Love Destiny

Love Destiny
Epson 223



Sore hari Dena duduk di dekat Anna yang sedang duduk di gazebo taman belakang, Anna yang merasakan ada kehadiran orang lain pun menoleh dan tersenyum lembut kepada Dena.


"Kenapa mbak?" Tanya Dena lembut.


"Tidak apa-apa de." Jawab Anna.


"Udah gak betah ya disini." Tanya nya lagi penasaran.


"Enggak juga." Jawab Anna menoleh menatap wanita cantik di samping nya.


"Lalu?" Tanya Dena.


"Aku salut sama kamu." Lirih Anna menatap lurus kedepan.


"Hmmmmm, kenapa?" Tanya Dena.


"Kamu selalu bersikap baik kepada aku dan Carl, padahal aku dan Carl banyak nyakitin kamu." Ucap Anna malu.


"Aku tidak merasa disakiti, kamu mbak Anna mbak nya aku. Mbak yang rawat Aiden keponakan aku dengan baik." Ucap Dena menggenggam tangan Anna.


"Dan kamu aunty kecil terbaik nya aku bukan, sekalipun aku banyak membuat kamu kecewa kamu dan Keanu selalu memaafkan aku dan suamiku." Ucap Anna, Dena tersenyum lembut.


"Aku sayang keluarga ku mbak, dan aku sayang kamu karena kamu juga keluarga ku. Jangan berfikir macam-macam kasihan bayi yang berada dalam kandungan mu." Ucap Dena, membuat Anna tercengang. Darimana Dena tahu jika dirinya sedang mengandung lagi.


"Ka_kamu." Lirih Anna.


"Bang Carl yang bilang mbak sama Keanu, semalam mereka berbincang dan bang Carl bilang kalau Mbak sedang hamil." Ucap Dena tersenyum ceria.


"Makasih Dena, tapi aku merasa takut de. Takut jika anes masih marah kepadaku." Lirih Anna.


"Anes tidak pernah marah kepada mbak, sudah mbak tidak perlu berfikir macam-macam." Ucap Dena, kini Mae dan Mei menghampiri mereka tidak lupa Dea yang suka meramaikan suasana.


"Mojok berdua saja." Ucap Mae, Dena pun tertawa mendengar ucapan Mae.


"Kak Mae suka banget bikin Dena tertawa." Kekeh nya.


"Anna kenapa?" Tanya mei.


"Tidak apa-apa aunty." Jawab Anna.


"De Anna lagi hamil lagi." Ucap mae, membuat perasaan Anna tidak enak.


"Bang Carl gas pool kak." Kekeh Dena membuat Dea dan Mei tercengang, kenapa Dena menjadi solimi seperti ini.


"Keanu gak pool emang." Goda Dea.


"Hahaha jangan gitu lah." Ucap Dena tiba-tiba malu.


"Kak Mae gak nambah nih." Goda Dena.


"Dua anak lebih baik de." Ucap Mae nyeleneh.


"Udah kaya iklan aee." Kekeh Mei.


"Dari semua kakak aku kak Dea yang anak nya paling banyak." Ucap Dena.


"Bang Justin emang paling beda, sekali jadi dua cebong." Goda Mae, membuat Dena dan Mei tertawa.


"Gak mau nambah lagi kak?" Goda Mei.


"Enggak ah Mei, takut nanti kalo nambah kembar lagi bisa lima ada 6 anak kakak." Ucap Dea, mengingat anak pertama nya (Carl) sudah akan memiliki dua anak.


"Udah jadi nenek muda ni kak Dea." Ledek Dena.


"Tapi Daniel manggil nya bunah, bukan nenek." Ucap Anna, sama seperti Aiden Carl, Alexi dan Anes yang memanggil bunah kepada bunda Sisil.


"Lah kenapa gak Oma." Ledek Dena.


"Ketuaan lah Marni, kamu gak liat kakak sama bang Justin masih muda begini Masi cantik." Kekeh nya, Dena pun hanya menggelengkan kepala.


"Dena belum mau nambah anak?" Tanya mei, Dena pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanya Dea.


"Aku sama Kean masih khawatir sama Rafael kak, dia masih solimi takut nanti kalau punya adik El ngerasa di asingkan." Ucap Dena, Dea pun mengerti karena Aiden juga dulu seperti itu. Sampai akhirnya Aiden banyak di urus oleh Anna, karena Dea sibuk dengan kedua adik Aiden yaitu Alexi dan Aneska.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


N**: emak-emak kalau udah kumpul bahaya ya bundπŸ˜‚


A: Mangkanya jangan di suruh kumpul πŸ˜‚


N: Kalau gak kumpul sepi bund πŸ˜‚*


A: bener juga si 🀣🀣


N: hiiihhh πŸ˜’


A: 🀣🀣🀣