ucap nyonya Alicia.
"Hai Tante, ternyata Felly bersama Tante aku kira_" Ucap Devika menggantung.
"Jangan ngarang vik." Ucap Felly, Devika tertawa kecil.
"Kamu mau ikut mommy pulang atau mau pergi bersama teman-teman kamu dulu?" Tanya nyonya Alicia, wanita itu tak menyapa Daniel karena memang merasa tidak mengenalnya.
"Ah, Felly akan pergi bersama kami tante boleh kan." Ucap Nathia.
"Oh, yasudah kalau begitu hati-hati sayang. Mom pergi duluan oke." Ujar nya, Felly mengangguk dan menatap kepergian mommy nya.
"Ternyata mommy kamu cantik juga." Ucap Daniel, Felly menoleh menatap Daniel.
"Semua wanita itu cantik, jika kamu merasa ada wanita yang tidak cantik mungkin penglihatan kamu yang bermasalah." Tegas Felly, kini Felly dan para sahabatnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Daniel yang terdiam.
Lelaki itu menatap Felly yang semakin menjauh, haruskah ia selalu mencoba untuk mendekati Felly. Atau menyerah saja, tapi rasanya tidak mungkin jika Daniel harus menyerah, toh yang ia tahu Felly belum memiliki pasangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Gue kira yang adu pandang sama Kyra Daniel, ternyata bukan toh 😂
A: Sabar ya Uun, biasanya tidak semua harapan sesuai dengan ekspektasi 😌
N: Bener banget, dah lah udah pasrah aja guemah 😂
A: Terbaik 😂😂😂