Love Destiny

Love Destiny
Epson 319



Keesokan harinya di sebuah universitas ternama sudah menyebar mengenai kecelakaan yang terjadi kepada Devika dan Felly, banyak yang tidak menyangka jika Felly hilang.


"Felly itu yang anak baru kan ya." Ucap mahasiswa A.


"Hmmmmm, yang cantik itu dia kan biasanya sama Devika, Kyra dan Nathia." Balas mahasiswa B.


"Katanya rem mobil Devika blong, dan Felly lebih dulu menyelamatkan Devika. Tapi pas dia mau lompat keluar mobilnya keburu terjun." Ucap mahasiswa C.


"G*la ya tu anak udah cantik, baik dan bener-bener the real sahabat terbaik gitu." Ucap mahasiswa A.


"Iya, dan sampai sekarang dia belum di ketemukan." Ucap mahasiswa B.


Kyra dan Nathia yang mendengar gosip itu terdiam, mereka kembali mengingat kebersamaan nya dengan Felly dan Devika.


"Nath gimana ya kalau tuan James marah, sedangkan Felly kan anak kesayangan tuan James." Ucap Kyra.


"Wajar si ra kalau tuan James marah, tapi yang aku fikirin sekarang gimana keadaan nyonya Alicia." Ucap Nathia.


"Bener tuh nath, pasti sakit banget dong secara mereka baru aja hidup bersama kan." Ucap Kyra.


"Aku berharap Felly gak apa-apa si Ra, kaya tiba-tiba nongol dan teriak gitu manggil Nathia Kyra. Yaampun Ra khayalan ku lancar banget." Ucap Nathia.


"Nath gimana kalau pulang kuliah kita pergi ke rumah tuan James, kita harus liat keadaan nyonya Alicia kan." Ucap Kyra.


"Bener tuh, kita harus bisa tenangin nyonya Alicia Ra." Ucap Nathia.


Kini merekapun masuk ke kelas untuk mengerjakan tugas kuliah nya, setelah selesai dengan urusan kuliah nya Kyra dan Nathia memutuskan untuk pergi ke rumah Felly.


Dalam perjalanan menuju rumah Felly keduanya berkeringat dingin, mereka membayangkan bagaimana jika tuan James murka. Dan bagaimana juga jika nyonya Alicia menodongkan senjata untuk meminta pertanggungjawaban atas kehilangan Felly.


Apalagi mereka tahu jika tuan James seorang mafia semakin membuat lutut mereka lemas, Nathia menatap Kyra yang sedang mengemudi.


"Apakah pemikiran kita sama Ra?" Tanya Nathia.


"Sama kok nath sama tenang, kamu gak sendirian." Ucap Kyra, kini akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Saat menginjakan kaki di pintu utama mereka merasa sesak, biasanya akan ada Felly yang berlari dan memeluk mereka.


Tapi kini hanya ada para pelayan yang mempersilahkan mereka untuk masuk, Kyra menatap sekeliling rumah yang terlihat sepi.


"Mbak dimana nyonya Alicia?" Tanya Kyra.


"Nyonya sedang dikamar nona muda nona." Jawab nya.


"Kalau tuan James?" Tanya Kyra lagi.


"Tuan sedang tidak ada dirumah, semenjak tahu jika nona muda hilang tuan hanya akan pulang saat malam hari untuk menemani nyonya." Jawab nya, oke dapat dipastikan jika tuan James turun tangan untuk mencari keberadaan putrinya.


"Ohh, kita gak apa-apa kan mbak kalau menemui nyonya Alicia?" Tanya Nathia.


"Tidak apa-apa nona, tuan juga memberikan pesan jika ada sahabat dari nona muda maka dipersilahkan untuk menemui nyonya." Ujarnya, Kyra dan Nathia akhirnya bisa bernafas lega.


Mereka menaiki anak tangga menuju kamar Felly, kedua gadis itu tertegun di ambang pintu saat melihat keadaan nyonya Alicia yang berbaring di tempat tidur milik Felly dengan memeluk foto dan baju Felly.


"Felly pulang yuk mom nunggu kamu, mom janji tidak akan marahin Felly tapi Felly harus pulang." Racau nyonya Alicia, Nathia dan Kyra menutup mulutnya. Mereka merasa tidak tega dengan keadaan nyonya Alicia.


"Silahkan nona." Ucap pelayan itu, Nathia dan Kyra berjalan mendekati nyonya Alicia.


"Nyonya." Panggil Nathia, nyonya Alicia menoleh menatap dua gadis cantik yang berdiri di hadapannya.


"Nathia dimana Felly nath, kamu sudah menemukan Felly kan. Ayok kasi tau Tante dimana Felly." Ucap nyonya Alicia.


"Nyonya kami belum menemukan Felly, kami khawatir dengan keadaan nyonya." Ucap Nathia, nyonya Alicia tersenyum miris.


"Kita lucu bukan, kamu mengkhawatirkan saya tapi saya malah mengkhawatirkan Felly. Dan gadis nakal itu entah berada dimana saat ini." Ucap nyonya Alicia, Kyra dan Nathia berjongkok di hadapan nyonya Alicia. Hingga membuat mommy dari sahabatnya itu terduduk.


"Ya Felly memang nakal, ia suka sekali bersembunyi. Tapi satu yang harus nyonya ingat, Felly tidak akan suka jika melihat mommy nya bersedih." Ucap Kyra membuat air mata nyonya Alicia menetes.


"Kita bisa mendoakan nya agar Felly baik-baik saja, jangan melupakan darah yang mengalir di tubuhnya. Felly putri nyonya dan tuan James dia pasti kuat seperti kedua orangtuanya." Ucap Nathia.


"Berbahagialah agar saat Felly kembali ia tidak merasa sedih, karena melihat nyonya sedih." Ucap Nathia, nyonya Alicia mengangguk pelan.


Melihat Kyra dan Nathia ia seperti melihat Felly yang sedang tersenyum manis di hadapan nya, nyonya Alicia berharap tidak perlu waktu lama untuk menemukan putrinya.


"CK, kalian yang bersama putriku saat kejadian itu. Tapi aku tidak bisa marah kepada kalian, karena Felly tidak akan menyukai jika aku memaki sahabat nya." Lirih nyonya Alicia, mengusap air matanya.


"Beruntung sahabat kami adalah Felly dan nyonya adalah orang tuanya, jika orang lain mungkin kami berdua sudah habis diserang." Ucap Nathia, nyonya Alicia tersenyum tipis.


"Bolehkah aku memeluk kalian?" Tanya nya.


"Tentu saja boleh." Jawab Kyra dan Nathia, mereka bertiga berpelukan dengan haru.


Pelayan memotret momen langka itu dan melaporkan nya kepada tuan James, ia berharap nona muda nya akan segera kembali agar rumah kembali menjadi ramai dengan kebahagiaan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Kyra dan Nathia alopyu dah 😭


A: Terhura kan Lo 😂


N: Iya gue seneng aja gitu, Masi ada yang peduli sama nyonya Alicia 😭


A: Iya si gue juga peduli kok tenang aja 😊


N: Peduli pale Lo pitak ah, Lo malah bikin nyonya Alicia galau tingkat menara 😒


A: Elah uun sabar apa, gue balikin dah tenang tar gue culik Felly dari cengkraman plankton 😌


N: Ngada-ngada ini anak 😒


A: Gue takut di demo Uun, dikatain jahat di ajak gelud pula 😂


N: 🤣🤣🤣 gue jadi ngakak 🤣


A: Solimi emang 😌


N: 🤣🤣🤣*