
Keesokan harinya Dena sedang membuat minuman di dapur, ia merasa jenuh jika terus didalam kamar.
Karen datang menghampiri Dena dan memeluk nya, Dena tertawa mendapat pelukan dari sang kakak ipar.
"Heh, ada apa neh kok peluk-peluk." Ucap Dena tertawa kecil.
"Ngeselin banget mudik kelamaan." Ujar Karen.
"Ya mau gimana lagi, kalau bisa pulang pergi juga aku udah pulang pergi." Balas Dena.
"Kean udah kerja aja de." Ucap Karen.
"Iya dia harus ke kantor." Ucap Dena.
"Kakak." Panggil Niken.
"Hmmmmm." Sahut Dena tersenyum.
"Uwuuuuuuuu, aku merindukan mu." Ujar nya.
"Benarkah, waaah aku senang kalau begitu." Ucap Dena.
Mereka duduk di meja dapur dengan minuman dan camilan di hadapan nya, Dena merasa ia bosan dirumah.
"Kita ke rumah tata yuk." Ajak Dena.
"Ayok, tapi anak-anak di ajak nanti bawa suster aja." Ucap Karen.
"Oke, aku siap-siap dulu." Ucap Dena.
Dena dan Karen pun bersiap-siap untuk pergi, ketiganya menggunakan mobil masing-masing karena masing-masing dari mereka membawa 2 suster untuk menjaga anak-anak nya.
Skip sampai!!!
Saat sampai mereka turun dari mobil, Dena berjalan menuju pintu sementara El bersama suster nya.
Dena sengaja membawa suster agar El tidak bosan saat dirinya berbincang dengan para sahabat nya, Dena memanggil tata dan yang di panggil pun keluar.
"Aaaaaaaa, mimpi apa gue semalem Lo beneran balik." Pekik tata.
"Beneran lah, gue bete di rumah." Ucap Dena.
"Terus kita mau ngapain, disini kan juga sama rumah." Ucap tata.
"Kita cabut lah, Lo chat Chika suruh nyusul ke mall." Ucap Dena.
"Siappp." Balas tata.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju mall, Chika sudah menunggu disana hingga akhirnya Dena dan yang lain tiba.
"Weees emak-emak muda nih." Ucap Chika.
"Lah kaga nyadar Lo." Sengit Dena.
"Kalo gue bilang aja gue belum punya anak." Canda nya, membuat Dena memukul lengan Chika.
"Udah ayok ah, lama Lo pada." Ucap Dena.
Para emak-emak pun sibuk berkeliling dan berbelanja, Chika menggerutu karena ia mulai lapar.
"Makan dulu apa de, gue lapar ini." Grutu nya.
"Elah Lo mangkanya kalau main jangan bawa perut Chik." Ucap tata.
"Lah gimana ceritanya gue kaga bawa perut Marni." Kesal Chika.
"Ya ditinggal di rumah perut nya." Kekeh Karen.
"Maklum kek, gue kan emak-emak meny*sui." Ucap Chika.
"Yasudah kalo gitu kita langsung ke cafe yang kata elo aja." Ucap Dena membuat semuanya tertawa.
"Mam*us di tagih." Kekeh tata.
"Yaudah ayok, gas lah." Ucap Chika.
"Tapi anak-anak gimana?" Tanya Karen.
"Tenang aja itu cafe dekat arena bermain, jadi gampang tinggal suruh suster ajak mereka main jangan lupa makan juga." Ucap Chika.
"Lah dekat arena bermain? Berarti deket kantor laki gue dong." Ucap Karen.
"Mantap." ujar tata tertawa.
Akhirnya mereka pergi ke tempat tujuan, tidak butuh waktu lama mereka tiba di cafe tersebut.
"G*la si ini tempat nya aja enak banget." Ucap tata.
"Ya kaga salah si, cuma salah nya kalo para suami tau Chik." Ucap Karen was-was.
"Kan ada Dena, dia bisa menjelaskan semuanya." Ucap Chika enteng.
"Menjelaskan pale Lo, laki gue lebih garang kalo ngambek Wak. Mending kalo ngoceh lah ini kalo di diemin gimana." Ujar Dena.
"Kenapa suamiku berbeda." Ceplos Niken membuat semuanya tertawa.
"Permisi nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya seorang waiters.
"Ah ya, saya mau pesan spaghetti lima, dan jus strawberry lima." Ucap Chika, mereka memesan makanan yang sama karena memang niat nya bukan hanya makan tetapi juga nongkrong.
"Baru kali ini gue liat cafe isi nya laki semua." Ucap Dena.
"Lo liat dah barista nya." Ucap Chika menunjuk seseorang.
"Chika kam*ret, jangan gitu gue hilap kan bahaya." Ujar Tata.
"Mohon bersabar ini ujian." Kekeh Karen.
"Kenapa sebelum nikah gue gak Nemu cowok ganteng begitu ya." Ujar Dena, sontak membuat para emak yang lainnya menoleh dan menatap tajam Dena.
"Yang bener aja, laki Lo lebih ganteng Marni. Pas baru masuk kampus aja Lo tercengang, ternganga liat ketampanan Keanu." Ucap Tata.
"Iya juga si, ini gue bayangin kalau gue lagi natap itu barista sama waiters terus tiba-tiba Kean nongol dan tarik idung gue gimana." Ucap Dena, membuat Niken tertawa.
"Aku kira kakak gak punya rasa takut." Kekeh Niken.
"Yang bener aja, aku takut sama Kean cuma emang dia gak pernah marah. Kalo marah tuh ngasi nasihat." Ucap Dena.
Mereka menghentikan obrolan nya saat seorang waiters sayang membawa pesanannya, semua emak-emak di meja itu terdiam dan menatap ketampanan seorang waiters.
"Seorang Keanu Richard disaingi sama waiters cuy." Kekeh Chika.
"Heh, solimi gak begitu konsep nya." Ucap Dena.
"Tapi bener si itu lihat tubuh tegap nya berasa ngajak gue untuk bersandar." Ucap tata.
"Dada bidang nya bikin fikiran gue traveling." Ucap Karen.
"Andai dia yang jadi papi nya nathia." Ceplos Niken, membuat tata dan yang lain tertawa.
Mereka menikmati makan siang nya dengan tenang, kembali nya Dena benar-benar membuat hidup para emak-emak solimi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
A**: buat yang komen bilan kean nya ganti yang jadi kai, dan bilang visual El kurang keren Mon maap ni ya. Aku udah bilang soal visual Kean bisa kalian bayangin sendiri, karena aku gak mau ganti hati aku udah srek sama yg itu. Kalo buat visual El boleh kalian cariin visual bocil lebih tepatnya balita yang usianya mendekati 2 tahun, kalau Nemu kasi tau aku jangan lupa cantumin nama asli si bocil biar gampang nyari nya. Sekian terima lier!!!
N: Lier kaga tuh π€£,dikira nyari visual bocil gampang π
A: Jangankan visual bocil visual dewasa aja susah, deterjen mah gitu bisa nya ngegampangin Baeπ
N: Yaudah suruh dia yang komen aja nyari sanaπ€£
A: Kalo gitu nanti bilang nya, lah kan tugas author pekerjaan author kenapa kita yang harus nyariπ
N: Biar dia ngerasain lah, jangan cuma bisa komen, hujat sama ngehate doang π€ͺ
A: Mereka gak tau aja kalo gue nyari visual bisa sampai berjam-jam, daripada gue lier nyari visual mending gue pake nulis kan lumayan waktunya bisa dapet dua judul π
N: Mantap, biarin aja emang gitu deterjen mah gak usah di tanggapi. π*